Momen Hidung Denada dan Rina Nose Viral di Pesta Soimah

Lifestyle Nadia Safira Putri 29 Mei 2026 20:06 WIB 3
Momen Hidung Denada dan Rina Nose Viral di Pesta Soimah

Pesta pernikahan putra sulung Soimah, Aksa Uyun Dananjaya, di Pendopo Tulungo, Yogyakarta, menjadi sorotan publik karena dihadiri sejumlah pesohor tanah air. Di tengah suasana adat Jawa yang meriah, momen Denada dan Rina Nose yang bercanda dengan aksi perang hidung justru mencuri perhatian warganet.

Video kebersamaan keduanya menyebar luas setelah Irfan Hakim mengunggah momen itu di media sosial. Keduanya sama-sama baru menjalani prosedur operasi plastik pada bagian hidung, sehingga pertemuan tersebut langsung menjadi bahan perbincangan di dunia maya.

Viralnya momen perang hidung

Momen perang hidung itu muncul dari suasana santai di sela acara keluarga besar Soimah. Denada dan Rina Nose terlihat akrab ketika berinteraksi di depan kamera. Gestur bercanda keduanya kemudian menjadi perhatian karena dinilai lucu sekaligus unik.

Irfan Hakim menjadi salah satu saksi yang mengabadikan peristiwa tersebut. Ia lalu membagikan potret kebersamaan itu melalui akun media sosial pribadinya. Unggahan tersebut dengan cepat menarik respons warganet karena dinilai menghadirkan sisi lain dari pesta yang penuh kemeriahan.

Menurut Denada, momen itu terasa spontan dan tidak dibuat-buat. Ia menyebut perhatian publik terhadap interaksi tersebut datang karena keduanya sama-sama baru memperbarui penampilan. Dalam waktu singkat, potongan video dan foto itu menyebar luas di berbagai platform digital.

Respons Denada dan Irfan

Denada menanggapi viralnya unggahan itu dengan santai saat ditemui di Studio Trans7, Warung Buncit, Jakarta Selatan. Ia menyebut momen tersebut memang terlihat seru karena hidung keduanya seolah saling berhadapan. Unggahan Irfan Hakim bahkan disebutnya langsung meledak di media sosial.

Denada mengaku terkejut karena unggahan itu menembus angka tontonan yang sangat tinggi. Ia menyebut jumlah view-nya mencapai sekitar satu setengah juta. Respons tersebut menunjukkan besarnya perhatian publik terhadap figur yang hadir di acara pernikahan Soimah.

Irfan Hakim sendiri mengaku ikut terkejut melihat hasil transformasi dua sahabatnya itu. Ia menilai penampilan Denada dan Rina Nose kini tampak lebih segar. Menurutnya, perubahan tersebut membuat keduanya terlihat lebih muda dan percaya diri.

Alasan menjalani operasi

Bagi Denada, prosedur kecantikan yang dijalani bukan sekadar mengikuti tren. Ia menilai keputusan itu berkaitan erat dengan rasa percaya diri saat bekerja. Sikap tersebut menunjukkan bahwa perubahan penampilan baginya memiliki tujuan yang lebih personal.

Ia menegaskan bahwa yang terpenting adalah merasa nyaman dan bahagia dengan pilihan yang diambil. Denada juga menyampaikan bahwa kebahagiaan batin memberi pengaruh besar terhadap dirinya. Karena itu, perubahan pada bagian hidung dipandang sebagai langkah yang ia yakini sendiri.

Pengakuan Denada itu memperlihatkan bahwa keputusan menjalani prosedur estetika tidak selalu lahir dari dorongan publik. Ada pertimbangan emosional, profesional, dan pribadi yang ikut memengaruhi. Dalam konteks ini, rasa percaya diri menjadi alasan utama yang ia kedepankan.

Respon publik dan media sosial

Viralnya momen Denada dan Rina Nose menambah daftar peristiwa hiburan yang cepat menyebar di media sosial. Publik menyoroti bukan hanya candaan mereka, tetapi juga perubahan penampilan yang terlihat jelas. Perbincangan tersebut kemudian meluas ke berbagai lini masa dan grup percakapan.

Banyak warganet menilai interaksi keduanya menghadirkan hiburan di tengah derasnya informasi digital. Sementara itu, sebagian lain menyoroti bagaimana unggahan singkat dapat memicu perhatian besar. Fenomena ini menunjukkan bahwa momen ringan dari acara sosial tetap punya daya tarik tinggi.

Di balik ramainya respons publik, pertemuan Denada dan Rina Nose tetap memperlihatkan hubungan pertemanan yang akrab. Kejadian itu menjadi contoh bagaimana sebuah momen sederhana bisa berubah menjadi sorotan nasional. Dalam dunia hiburan, kedekatan personal dan kehadiran media sosial kerap menjadi kombinasi yang sangat kuat.

Komentar

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!