Nicholas Galitzine Jalani Diet Ekstrem Demi Peran He-Man

Lifestyle Nadia Safira Putri 23 Mei 2026 11:32 WIB 6
Nicholas Galitzine Jalani Diet Ekstrem Demi Peran He-Man

Nicholas Galitzine menjalani transformasi fisik besar-besaran demi memerankan He-Man dalam film Masters of the Universe. Aktor asal Inggris itu mengaku menempuh latihan intens setiap hari dan mengubah pola makan secara drastis untuk membangun tubuh berisi dan berotot.

Dalam wawancara dengan E! News, bintang Red, White & Royal Blue itu mengatakan target awal persiapan film adalah menambah massa tubuh dalam waktu singkat. Ia bahkan menyebut sempat mengonsumsi hingga 5.000 kalori per hari untuk mendukung proses tersebut.

Diet ekstrem untuk He-Man

Nicholas menjelaskan bahwa proses pembentukan tubuh dilakukan dengan pendekatan yang sangat disiplin. Ia harus menyesuaikan asupan kalori, latihan beban, dan ritme pemulihan tubuh secara ketat. Semua itu dijalankan untuk mendekati fisik tokoh ikonik He-Man.

Pola makan tinggi kalori menjadi bagian penting dari program tersebut. Ia mengaku pada fase tertentu bisa mengonsumsi hingga 5.000 kalori dalam sehari. Langkah ini dilakukan agar tubuhnya cepat bertambah besar dan proporsional.

Meski terdengar ekstrem, program itu disusun sesuai kebutuhan produksi film. Tujuannya bukan sekadar menambah berat badan, tetapi juga membangun bentuk otot yang terlihat meyakinkan di layar. Karena itu, menu makanan dan jadwal latihan terus dievaluasi.

Transformasi ini menunjukkan tuntutan fisik yang tinggi dalam industri film laga. Seorang aktor tidak hanya dituntut tampil meyakinkan secara akting, tetapi juga secara visual. Nicholas pun harus beradaptasi dengan perubahan yang berlangsung cepat selama proses persiapan.

Latihan intens setiap hari

Selain diet, Nicholas menjalani latihan intens setiap hari sepanjang pekan. Ia menyebut rutinitas itu dijalankan tanpa banyak jeda, terutama pada tahap awal persiapan. Fokus utamanya adalah meningkatkan ukuran tubuh secepat mungkin.

Latihan beban menjadi bagian utama dari program tersebut. Ia bahkan menyebut bisa berlatih selama tiga jam dalam sehari. Setelah itu, tubuhnya tetap harus dijaga agar pemulihan berjalan optimal.

Program latihan itu tidak bersifat statis, karena terus disesuaikan dengan kebutuhan syuting. Nicholas mengatakan pendekatannya berubah seiring proses produksi berjalan. Hal ini membuat persiapan fisiknya harus fleksibel namun tetap terarah.

Menurut Nicholas, waktu persiapan sebenarnya terasa sangat singkat. Ia menilai idealnya karakter seperti He-Man dipersiapkan jauh lebih awal. Namun, kondisi produksi membuat penyesuaian harus dilakukan dalam tempo cepat.

Perubahan program saat syuting

Di fase awal, tim pelatih dan produksi memusatkan perhatian pada penambahan massa tubuh. Pendekatan ini dipilih agar tubuh Nicholas terlihat kuat dan penuh. Prioritas tersebut menjadi dasar dari seluruh rutinitas fisiknya.

Seiring berjalannya syuting, strategi latihan mulai diubah agar lebih efisien. Penyesuaian dilakukan supaya Nicholas tidak kehilangan bentuk tubuh yang sudah dibangun. Dengan begitu, performanya tetap terjaga selama produksi berlangsung.

Perubahan program itu menunjukkan bahwa kebutuhan fisik aktor dapat berkembang dari waktu ke waktu. Pada tahap tertentu, yang diperlukan bukan lagi sekadar ukuran, melainkan ketahanan dan konsistensi. Kedua aspek itu penting untuk mendukung adegan demi adegan.

Nicholas mengaku proses tersebut menuntut komitmen penuh. Ia harus menjaga pola hidup, latihan, dan makanan secara bersamaan. Tanpa disiplin, hasil yang diharapkan akan sulit tercapai.

Transformasi fisik di layar

Peran He-Man menempatkan Nicholas pada ekspektasi visual yang tinggi. Karakter ini dikenal memiliki tubuh besar, berotot, dan kuat. Karena itu, transformasi fisik menjadi bagian yang tidak bisa dipisahkan dari peran tersebut.

Penggemar film tentu akan membandingkan penampilan Nicholas dengan gambaran karakter aslinya. Hal itu membuat persiapan fisik menjadi sorotan tambahan di luar akting. Namun, Nicholas tampak siap menjawab tantangan itu melalui kerja kerasnya.

Perubahan tubuh yang dijalani juga mencerminkan dedikasi seorang aktor terhadap proyek besar. Untuk mencapai hasil maksimal, ia rela mengikuti jadwal latihan dan diet yang berat. Proses tersebut menunjukkan bahwa persiapan film bisa sangat menuntut.

Dengan tubuh yang dibangun secara khusus, Nicholas diharapkan mampu memberi penampilan yang sesuai dengan karakter legendaris itu. Transformasi ini sekaligus memperkuat antusiasme publik terhadap Masters of the Universe. Film tersebut kini mendapat perhatian bukan hanya karena ceritanya, tetapi juga karena perubahan fisik sang pemeran utama.

Komentar

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!