Pasutri Ini Ekspor Cokelat Kakao RI ke AS dan Hong Kong

Ekonomi Bisnis Dimas Rayyanza 22 Mei 2026 14:26 WIB 7
Pasutri Ini Ekspor Cokelat Kakao RI ke AS dan Hong Kong

Cokelat produksi dalam negeri kembali menarik perhatian pasar luar negeri melalui bisnis Cokelatin Signature milik pasangan suami istri Irena Surosoputra dan Nugroho Surosoputra. Usaha ini mengolah kakao asli Indonesia dari Jawa Timur dan Sulawesi Selatan menjadi produk cokelat yang dipasarkan ke sejumlah negara, termasuk Amerika Serikat, Arab Saudi, Taiwan, dan Hong Kong.

Irena mengatakan pasar utama bisnis tersebut masih berada di Indonesia, namun ekspor tetap berjalan meski dalam skala yang belum besar. Ia menyampaikan hal itu saat ditemui di Trade Expo Indonesia, ICE BSD, Tangerang, pada Kamis, 16 Oktober 2025.

Cokelat Asli Indonesia

Irena menuturkan, Cokelatin Signature lahir dari ketertarikannya pada minuman manis. Ia melihat cokelat Indonesia memiliki cita rasa yang kuat, lalu mencoba mengolahnya untuk konsumsi sendiri.

Hasil racikan awal itu kemudian diperkenalkan kepada rekan-rekan kantornya pada 2016, saat ia masih bekerja sebagai karyawan swasta. Respons yang diterima cukup baik, sehingga dorongan untuk mengembangkan usaha semakin besar.

Menurut Irena, nama Cokelatin berasal dari gabungan kata cokelat, Iren, dan Nugi. Ia menyebut nama itu dipilih karena ingin menghadirkan identitas yang dekat dengan produk dan memiliki makna personal.

Langkah Ekspor Bertahap

Ekspor menjadi salah satu target utama bisnis tersebut, meski kapasitas produksi masih terbatas. Irena menjelaskan, perusahaan memilih untuk tidak menjual bahan mentah, melainkan membawa merek Cokelatin Signature langsung ke pasar luar negeri.

Produk yang sudah berhasil masuk pasar internasional antara lain dikirim ke Boston di Amerika Serikat, Riyadh di Arab Saudi, Taiwan, dan Hong Kong. Namun, volume pengiriman masih disesuaikan dengan kemampuan produksi dan strategi bisnis yang dijalankan.

Irena menegaskan, langkah ekspor dilakukan secara bertahap agar kualitas produk tetap terjaga. Ia menilai pendekatan tersebut penting untuk menjaga konsistensi merek sekaligus memperkuat posisi cokelat Indonesia di pasar global.

Fokus Pada Minuman

Meski sudah memiliki produk cokelat bar, produksi terbesar Cokelatin Signature saat ini masih berasal dari bubuk minuman cokelat. Irena mengatakan, lini produk tersebut lebih sesuai dengan preferensi pribadinya dan lebih mudah diatur untuk pengiriman ekspor.

Ia menjelaskan, bubuk minuman cokelat lebih praktis dalam hal penyimpanan dan penanganan selama distribusi. Karena itu, produk tersebut menjadi andalan untuk memperluas pasar di dalam negeri maupun luar negeri.

Di sisi lain, pengembangan varian minuman tetap dilakukan agar merek tetap relevan dengan selera konsumen. Pendekatan itu juga dianggap membantu bisnis bertahan di tengah persaingan produk olahan kakao yang semakin ketat.

UMKM Dan Pasar Global

Kisah Cokelatin Signature menunjukkan bahwa produk UMKM berbasis bahan baku lokal memiliki peluang besar untuk menembus pasar internasional. Dengan strategi yang tepat, kakao asli Indonesia dapat diolah menjadi produk bernilai tambah tinggi.

Irena dan Nugroho membangun usaha dari skala kecil, lalu perlahan memperluas jangkauan pasar. Perjalanan itu memperlihatkan bahwa inovasi, konsistensi, dan keberanian mencoba menjadi modal penting dalam pengembangan bisnis pangan.

Keberhasilan menembus beberapa negara juga menjadi sinyal positif bagi pelaku usaha lain yang ingin membawa produk lokal ke tingkat global. Selama kualitas terjaga dan strategi ekspor disiapkan dengan baik, produk Indonesia memiliki peluang bersaing di pasar dunia.

Komentar

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!