Mengapa Stres Bisa Memicu Kembung dan Begah

Lifestyle Nadia Safira Putri 23 Mei 2026 01:39 WIB 6
Mengapa Stres Bisa Memicu Kembung dan Begah

Stres dan emosi yang memuncak tidak hanya berdampak pada pikiran, tetapi juga dapat memengaruhi tubuh, terutama sistem pencernaan. Kondisi ini kerap membuat seseorang merasa kembung, begah, bahkan tidak nyaman meski pola makannya tidak berubah.

Para ahli menjelaskan bahwa usus dan otak saling terhubung melalui sistem saraf, sehingga tekanan emosional dapat memicu reaksi fisik. Saat tubuh berada dalam kondisi tertekan, proses pencernaan bisa melambat dan gas lebih mudah terperangkap di saluran cerna.

Stres dan Pencernaan

Sistem saraf enterik berperan penting dalam mengatur kerja saluran pencernaan. Jaringan ini sering disebut sebagai bagian dari otak kedua karena sangat dipengaruhi oleh kondisi saraf dan emosi.

Ketika seseorang mengalami stres, tubuh masuk ke mode fight-or-flight untuk merespons ancaman. Pada fase ini, sistem pencernaan bukan menjadi prioritas utama, sehingga fungsinya dapat menurun sementara.

Menurut para ahli, aliran darah akan lebih banyak diarahkan ke otot agar tubuh siap bergerak. Akibatnya, kontraksi otot pencernaan dan produksi cairan pencernaan ikut berkurang.

Kenapa Perut Mudah Begah

Saat pencernaan melambat, makanan cenderung berada lebih lama di lambung dan usus. Kondisi ini membuat proses pemecahan makanan tidak optimal, sehingga gas lebih mudah terbentuk.

Gas yang terperangkap di saluran cerna dapat menimbulkan rasa penuh, tekanan, dan perut yang terasa membuncit. Inilah yang kemudian dirasakan banyak orang sebagai kembung atau bloating.

Respons tubuh terhadap stres tidak selalu sama pada setiap orang. Sebagian orang mengalami kram perut atau diare, sementara yang lain justru merasa mual dan kehilangan nafsu makan.

Respons Tubuh Berbeda-Beda

Stres dapat memicu gejala pencernaan yang berbeda, tergantung pada kondisi fisik dan mental masing-masing individu. Ada yang langsung merasakan perut tidak nyaman, tetapi ada pula yang baru merasakannya setelah stres berlangsung lama.

Pada sebagian orang, gangguan pencernaan yang sudah ada sebelumnya bisa kambuh ketika tekanan emosional meningkat. Hal ini menunjukkan bahwa kesehatan usus sangat erat kaitannya dengan kondisi psikologis.

Dalam situasi tertentu, aktivitas fisik berat juga dapat membuat tubuh berada dalam mode darurat. Karena itu, keluhan perut begah bisa muncul tidak hanya saat cemas, tetapi juga ketika tubuh merasa tertekan secara fisik.

Cara Meredakan Kembung

Langkah utama untuk meredakan kembung akibat stres adalah membantu tubuh kembali ke fase rest-and-digest. Dalam kondisi ini, tubuh lebih tenang, aliran darah lebih seimbang, dan pencernaan bekerja lebih baik.

Makan dalam suasana tenang dapat membantu lambung dan usus mencerna makanan dengan lebih efektif. Sebaliknya, makan saat stres tinggi bisa membuat tubuh sulit memproses makanan secara optimal.

Selain itu, menjaga napas tetap stabil, memberi jeda sebelum makan, dan menghindari makan terburu-buru dapat membantu. Jika keluhan kembung terus berulang atau disertai nyeri hebat, pemeriksaan medis perlu dilakukan agar penyebabnya lebih jelas.

Komentar

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!