Perhiasan Etnik Yogyakarta Tembus Singapura dan Jepang

Lifestyle Anindya Kirana Putri 24 Mei 2026 00:20 WIB 6
Perhiasan Etnik Yogyakarta Tembus Singapura dan Jepang

Perajin perhiasan asal Yogyakarta, Joglo Ayu Tenan, berhasil membawa produk unik berbasis budaya lokal menembus pasar internasional, termasuk Singapura dan Jepang. Keberhasilan ini ditopang oleh desain yang khas, pemilihan bahan ramah lingkungan, dan pendekatan yang dekat dengan selera pasar Asia.

Salah satu karya yang paling mencuri perhatian adalah kalung seri Gudeg Jogja, yang tampil di Singapore International Jewelry Expo pada 2021 dan 2022. Produk tersebut lahir saat pandemi, dengan detail telur, krecek, dan tabik yang diolah menjadi aksesori bernilai seni tinggi.

Perhiasan Etnik Bernilai Budaya

Kalung Gudeg Jogja menjadi simbol keberanian Joglo Ayu Tenan dalam mengangkat kuliner tradisional ke dalam bentuk perhiasan. Ide itu muncul dari keinginan untuk menghadirkan identitas lokal yang mudah dikenali, namun tetap elegan saat dikenakan.

Detail pada kalung tersebut disusun dengan ketelitian tinggi agar karakter gudeg tetap terbaca tanpa kehilangan sisi fesyen. Pendekatan ini membuat produk terlihat unik, sekaligus relevan bagi pasar yang mencari aksesori dengan cerita kuat.

Selain kalung, koleksi lain juga menampilkan perpaduan tradisi dan modernitas yang menjadi ciri khas merek ini. Setiap produk dirancang agar tidak hanya menarik secara visual, tetapi juga memiliki nilai budaya yang melekat.

Ekspansi Hingga Pasar Jepang

Setelah tampil di Singapura, Joglo Ayu Tenan melanjutkan langkah ke Jepang dengan membawa produk berbasis budaya Jawa. Pada ajang di Osaka, mereka memperkenalkan aksesori dengan sentuhan modern yang tetap menjaga akar tradisi.

Salah satu yang dipamerkan adalah perhiasan berbahan kulit dengan teknik patah sungging. Teknik yang berasal dari tradisi wayang kulit itu dikreasikan ulang menjadi aksesori elegan yang sesuai untuk pasar kontemporer.

Pendiri Joglo Ayu Tenan, Yayuk, menilai pasar Jepang memiliki kedekatan budaya dengan Indonesia, terutama dalam apresiasi terhadap produk yang ramah lingkungan. Menurut dia, karakter produk yang bisa dikenakan oleh perempuan dan keluarga di Jepang menjadi salah satu daya tarik utama.

Ramah Lingkungan Jadi Daya Tarik

Joglo Ayu Tenan aktif memproduksi aksesori fesyen dan dekorasi rumah dengan bahan yang ramah lingkungan. Koleksinya meliputi kalung, gelang, anting, hingga busana berbahan pewarna alam tanpa polyester.

Komitmen itu membuat mereka memperoleh sertifikat Cleanliness, Health, Safety, Environment Sustainability atau CHSE dari Kementerian Pariwisata. Sertifikasi tersebut menjadi pengakuan atas konsistensi usaha dalam menjaga aspek kebersihan, kesehatan, keselamatan, dan keberlanjutan lingkungan.

Di tengah meningkatnya perhatian terhadap produk berkelanjutan, pendekatan ini memberi nilai tambah bagi merek lokal. Konsumen internasional pun melihat produk bukan hanya dari bentuknya, tetapi juga dari proses dan dampak produksinya.

Komunitas Lokal Penggerak Produksi

Saat ini, Joglo Ayu Tenan mampu memproduksi hingga 500 unit aksesori per bulan bersama komunitas lokal. Kapasitas itu menunjukkan bahwa usaha berbasis kriya masih memiliki ruang tumbuh yang besar jika dikelola secara konsisten.

Pada awal berdiri, Joglo Ayu Tenan hanya menjadi tempat berkumpul para pengrajin perhiasan. Seiring waktu, ruang tersebut berkembang menjadi titik temu bagi mahasiswa, pengrajin, dan pelaku UMKM di Yogyakarta.

Perkembangan itu memperlihatkan bahwa sebuah usaha kreatif dapat berperan sebagai pusat kolaborasi, bukan sekadar tempat produksi. Dari Yogyakarta, karya yang berangkat dari budaya lokal kini menembus panggung internasional dan membawa nama Indonesia ke pasar yang lebih luas.

Komentar

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!