Pasutri Cokelatin Signature Ekspor Minuman Kakao RI

Ekonomi Bisnis Gilang Nabaris 22 Mei 2026 21:19 WIB 6
Pasutri Cokelatin Signature Ekspor Minuman Kakao RI

Jakarta - Cokelat racikan dari kakao asli Indonesia terus menarik perhatian pasar luar negeri, seiring upaya pelaku usaha lokal memperkuat brand dan kualitas produk. Salah satu yang menonjol adalah Cokelatin Signature, bisnis milik pasangan suami istri Irena Surosoputra dan Nugroho Surosoputra, yang kini telah menembus pasar Amerika Serikat, Arab Saudi, Taiwan, dan Hong Kong.

Meski pasar domestik masih menjadi tulang punggung penjualan, pasangan ini memilih menjaga identitas produk dengan tidak mengekspor bahan mentah. Mereka mengandalkan olahan kakao dari Jawa Timur dan Sulawesi Selatan, lalu membawanya ke pameran dagang seperti Trade Expo Indonesia di ICE BSD, Tangerang.

Cokelat Indonesia Menembus Pasar

Irena menjelaskan ekspor yang dilakukan Cokelatin Signature saat ini masih dalam skala terbatas. Kendala utama bukan pada minat pasar, melainkan kapasitas produksi yang belum besar.

Perusahaan tetap mempertahankan prinsip untuk tidak menjual bahan mentah ke luar negeri. Dengan model itu, produk dibawa sebagai merek jadi yang merepresentasikan cita rasa cokelat Indonesia.

Menurut Irena, langkah tersebut penting agar nilai tambah tetap berada di dalam negeri. Selain itu, strategi ini juga membantu membangun citra cokelat Indonesia di pasar internasional.

Berawal Dari Kebiasaan Pribadi

Kisah bisnis ini bermula dari kegemaran Irena terhadap minuman manis. Dari kebiasaan itu, ia mulai bereksperimen membuat olahan cokelat untuk konsumsi sendiri.

Ia kemudian menyadari bahwa cokelat asal Indonesia memiliki cita rasa yang kuat dan berpotensi disukai banyak orang. Hasil racikannya pun sempat dibagikan kepada rekan kerja dan mendapat respons positif.

Pada 2016, saat masih bekerja sebagai karyawan swasta, Irena mulai menekuni usaha tersebut dengan serius. Dari situ, ia dan sang suami belajar mengenal bisnis, UMKM, hingga cara membangun merek.

Fokus Pada Minuman Cokelat

Cokelatin Signature kini tidak hanya menghadirkan bubuk minuman cokelat, tetapi juga cokelat bar. Namun, produksi terbesar masih berada pada kategori bubuk minuman karena dinilai lebih sesuai dengan karakter bisnis mereka.

Irena menuturkan bahwa produk minuman lebih mudah diproduksi dalam jumlah besar untuk kebutuhan ekspor. Selain itu, bentuk bubuk juga lebih praktis dalam proses pengiriman dan penanganan.

Orientasi bisnis tersebut sejalan dengan strategi memperluas pasar tanpa meninggalkan kekuatan utama merek. Dengan begitu, produk dapat menjangkau konsumen domestik sekaligus memperkuat kehadiran di luar negeri.

Strategi Ekspor Berbasis Merek

Dalam menghadapi pasar global, Cokelatin Signature menempatkan identitas merek sebagai kekuatan utama. Pendekatan ini membuat produk tidak hanya dipandang sebagai komoditas, tetapi juga sebagai produk bernilai tambah.

Irena menyebut, membangun merek yang kuat penting agar konsumen memahami kualitas dan asal bahan baku. Dengan begitu, cokelat Indonesia dapat bersaing di tengah produk serupa dari negara lain.

Kehadiran mereka di Trade Expo Indonesia juga menjadi bagian dari upaya memperluas jejaring bisnis. Ajang tersebut membuka peluang bagi pelaku UMKM untuk memperkenalkan produk lokal kepada pembeli internasional.

Komentar

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!