Pedagang Satai Madura di Mayestik Naik Kelas ke Ruko

Ekonomi Bisnis Kevin S. Pratama 27 Mei 2026 22:03 WIB 3
Pedagang Satai Madura di Mayestik Naik Kelas ke Ruko

Aroma daging ayam dan kambing khas Madura sempat menarik perhatian warga yang melintas di Jalan Kyai Maja, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan. Di balik asap arang yang mengepul, Mochamad Haidir, pedagang satai berusia 30 tahun, menunjukkan bagaimana usaha kecil bisa tumbuh lewat konsistensi dan ketekunan.

Haidir memulai langkahnya pada 2013 dari gerobak keliling dan harus menghadapi beragam tantangan, mulai dari penertiban hingga persaingan antarpedagang. Kini, usaha yang ia rintis itu naik kelas setelah ia memindahkan lapaknya ke ruko yang lebih strategis di kawasan Mayestik.

Perjalanan usaha satai

Haidir memulai usaha satai dari jalanan dengan modal sederhana dan tekad yang kuat. Saat itu, ia berjualan sambil mendorong gerobak dan mencari pembeli di area yang ramai.

Perjalanan tersebut tidak selalu mudah karena ia kerap menghadapi penertiban dan tekanan dari sesama pedagang. Meski demikian, ia memilih bertahan dan terus menjaga kualitas rasa dagangannya.

Keputusan itu perlahan membuahkan hasil, karena nama Sate Ayam Barokah Mayestik mulai dikenal pelanggan. Lokasi yang strategis di dekat kawasan perkantoran turut membantu usahanya berkembang.

Tantangan usaha satai

Tantangan terbesar datang saat pandemi COVID-19 membuat penjualan turun drastis. Kondisi itu membuat Haidir sempat merasa tertekan dan mempertimbangkan untuk berhenti berjualan.

Pada masa sulit itu, ia bahkan sempat menawarkan lapaknya kepada orang lain. Harga yang sempat ditawarkan mencapai Rp50 juta, jauh di bawah harapan Haidir sebesar Rp150 juta.

Beruntung, transaksi tersebut batal sehingga ia tetap memiliki peluang untuk melanjutkan usahanya. Pengalaman itu menjadi pelajaran penting tentang kesabaran dalam menjaga bisnis kecil.

Lokasi strategis satai

Setelah melewati masa sulit, Haidir melihat potensi besar dari lokasi usahanya di Mayestik. Kawasan itu dikenal ramai dan dikelilingi aktivitas perkantoran yang stabil sepanjang hari.

Ketika sebuah ruko kosong tepat di depan lapaknya ditawarkan untuk disewa, ia tidak ingin kehilangan kesempatan. Haidir lalu memutuskan pindah ke ruko tersebut agar usahanya lebih nyaman dan mudah dijangkau.

Langkah itu membuat usahanya terlihat lebih tertata dan memberi nilai tambah bagi pelanggan. Dari gerobak sederhana, kini ia memiliki tempat berjualan yang lebih representatif.

Inspirasi usaha satai

Kisah Haidir menunjukkan bahwa usaha kecil dapat naik kelas jika dijalankan dengan konsistensi. Ketekunan, keberanian mengambil peluang, dan kemampuan bertahan saat tertekan menjadi kunci utama perjalanannya.

Bagi pedagang lain, pengalaman ini menjadi contoh bahwa lokasi, kualitas rasa, dan ketahanan mental sama pentingnya. Usaha yang bertahan lama umumnya tumbuh dari proses yang tidak instan.

Di tengah persaingan kuliner Jakarta yang ketat, Sate Ayam Barokah Mayestik membuktikan bahwa kerja keras dapat membuka jalan baru. Dari trotoar hingga ruko, perjalanan Haidir menjadi cerminan semangat wirausaha yang pantang menyerah.

Komentar

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!