OJK: IHSG Terkoreksi, Prospek Investasi Tetap Kuat

Forex & Saham Fajar Nugraha Utama 29 Mei 2026 23:38 WIB 5
OJK: IHSG Terkoreksi, Prospek Investasi Tetap Kuat

Ketua Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan, Friderica Widyasari Dewi, mengatakan Indeks Harga Saham Gabungan atau IHSG saat ini tengah mengalami koreksi. Ia menyebut tekanan tersebut tidak lepas dari berbagai tantangan global yang memengaruhi sentimen pasar. Meski demikian, OJK menilai prospek investasi di Indonesia tetap menjanjikan dalam jangka panjang. Penilaian itu didasarkan pada fundamental ekonomi nasional yang masih terjaga dengan baik.

Friderica menyampaikan pandangan itu dalam Konferensi Nasional Pengembangan Ekonomi Daerah Tahun 2026 di Jakarta, Senin, 25 Mei 2026. Menurut dia, reformasi integritas di sektor pasar modal juga menjadi bagian penting dalam menjaga kepercayaan investor. Karena itu, OJK terus mendorong penguatan pasar agar tetap resilien menghadapi tekanan eksternal. Ia menegaskan bahwa investasi di Indonesia sebaiknya dipandang sebagai keputusan jangka panjang.

IHSG dan Prospek Pasar Modal

Friderica menjelaskan bahwa koreksi IHSG merupakan bagian dari dinamika pasar yang wajar. Kondisi itu, menurut dia, terjadi seiring berbagai perkembangan global yang menekan bursa di banyak negara. Namun, ia menilai pasar modal Indonesia tetap memiliki ruang untuk tumbuh. Hal tersebut didukung oleh fondasi ekonomi domestik yang relatif kuat.

Ia menekankan bahwa investor perlu melihat arah pembangunan ekonomi secara lebih luas. Dalam pandangannya, penguatan fundamental menjadi kunci bagi keberlanjutan pasar modal. OJK, kata dia, terus menjalankan reformasi agar pasar tetap sehat dan transparan. Dengan begitu, kepercayaan publik terhadap instrumen investasi dapat terus terjaga.

Friderica juga mengingatkan bahwa investasi di pasar modal sebaiknya tidak dilihat hanya dari pergerakan harian. Ia menilai horizon jangka panjang lebih relevan untuk membaca potensi pertumbuhan. Di tengah volatilitas global, ketahanan ekonomi nasional menjadi penopang utama. Karena itu, koreksi IHSG tidak otomatis mengubah prospek investasi di Indonesia.

Penguatan Ekonomi dan UMKM

OJK menyebut pertumbuhan ekonomi nasional akan terus dipercepat melalui sejumlah program strategis pemerintah. Di sisi lain, lembaga tersebut berkomitmen memperkuat daya tahan sektor jasa keuangan. Friderica menilai ketahanan sektor keuangan penting untuk menjaga stabilitas pembiayaan. Stabilitas itu juga dibutuhkan agar dunia usaha tetap bergerak.

Salah satu fokus utama OJK adalah penguatan ekosistem dan pembiayaan UMKM. Untuk mendukung agenda itu, OJK baru membentuk departemen khusus pengembangan UMKM. Langkah tersebut diharapkan membuat akses pembiayaan bagi pelaku usaha kecil menjadi lebih luas. Dengan dukungan yang tepat, UMKM dapat menjadi motor pertumbuhan ekonomi daerah.

Friderica menilai penguatan UMKM tidak hanya berdampak pada pelaku usaha, tetapi juga pada perluasan lapangan kerja. Selain itu, pembiayaan yang inklusif dapat mendorong pemerataan ekonomi di berbagai wilayah. OJK melihat sektor ini sebagai salah satu pilar penting dalam memperkuat daya tahan ekonomi nasional. Karena itu, dukungan terhadap UMKM akan terus menjadi prioritas kebijakan.

Pendalaman Pasar Keuangan

Selain UMKM, OJK menyoroti pentingnya pendalaman pasar keuangan sebagai sumber pembiayaan pembangunan. Menurut Friderica, kebutuhan pembiayaan daerah akan semakin besar seiring meningkatnya aktivitas ekonomi. Oleh sebab itu, instrumen pasar keuangan perlu diperluas agar pilihan pendanaan lebih beragam. Pendalaman pasar juga dinilai dapat mengurangi ketergantungan pada sumber pembiayaan konvensional.

Salah satu opsi yang didorong adalah pengembangan obligasi daerah. Instrumen tersebut dipandang berpotensi menjadi sumber pembiayaan pembangunan di wilayah. Dengan mekanisme yang tepat, pemerintah daerah dapat memperoleh alternatif pendanaan yang lebih terstruktur. Hal ini sekaligus membuka peluang bagi pasar modal untuk berkontribusi lebih besar.

Friderica menekankan bahwa pengembangan instrumen keuangan daerah harus dilakukan secara hati-hati dan akuntabel. Transparansi menjadi syarat penting agar pasar tetap dipercaya investor. Ia menambahkan bahwa kualitas tata kelola akan menentukan keberhasilan pendalaman pasar. Jika dikelola baik, obligasi daerah dapat menjadi instrumen yang bermanfaat bagi pembangunan.

Ekonomi Hijau dan Digital

OJK juga mendorong ekonomi hijau sebagai bagian dari transformasi ekonomi nasional. Friderica menilai agenda tersebut harus berjalan seiring dengan penguatan keuangan digital yang aman dan berintegritas. Menurut dia, pengembangan ekonomi modern tidak dapat optimal tanpa dukungan teknologi keuangan. Karena itu, sektor keuangan digital perlu dibangun dengan kerangka pengawasan yang kuat.

Ia menyebut keuangan digital kini menjadi bagian penting dalam memperluas akses layanan keuangan. Peran teknologi, kata dia, semakin besar dalam mendorong efisiensi dan konektivitas transaksi. Namun, inovasi tersebut harus tetap dibarengi perlindungan terhadap konsumen dan stabilitas sistem. OJK berkomitmen menjaga keseimbangan antara inovasi dan kehati-hatian.

Friderica menegaskan bahwa arah pengembangan sektor keuangan harus selaras dengan kebutuhan pertumbuhan yang berkelanjutan. Ekonomi hijau, digitalisasi, dan penguatan integritas pasar dinilai saling melengkapi. Dengan kombinasi tersebut, Indonesia diyakini mampu menjaga momentum pembangunan ekonomi. OJK optimistis reformasi yang berjalan akan memperkuat daya saing pasar modal nasional.

Tag Terkait
#IHSG#OJK#pasar modal

Komentar

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!