Menaker Respons Demo Buruh Indomaret Tuntut Upah Lembur

Ekonomi Bisnis Dimas Rayyanza 29 Mei 2026 06:59 WIB 2
Menaker Respons Demo Buruh Indomaret Tuntut Upah Lembur

Menteri Ketenagakerjaan Yassierli menanggapi aksi buruh Indomaret yang digelar di depan Menara Indomaret, PIK, Jakarta Utara, pada Selasa, 26 Mei 2026. Massa buruh yang tergabung dalam PUK SPAI FSPMI PT Indomarco Prismatama menuntut upah lembur mereka dibayarkan. Aksi itu berlangsung saat para pekerja menyuarakan keberatan atas dugaan penggantian hak lembur dengan libur tambahan. Kementerian Ketenagakerjaan menyatakan masih menunggu perkembangan audiensi yang sedang dilakukan Wakil Menteri Ketenagakerjaan Afriansyah.

Yassierli mengatakan pihaknya belum menerima laporan terbaru mengenai persoalan tersebut. Ia menyebut pembahasan awal masih ditangani oleh Wakil Menteri Ketenagakerjaan. Pemerintah, kata dia, akan menunggu hasil audiensi sebelum menentukan langkah berikutnya. Sikap itu disampaikan di Kantor Kementerian Ketenagakerjaan, Jakarta.

Tuntutan Buruh Indomaret

Massa buruh mulai berkumpul di depan Menara Indomaret sekitar pukul 09.40 WIB. Mereka datang mengenakan atribut organisasi buruh masing-masing. Sejumlah bendera organisasi seperti Partai Buruh dan FSPMI juga terlihat di lokasi. Aksi dipandu melalui mobil komando agar penyampaian aspirasi berlangsung tertib.

Dalam spanduk yang dibawa, buruh memuat sejumlah tuntutan kepada perusahaan. Mereka menolak segala bentuk pemaksaan, tekanan, dan penggiringan pernyataan terhadap pekerja. Selain itu, para buruh menegaskan hak pekerja atas upah kerja lembur. Mereka juga menolak penggantian hak lembur dengan off tambahan yang dinilai tidak sesuai ketentuan.

Tuntutan lain yang disuarakan adalah kepatuhan perusahaan terhadap peraturan perusahaan dan Undang-Undang Ketenagakerjaan. Para buruh juga meminta penindakan tegas terhadap oknum yang diduga melakukan intimidasi. Di sisi lain, mereka menekankan agar hubungan industrial tidak rusak. Seruan itu menjadi inti dari aksi yang berlangsung di depan kantor pusat ritel tersebut.

Respons Kemenaker Buruh

Yassierli menegaskan bahwa dirinya belum memperoleh update lengkap dari jajaran kementerian. Ia mengatakan persoalan tersebut masih berada dalam penanganan Wakil Menteri Ketenagakerjaan Afriansyah. Karena itu, ia memilih menunggu hasil audiensi sebelum memberi pernyataan lanjutan. Menurutnya, informasi yang utuh diperlukan agar pemerintah tidak terburu-buru mengambil sikap.

Pernyataan itu menunjukkan pemerintah masih memantau perkembangan di lapangan. Kemenaker ingin memastikan proses dialog berjalan lebih dulu antara para pihak. Langkah tersebut diharapkan dapat membuka ruang penyelesaian yang lebih jelas. Dengan begitu, persoalan hubungan industrial tidak berkembang menjadi konflik yang lebih luas.

Di tengah demonstrasi, para buruh tetap menyampaikan aspirasi secara terbuka. Mereka berharap tuntutan mengenai upah lembur dapat ditangani secara adil. Para pekerja juga meminta perusahaan menghormati hak-hak normatif yang berlaku. Aksi ini menjadi penanda bahwa isu ketenagakerjaan di sektor ritel masih menyisakan pekerjaan rumah.

Isi Tuntutan Buruh

Salah satu poin utama yang disorot adalah pembayaran upah lembur. Buruh menilai hak tersebut tidak boleh diganti dengan skema lain yang tidak sesuai aturan. Mereka menegaskan bahwa lembur merupakan bagian dari hak pekerja yang harus dipenuhi. Karena itu, mereka meminta perusahaan mematuhi ketentuan yang berlaku.

Para buruh juga menolak adanya pemaksaan dalam penyampaian pernyataan kepada pekerja. Mereka menganggap tekanan semacam itu dapat mengganggu kebebasan berserikat dan menyampaikan pendapat. Selain itu, intimidasi terhadap pekerja diminta dihentikan sepenuhnya. Sikap tersebut dinilai penting untuk menjaga iklim kerja yang sehat.

Poin lainnya adalah dorongan agar hubungan industrial tetap terjaga. Buruh berharap perusahaan dan pekerja dapat menemukan titik temu melalui dialog. Mereka menilai kepatuhan terhadap aturan akan membantu mencegah sengketa serupa. Dalam konteks ini, aksi demonstrasi dipakai sebagai sarana untuk mendesak penyelesaian yang adil.

Menunggu Langkah Lanjutan

Hingga kini, pemerintah belum menyampaikan keputusan final atas tuntutan buruh Indomaret. Kemenaker masih menunggu laporan dari Wamenaker Afriansyah yang tengah melakukan audiensi. Proses tersebut diharapkan menghasilkan gambaran yang lebih jelas mengenai duduk perkara. Setelah itu, kementerian dapat menentukan langkah yang paling tepat.

Aksi di depan Menara Indomaret menunjukkan bahwa isu upah lembur masih menjadi perhatian serius pekerja. Di sisi lain, respons pemerintah mengindikasikan pendekatan dialog masih diutamakan. Jalur ini dipilih agar persoalan ketenagakerjaan dapat diselesaikan tanpa memperlebar ketegangan. Penyelesaian yang baik dinilai penting bagi semua pihak yang terlibat.

Kasus ini juga menyoroti pentingnya kepastian penerapan aturan ketenagakerjaan di lapangan. Bagi buruh, kepastian tersebut berkaitan langsung dengan hak dasar yang mereka terima. Bagi perusahaan, kepatuhan aturan menjadi kunci menjaga hubungan kerja tetap stabil. Publik kini menunggu hasil audiensi yang akan menjadi penentu arah penyelesaian kasus ini.

Komentar

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!