Mengenal Bahaya Kambo Setelah Kematian Wellness Coach Inggris

Lifestyle Anindya Kirana Putri 29 Mei 2026 18:53 WIB 6
Mengenal Bahaya Kambo Setelah Kematian Wellness Coach Inggris

Seorang wellness coach asal Inggris, Kristian Trend, meninggal dunia setelah diduga mengikuti ritual pembersihan diri menggunakan pengobatan alternatif Kambo di Leicester. Pria berusia 40 tahun itu disebut menjalani praktik tersebut sebulan lalu, sebelum akhirnya dinyatakan meninggal pada periode yang belum diungkap secara rinci. Kambo dikenal berasal dari cairan sekresi kulit katak Amazon yang bersifat beracun. Kasus ini memicu sorotan baru terhadap risiko serius di balik ritual yang masih dapat diperoleh secara legal di Inggris.

Sebelum meninggal, Kristian sempat mengatakan kepada keluarganya bahwa ia ingin melakukan proses cleansing karena merasa sangat spiritual. Sang ibu, Angie Trend, mengaku putranya juga rutin mengonsumsi vitamin dan aktif membagikan tips kesehatan di media sosial. Namun, hasil pemeriksaan resmi belum diterima keluarga, sehingga penyebab pasti kematian masih menunggu kepastian medis. Angie mengatakan dirinya masih berduka dan belum sanggup menerima kepergian anaknya.

Kambo dan Risiko Kesehatan

Kambo adalah cairan yang diambil dari sekresi kulit giant monkey tree frog, katak yang hidup di wilayah Amazon. Dalam praktiknya, cairan itu dioleskan ke luka kecil pada kulit setelah peserta lebih dulu dibakar atau dilukai. Metode tersebut diyakini sebagian orang mampu membersihkan tubuh dari racun dan energi buruk. Namun, sejumlah otoritas kesehatan menilai ritual ini berisiko tinggi karena dapat memicu reaksi tubuh yang ekstrem.

Zat dalam Kambo diketahui bersifat beracun dan telah dilarang di beberapa negara. Risiko yang dikaitkan dengan praktik ini mencakup muntah hebat, dehidrasi, gangguan irama jantung, hingga komplikasi yang lebih fatal. Sejumlah laporan kematian langka juga pernah muncul dan membuat otoritas di Australia melarang praktik tersebut. Kondisi itu memperkuat kekhawatiran bahwa penggunaan Kambo tidak dapat dianggap sebagai perawatan kesehatan yang aman.

Meski demikian, Kambo masih dapat diperoleh secara legal di Inggris, sehingga praktiknya tetap memiliki ruang di pasar alternatif. Celah ini membuat masyarakat perlu lebih kritis terhadap klaim kesehatan yang tidak didukung bukti medis kuat. Dalam kasus Kristian, keluarga menduga ia menjalani ritual tersebut secara sukarela untuk tujuan penyembuhan diri. Hingga kini, belum ada keterangan resmi yang memastikan apakah Kambo menjadi penyebab langsung kematiannya.

Perjalanan Hidup Kristian Trend

Kristian Trend dikenal sebagai wellness coach yang aktif mempromosikan gaya hidup sehat melalui media sosial. Ia juga sempat meluncurkan minuman pengganti kopi berbahan nabati yang dipasarkan sebagai pilihan lebih sehat. Dalam akun Instagram bernama Kristian The Feel Good Guy, ia kerap berbagi pandangan tentang kesehatan dan kebugaran. Aktivitas itu membuat dirinya dikenal di lingkungan yang menaruh perhatian pada spiritualitas dan perawatan alternatif.

Sebelum wafat, Kristian disebut pernah berjuang melawan kanker Burkitt lymphoma. Ia berhasil sembuh setelah menjalani perawatan intensif selama empat bulan di rumah sakit. Pengalaman tersebut diduga membentuk pandangannya terhadap kesehatan dan pemulihan diri. Namun, keputusan mengikuti ritual Kambo justru berujung tragis dan mengejutkan keluarga.

