Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menyatakan pemerintah telah menyiapkan dana hingga Rp 2 triliun per hari untuk membeli obligasi negara. Kebijakan itu ditempuh untuk menjaga harga bond tetap terkendali di tengah dinamika pasar yang masih bergejolak.
Namun, realisasi pembelian sejauh ini masih terbatas, dengan serapan baru sekitar Rp 600 miliar. Purbaya menilai kondisi tersebut menunjukkan tekanan jual di pasar obligasi belum terlalu besar.
Obligasi negara dijaga
Purbaya mengatakan pemerintah mulai masuk ke pasar obligasi sejak Kamis pekan lalu. Langkah itu dilakukan secara bertahap agar stabilitas harga surat utang tetap terjaga.
Menurut dia, target pembelian harian sebesar Rp 2 triliun belum sepenuhnya terserap. Dari total target itu, realisasi yang masuk baru sekitar Rp 600 miliar.
Ia menilai kecilnya serapan menunjukkan jumlah penjual di pasar obligasi masih relatif sedikit. Karena itu, pemerintah belum melihat adanya tekanan yang terlalu besar pada instrumen utang negara.
Cash management jadi fokus
Purbaya menjelaskan langkah yang ditempuh saat ini masih berada dalam koridor pengelolaan kas pemerintah atau cash management. Skema ini digunakan untuk merespons kondisi pasar tanpa perlu melibatkan mekanisme yang lebih luas.
Ia menegaskan pemerintah belum mengaktifkan bond stabilization framework. Dalam skema tersebut, pemerintah dapat menggandeng lembaga lain seperti PT Sarana Multi Infrastruktur atau SMI.
Menurut Purbaya, kondisi pasar saat ini belum separah yang dikhawatirkan. Karena itu, pemerintah masih memilih pendekatan yang lebih sederhana sambil memantau perkembangan lebih lanjut.
Rupiah hadapi tekanan
Kebijakan ini diambil di tengah penguatan dolar Amerika Serikat terhadap rupiah. Dalam pergerakan terbaru, nilai tukar mata uang Negeri Paman Sam itu sempat menyentuh kisaran Rp 17.700 per dolar AS.
Purbaya menilai intervensi di pasar obligasi dapat membantu meredam tekanan pada rupiah. Dengan pasar yang lebih stabil, peluang penguatan mata uang domestik dinilai akan semakin terbuka.
Ia sebelumnya menyampaikan bahwa langkah pembelian obligasi dilakukan untuk menjaga keseimbangan pasar. Menurutnya, apabila kondisi mulai membaik, stabilitas rupiah juga akan ikut terbantu.
Prospek pasar ke depan
Purbaya menyebut pemerintah akan terus memantau perkembangan pasar dalam beberapa hari ke depan. Keputusan lanjutan akan bergantung pada kondisi jual beli obligasi serta respons pelaku pasar.
Ia juga menyampaikan bahwa investor asing mulai kembali masuk ke pasar obligasi. Masuknya dana dari asing dinilai dapat membantu menciptakan stabilitas yang lebih baik.
Dengan situasi tersebut, pemerintah berharap pasar keuangan menjadi lebih tenang dalam waktu dekat. Purbaya menegaskan dirinya akan terus masuk ke pasar obligasi setiap hari sesuai kebutuhan kebijakan.
