Airlangga Bantah Danantara Jadi Penyebab IHSG Anjlok

Forex & Saham Gilang Nabaris 01 Juni 2026 09:13 WIB 3
Airlangga Bantah Danantara Jadi Penyebab IHSG Anjlok

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto membantah anggapan bahwa pembentukan PT Danantara Sumberdaya Indonesia atau DSI menjadi penyebab utama anjloknya Indeks Harga Saham Gabungan. Ia menegaskan pelemahan pasar lebih dipengaruhi sentimen global, termasuk rebalancing indeks Morgan Stanley Capital International atau MSCI.

Airlangga menyampaikan hal tersebut di Istana Kepresidenan, Jakarta Pusat, pada Jumat, 22 Mei 2026. Menurut dia, IHSG pada perdagangan pagi ini justru bergerak di zona hijau, sehingga koreksi yang terjadi sebelumnya dinilai sebagai bagian dari dinamika pasar yang wajar.

IHSG dan Sentimen Global

Airlangga menilai koreksi IHSG tidak bisa langsung dikaitkan dengan pembentukan DSI. Ia menyebut pasar saham saat ini sangat sensitif terhadap faktor eksternal, terutama perubahan arus modal global.

Menurut Airlangga, rebalancing MSCI turut memengaruhi pergerakan sejumlah emiten di bursa. Kondisi itu membuat sebagian investor melakukan penyesuaian portofolio dalam waktu singkat.

Ia menambahkan, koreksi di pasar merupakan hal yang lumrah dan tidak selalu mencerminkan masalah struktural. Karena itu, pelemahan yang terjadi pada perdagangan sebelumnya dinilai masih dalam batas kewajaran.

Penjelasan Airlangga

Airlangga menjelaskan bahwa pemerintah telah melakukan sosialisasi terkait badan yang dibentuk untuk mengelola ekspor komoditas strategis. Setelah sosialisasi dilakukan, ia mengklaim para pelaku usaha memahami arah kebijakan tersebut.

Ia menegaskan, respons dari pengusaha dalam negeri maupun luar negeri terbilang positif. Menurutnya, mereka juga menunjukkan kesiapan untuk bekerja sama dengan badan yang dibentuk pemerintah.

Airlangga menuturkan bahwa dukungan dari berbagai asosiasi menjadi sinyal penting bagi pelaksanaan kebijakan. Dengan demikian, pemerintah menilai tidak ada alasan untuk mengaitkan pembentukan DSI dengan tekanan pasar secara langsung.

Respons Pelaku Usaha

Airlangga menyebut hampir seluruh asosiasi menyambut baik kebijakan pemerintah. Ia mengatakan para pelaku usaha memahami tujuan pembentukan badan tersebut dalam tata kelola ekspor komoditas strategis.

Menurut dia, kerja sama dari dunia usaha akan membantu pemerintah menjaga kepastian kebijakan. Hal ini penting agar pelaksanaan program tidak menimbulkan kegaduhan di pasar.

Ia juga menilai komunikasi yang intensif dengan pelaku usaha menjadi kunci meredam spekulasi. Dengan penjelasan yang terbuka, pemerintah berharap pasar dapat melihat kebijakan itu secara lebih objektif.

Pergerakan IHSG Terkini

IHSG tercatat melemah 0,82 persen ke level 6.318,50 pada penutupan perdagangan Rabu, 20 Mei 2026. Pada pukul 11.19 WIB saat pidato Presiden Prabowo Subianto disampaikan, indeks bahkan sempat turun lebih dari 2 persen.

Pada perdagangan Kamis, 21 Mei 2026, IHSG kembali terkoreksi dan ditutup di level 6.094. Indeks itu turun 233 poin atau sekitar 3,54 persen.

Namun, pada penutupan perdagangan Jumat, IHSG kembali menguat ke kisaran 6.100-an. Penguatan sekitar 1,1 persen tersebut menunjukkan pasar masih bergerak fluktuatif mengikuti sentimen yang berkembang.

Komentar

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!