Angie menyampaikan bahwa putranya seharusnya merayakan ulang tahun seminggu setelah meninggal. Ia juga telah menyiapkan hadiah untuk Kristian, yang kini tidak sempat menerimanya. Kisah itu menambah duka keluarga yang masih menunggu penjelasan medis resmi. Bagi Angie, kehilangan tersebut terasa semakin berat karena terjadi di tengah harapan sederhana untuk merayakan hari lahir sang anak.

Ritual Kambo di Inggris

Ritual Kambo selama ini kerap dipasarkan sebagai metode pembersihan tubuh dan jiwa. Di sejumlah komunitas alternatif, praktik itu dikaitkan dengan detoksifikasi, peningkatan energi, dan pelepasan emosi negatif. Akan tetapi, klaim tersebut belum memiliki dasar ilmiah yang cukup untuk membenarkan penggunaannya sebagai terapi. Karena itu, para ahli kesehatan menganjurkan masyarakat berhati-hati terhadap promosi yang terdengar meyakinkan namun tidak teruji.

Kasus Kristen, yang diduga menjadi korban pertama asal Inggris yang meninggal terkait Kambo, menyoroti lemahnya pengawasan terhadap praktik semacam ini. Selama zat tersebut masih legal diperoleh, masyarakat berisiko menganggapnya aman tanpa memahami efek sampingnya. Padahal, bahan yang berasal dari hewan liar ini tidak memiliki standar keamanan seperti obat medis. Situasi tersebut membuat edukasi publik menjadi sangat penting untuk mencegah kejadian serupa.

Dalam konteks kesehatan masyarakat, penggunaan pengobatan alternatif seharusnya tetap dibatasi oleh pengetahuan medis yang memadai. Setiap prosedur yang melukai kulit dan memasukkan zat beracun ke tubuh perlu dipertanyakan secara serius. Keluarga Kristian kini menunggu hasil pemeriksaan resmi untuk mengetahui penyebab pasti kematian. Sampai hasil itu keluar, kasus ini menjadi peringatan keras tentang bahaya ritual kesehatan yang tidak jelas keamanannya.

Larang Kambo dan Edukasi Publik

Larangan Kambo di beberapa negara muncul setelah bukti risiko kesehatan terus bertambah. Australia menjadi salah satu negara yang mengambil langkah tegas setelah muncul kematian langka yang dikaitkan dengan ritual tersebut. Kebijakan seperti ini menunjukkan bahwa otoritas kesehatan menilai ancaman Kambo bukan sekadar spekulasi. Di sisi lain, legalitas di Inggris menimbulkan pertanyaan tentang perlindungan konsumen di sektor kesehatan alternatif.

Kasus Kristian Trend dapat menjadi pengingat bagi masyarakat untuk tidak mudah tergiur klaim penyembuhan instan. Setiap prosedur yang berkaitan dengan racun, luka terbuka, dan reaksi tubuh ekstrem sebaiknya hanya dinilai melalui pertimbangan medis. Keluarga korban juga perlu mendapat dukungan informasi yang jelas agar tidak terjebak dalam asumsi yang keliru. Transparansi hasil pemeriksaan akan sangat membantu memahami apakah Kambo berperan dalam kematian tersebut.

Di tengah maraknya promosi gaya hidup sehat, edukasi tentang keamanan terapi alternatif semakin penting. Masyarakat perlu membedakan antara praktik kebugaran, tradisi budaya, dan tindakan yang berpotensi membahayakan nyawa. Kasus ini memperlihatkan bahwa label alami tidak selalu berarti aman bagi tubuh. Karena itu, keputusan terkait kesehatan sebaiknya selalu didasarkan pada saran tenaga medis dan bukti ilmiah yang kredibel.

Komentar

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!