Telkom Resmikan Kabel Laut Pukpuk, Hubungkan Indonesia-PNG

Teknologi BRH 01 Juni 2026 00:29 WIB 4
Telkom Resmikan Kabel Laut Pukpuk, Hubungkan Indonesia-PNG

Telkom meresmikan kabel laut Pukpuk yang menghubungkan Indonesia dengan Papua Nugini di Telkom Witel Jayapura, Papua, pada Jumat, 8 Mei 2026. Infrastruktur telekomunikasi tersebut menjadi kabel laut lintas batas pertama di kawasan Asia-Pasifik yang tersambung langsung antara dua negara. Proyek ini dinilai penting untuk memperkuat konektivitas digital di Indonesia Timur sekaligus membuka jalur baru menuju pasar regional.

Peresmian dihadiri Wakil Menteri Komunikasi dan Digital RI Angga Raka Prabowo, Direktur Utama Telkom Dian Siswarini, perwakilan Konsul Papua Nugini di Jayapura Leon Galemo, perwakilan Gubernur Papua Christian Sohilait, serta CEO PNG DataCo Paul Komboi. Kehadiran para pemangku kepentingan itu menegaskan besarnya nilai strategis proyek tersebut bagi kerja sama digital lintas negara. Telkom menempatkan Pukpuk sebagai bagian dari upaya menghadirkan infrastruktur berkelas dunia.

Konektivitas Kabel Laut

Dian Siswarini mengatakan kabel laut Pukpuk menjadi bukti bahwa TelkomGroup melalui Telin mampu menjembatani kesenjangan digital antarnegara. Ia menegaskan bahwa tidak boleh ada satu pun wilayah Indonesia yang tertinggal dalam era digital. Menurut dia, konektivitas yang kuat akan membuka peluang kolaborasi yang lebih luas di tingkat regional maupun global.

Ia juga menyebut proyek ini sebagai tonggak penting dalam penguatan infrastruktur digital di Papua. Kehadiran kabel laut tersebut diharapkan memberi manfaat langsung bagi masyarakat, pelaku usaha, dan layanan publik. Telkom ingin memastikan wilayah timur Indonesia terhubung lebih baik dengan pusat-pusat ekonomi digital.

Dian menambahkan bahwa TelkomGroup terus berkomitmen menghadirkan jaringan yang andal dan modern. Pukpuk diposisikan sebagai salah satu langkah nyata untuk memperkuat ekosistem konektivitas nasional. Dengan begitu, Indonesia Timur tidak hanya menjadi penonton, tetapi ikut terlibat aktif dalam arus transformasi digital.

Menurut Telkom, keberadaan Pukpuk juga mempertegas posisi Indonesia dalam ekosistem konektivitas Asia-Pasifik. Jalur lintas batas ini diharapkan menjadi landasan kerja sama teknologi yang lebih intensif dengan Papua Nugini. Dari sisi strategis, proyek tersebut menambah daya saing infrastruktur digital nasional.

Jalur Dan Panjang Kabel

Sistem komunikasi kabel laut atau SKKL Pukpuk memiliki panjang jaringan sekitar 850 kilometer. Jalur tersebut dirancang untuk menghubungkan Jayapura dengan wilayah perbatasan Indonesia, lalu diteruskan ke Vanimo dan Madang di Papua Nugini. Skema ini memperlihatkan karakter proyek yang bersifat lintas negara dan berorientasi jangka panjang.

Rinciannya, jalur Jayapura hingga perbatasan Indonesia mencapai sekitar 30 kilometer. Dari perbatasan menuju Vanimo, panjangnya sekitar 50 kilometer. Adapun jalur dari perbatasan menuju Madang mencapai 770 kilometer.

Pemilihan jalur itu bertujuan memastikan konektivitas dapat menjangkau area yang lebih luas di Papua Nugini. Pada saat yang sama, Indonesia memperoleh akses infrastruktur yang lebih kuat di kawasan timur. Rangkaian jalur tersebut menjadi fondasi penting bagi peningkatan kualitas jaringan antarwilayah.

Proyek Pukpuk sendiri mulai dikerjakan pada 2016 dan rampung pada 2022. Setelah melalui serangkaian persiapan teknis, jaringan ini mulai beroperasi pada April 2026. Masa pengerjaan yang panjang menunjukkan kompleksitas pembangunan infrastruktur bawah laut lintas batas.

Makna Strategis Bagi Kawasan

Wakil Menteri Komunikasi dan Digital RI Angga Raka Prabowo hadir meresmikan proyek tersebut di Jayapura. Kehadirannya mencerminkan dukungan pemerintah terhadap penguatan infrastruktur digital di wilayah timur Indonesia. Pemerintah menilai konektivitas seperti ini penting untuk pemerataan pembangunan nasional.

Proyek kabel laut lintas batas juga dipandang sebagai simbol kerja sama yang lebih erat antara Indonesia dan Papua Nugini. Infrastruktur digital tidak lagi hanya menjadi urusan teknis, tetapi juga bagian dari diplomasi ekonomi dan regional. Dalam konteks itu, Pukpuk memperluas ruang interaksi antarnegara di era digital.

Bagi Papua, proyek ini berpotensi mempercepat akses komunikasi dan layanan berbasis internet. Konektivitas yang lebih baik dapat mendukung aktivitas pendidikan, perdagangan, hingga pelayanan publik. Dampaknya diharapkan terasa lebih luas pada masyarakat di kawasan timur.

Di tingkat regional, Pukpuk menandai langkah Indonesia untuk mengambil peran lebih besar dalam jaringan digital Asia-Pasifik. Telkom menilai keberadaan infrastruktur ini menjadi bukti bahwa Indonesia mampu menghadirkan solusi konektivitas yang kompetitif. Dengan dukungan teknologi yang memadai, peluang kolaborasi digital lintas batas dapat berkembang lebih cepat.

Komitmen TelkomGroup

TelkomGroup menyebut Pukpuk sebagai bagian dari strategi memperkuat infrastruktur digital nasional dan regional. Melalui Telin, perusahaan berupaya menghadirkan jaringan yang bukan hanya cepat, tetapi juga andal dan berkelanjutan. Langkah ini sejalan dengan kebutuhan era digital yang semakin menuntut koneksi lintas wilayah.

Pihak perusahaan menegaskan komitmen untuk terus memperluas jangkauan infrastruktur telekomunikasi. Fokusnya adalah memastikan wilayah yang selama ini belum optimal terlayani dapat memperoleh akses yang lebih baik. Dalam praktiknya, pembangunan kabel laut menjadi salah satu instrumen penting untuk mencapai tujuan tersebut.

Keberhasilan Pukpuk juga dinilai memperkuat citra TelkomGroup sebagai penyedia infrastruktur digital berkelas dunia. Proyek ini menunjukkan kemampuan perusahaan dalam mengelola jaringan dengan tantangan geografis yang tidak sederhana. Selain itu, kerja sama lintas negara membuka ruang bagi inovasi konektivitas di masa depan.

Dengan beroperasinya Pukpuk, Indonesia memiliki tambahan jalur strategis untuk memperkuat hubungan digital dengan Papua Nugini. Infrastruktur ini bukan hanya memperpendek jarak komunikasi, tetapi juga memperluas peluang ekonomi digital. Dari Jayapura, konektivitas baru itu kini resmi menjadi bagian dari peta telekomunikasi kawasan.

Komentar

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!