Patek Philippe dan AP Jadi Sorotan Usai Jam Mewah Disita

Lifestyle Anindya Kirana Putri 01 Juni 2026 07:58 WIB 2
Patek Philippe dan AP Jadi Sorotan Usai Jam Mewah Disita

Dunia horologi kembali menjadi sorotan setelah pemusnahan 14 jam tangan milik tersangka korupsi Asabri, Jimmy Sutopo, memantik perhatian publik. Barang yang diklaim bernilai tinggi itu dipastikan palsu oleh Kejaksaan Agung setelah melalui validasi panjang, sementara kasus korupsi tersebut menimbulkan kerugian negara Rp22,7 triliun.

Peristiwa ini ikut mengangkat nama Patek Philippe dan Audemars Piguet, dua merek jam tangan mewah yang kerap dipandang sebagai simbol prestise. Di pasar kolektor, keduanya dikenal memiliki harga tinggi, produksi terbatas, dan daya tahan nilai yang kuat, sehingga terus diburu kalangan berduit.

Harga Jam Tangan Mewah

Jam tangan mewah memiliki rentang harga yang sangat lebar, bergantung pada merek, material, dan tingkat kerumitan mesin. Pada merek seperti Audemars Piguet, seri Royal Oak berbahan stainless steel dapat berada di kisaran Rp600 juta hingga Rp1,2 miliar.

Sementara itu, model Royal Oak Offshore chronograph umumnya dipasarkan sekitar Rp400 juta hingga Rp900 juta. Untuk kategori high complication atau limited edition, harganya dapat menembus Rp2 miliar hingga lebih dari Rp6 miliar.

Perbedaan harga tersebut menunjukkan bahwa pasar jam tangan mewah tidak hanya ditentukan oleh fungsi penunjuk waktu. Nilai sebuah arloji juga dibentuk oleh kelangkaan, reputasi merek, dan status sosial yang melekat pada pemiliknya.

Di Indonesia, minat terhadap jam tangan kelas atas terus bertumbuh seiring meningkatnya perhatian pada barang koleksi bernilai investasi. Kondisi ini membuat merek-merek Swiss tetap menjadi acuan utama bagi pembeli yang mencari eksklusivitas.

Patek Philippe dan Prestise

Patek Philippe kerap disebut sebagai salah satu nama paling bergengsi dalam dunia jam tangan mewah. Merek asal Swiss ini banyak dianggap sebagai holy grail karena jumlah produksinya terbatas dan nilai jual kembalinya sangat kuat.

Di pasar internasional, beberapa model Patek Philippe bahkan dipandang lebih eksklusif dibanding Audemars Piguet. Hal itu membuatnya menjadi incaran kolektor yang mengutamakan reputasi, sejarah, dan kelangkaan.

Gambaran harga Patek Philippe juga menunjukkan posisi premium merek tersebut di pasar. Seri Calatrava entry level dapat dimulai dari Rp180 juta hingga Rp500 juta, sedangkan Aquanaut berada pada kisaran Rp1 miliar hingga Rp4 miliar.

Untuk model Nautilus, harga dapat bergerak di kisaran Rp1,8 miliar hingga Rp7 miliar. Adapun Grand Complications bisa mencapai puluhan miliar rupiah, tergantung edisi dan spesifikasinya.

AP di Mata Kolektor

Audemars Piguet juga memiliki tempat istimewa di kalangan penggemar jam tangan mewah. Seri Royal Oak menjadi model yang paling dikenal karena desainnya yang ikonik dan konsisten diburu pasar.

Harga AP dinilai masih sangat kompetitif di kelas high-end, meski tetap berada pada level yang sulit dijangkau banyak orang. Kombinasi desain, material, dan eksklusivitas membuat merek ini terus relevan di pasar sekunder.

Dalam komunitas kolektor, AP sering dipilih karena identitasnya yang kuat dan mudah dikenali. Seri tertentu bahkan menjadi simbol gaya hidup mewah yang tidak berlebihan tetapi tetap menonjol.

Popularitas AP juga didorong oleh pasokan yang terbatas dan permintaan yang stabil. Faktor tersebut menjaga nilai arloji tetap tinggi, terutama untuk model populer dan edisi khusus.

Barang Palsu dan Validasi

Kejaksaan Agung memastikan jam tangan milik Jimmy Sutopo yang dimusnahkan bukan barang asli. Kepastian itu diperoleh setelah proses pemeriksaan dan validasi yang dilakukan secara berlapis.

Dalam persidangan, tersangka juga telah mengakui bahwa barang tersebut bukan produk asli. Pengakuan itu memperkuat kesimpulan bahwa aset yang disita tidak memiliki nilai sebagaimana klaim awal.

Kasus ini menunjukkan bahwa barang mewah palsu masih beredar dan kerap digunakan untuk menampilkan kemewahan semu. Di tengah tingginya harga jam tangan asli, versi tiruan kerap dipilih sebagai jalan pintas untuk terlihat prestisius.

Fenomena tersebut sekaligus mengingatkan publik agar lebih berhati-hati saat membeli arloji kelas premium. Verifikasi keaslian menjadi langkah penting, terutama ketika nilai barang dapat mencapai miliaran rupiah.

Komentar

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!