Kisah UliMus, Usaha Bawang Goreng Crispy dari Rumah

Ekonomi Bisnis Dimas Rayyanza 01 Juni 2026 00:30 WIB 2
Kisah UliMus, Usaha Bawang Goreng Crispy dari Rumah

Peluang usaha kerap lahir dari kebutuhan sederhana di rumah, dan hal itu dialami Romauli Sri Astuti Sitoris, 40 tahun. Pada 2022, perempuan yang akrab disapa Uli itu mendirikan usaha bawang goreng crispy bernama UliMus setelah melihat produk olahannya disukai anak dan teman-temannya di pesantren.

Berawal dari anak yang tidak menyukai bawang goreng sebagai pelengkap makanan, Uli mencoba menghadirkan camilan berbahan dasar bawang yang lebih menarik. Dari inisiatif kecil itu, usaha rumahan tersebut justru berkembang menjadi sumber penghasilan baru bagi keluarganya di tengah tekanan ekonomi pascapandemi.

Awal Bawang Goreng Crispy

Uli mulai bereksperimen membuat bawang goreng crispy setelah melihat anaknya kurang menyukai bawang goreng biasa. Ia kemudian mengolah bawang menjadi camilan dengan rasa yang lebih variatif, seperti barbeque dan balado. Hasilnya, produk itu bukan hanya disukai sang anak, tetapi juga menarik minat teman-temannya di pondok pesantren.

Setiap kali menjenguk anaknya di pesantren yang berlokasi di Parung, Uli membawa stok bawang goreng buatannya. Produk tersebut dititipkan kepada anaknya untuk dibagikan dan dijual kepada teman-teman di sana. Dari situ, pesanan mulai berdatangan secara rutin setiap bulan.

Pengalaman sederhana itu membuat Uli menyadari bahwa produknya memiliki potensi pasar yang menjanjikan. Ia melihat adanya peluang untuk menjadikan bawang goreng crispy bukan sekadar pelengkap makanan, melainkan camilan bernilai jual. Dari kebiasaan membawa stok ke pesantren, muncul keyakinan untuk mengembangkan usaha secara lebih serius.

Nama UliMus dipilih dari gabungan nama Uli dan Mustofa, suaminya, sebagai identitas usaha keluarga. Penamaan itu menjadi simbol keterlibatan keduanya dalam membangun bisnis dari bawah. Sejak awal, usaha ini memang tumbuh dari kebutuhan rumah tangga dan dukungan orang terdekat.

Modal Kecil, Tekad Besar

Keputusan untuk menekuni usaha bawang goreng secara serius diambil setelah Uli mendapat dukungan penuh dari suaminya. Saat itu, usaha sang suami terdampak pandemi dan mengalami kebangkrutan. Kondisi tersebut mendorong keluarga ini mencari sumber penghasilan baru yang bisa dikerjakan dari rumah.

Dengan modal awal kurang dari Rp500 ribu, Uli memulai produksi dalam skala kecil. Ia mengandalkan ketekunan, keberanian mencoba, dan kebiasaan berjualan yang tumbuh dari aktivitas sehari-hari. Meski sederhana, langkah itu menjadi awal dari perjalanan bisnis yang terus berkembang.

Uli menuturkan bahwa suaminya yang mendorong dirinya untuk menjual bawang goreng karena produk itu memang disukai banyak orang. Dari saran tersebut, ia dan keluarga akhirnya memutuskan untuk benar-benar menekuni usaha itu. Keputusan itu terbukti membuka jalan bagi lahirnya UMKM baru yang lebih terarah.

Seiring waktu, produksi bawang goreng crispy UliMus semakin dikenal karena keunikannya. Produk ini dapat dinikmati sebagai camilan maupun taburan makanan. Daya tarik tersebut membuat usahanya memiliki nilai tambah di tengah persaingan produk olahan serupa.

Legalitas dan Pengembangan Usaha

Pada 2022, usaha rumahan UliMus resmi memiliki legalitas usaha. Langkah ini menjadi tonggak penting dalam perjalanan bisnis Uli karena memberi pengakuan formal terhadap kegiatan usahanya. Legalitas juga membuka peluang pengembangan yang lebih luas di masa depan.

Status usaha yang lebih jelas membuat Uli lebih percaya diri memasarkan produknya. Ia tidak hanya menjual secara terbatas di lingkungan sekitar, tetapi juga memperkuat identitas produk sebagai UMKM yang serius dikelola. Hal itu penting untuk membangun kepercayaan konsumen.

Keunikan produk menjadi salah satu kekuatan utama UliMus dalam menarik pelanggan. Bawang goreng yang biasanya hanya dijadikan pelengkap, diolah menjadi camilan crispy dengan rasa yang lebih beragam. Inovasi ini membedakan produknya dari bawang goreng pada umumnya.

Selain inovasi produk, perjalanan UliMus menunjukkan pentingnya legalitas dan konsistensi dalam membangun usaha kecil. Dari modal terbatas, usaha ini berkembang melalui proses yang bertahap dan disiplin. Pengalaman tersebut memperlihatkan bahwa bisnis rumahan bisa naik kelas jika dikelola dengan serius.

Dorongan Rumah BUMN BRI

UliMus juga tercatat sebagai UMKM binaan Rumah BUMN BRI. Pendampingan ini memberi ruang bagi pelaku usaha kecil untuk memperkuat kapasitas bisnis mereka. Dalam praktiknya, dukungan semacam ini membantu UMKM lebih siap menghadapi pasar yang kompetitif.

Keberadaan pembinaan menjadi penting bagi pelaku usaha yang memulai dari skala sangat kecil. Uli memperoleh tambahan wawasan mengenai pengelolaan usaha dan pengembangan produk. Hal tersebut mendukung langkahnya untuk menjaga keberlanjutan bisnis keluarga.

Kisah Uli menunjukkan bahwa ide usaha tidak selalu lahir dari perencanaan besar. Terkadang, peluang justru muncul dari kebutuhan sederhana yang kemudian diolah dengan kreativitas. Dari dapur rumah, ia membuktikan bahwa produk kecil bisa menjadi sumber cuan yang menjanjikan.

Perjalanan UliMus juga menjadi gambaran ketahanan UMKM dalam menghadapi tekanan ekonomi. Di tengah kondisi sulit pascapandemi, usaha ini tumbuh dari keberanian mengambil keputusan dan konsistensi menjaga kualitas. Bagi banyak pelaku usaha kecil, cerita ini menjadi contoh bahwa langkah sederhana dapat membuka jalan menuju pertumbuhan.

Komentar

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!