Bursa Efek Indonesia mencatat pertumbuhan jumlah investor pasar modal yang terus menguat hingga pertengahan 2026. Penjabat sementara Direktur Utama BEI, Jeffrey Hendrik, menyebut ada 7,4 juta investor baru sejak Januari hingga 20 Mei 2026.
Menurut Jeffrey, kenaikan tersebut menjadi sinyal positif bahwa kepercayaan publik terhadap pasar modal Indonesia masih terjaga. Ia menyampaikan hal itu dalam acara Jogja Financial Festival, Sabtu, 23 Mei 2026.
Investor Pasar Modal Meningkat
Jeffrey mengatakan, pertumbuhan jumlah investor baru menunjukkan minat masyarakat terhadap pasar modal tetap tinggi. Menurut dia, tren ini juga menandakan optimisme publik terhadap instrumen investasi yang tersedia di Bursa Efek Indonesia.
Ia menegaskan, pasar modal masih dipandang sebagai sarana investasi yang relevan bagi masyarakat. Kepercayaan tersebut muncul seiring meningkatnya pemahaman publik terhadap cara kerja investasi di pasar modal.
Dalam pandangan BEI, pertumbuhan investor bukan hanya angka statistik, melainkan cerminan perubahan perilaku keuangan masyarakat. Semakin banyak warga yang masuk ke pasar modal, semakin besar pula ruang edukasi investasi yang dibutuhkan.
Jeffrey menilai kondisi itu sebagai perkembangan yang sehat bagi ekosistem investasi nasional. Ia menambahkan, peningkatan partisipasi investor menunjukkan pasar modal semakin dikenal sebagai pilihan investasi jangka panjang.
Kepercayaan Publik Menguat
Jeffrey menyebut kepercayaan publik terhadap pasar modal erat kaitannya dengan kondisi perekonomian nasional. Ketika aktivitas ekonomi bergerak positif, minat masyarakat untuk berinvestasi juga cenderung ikut meningkat.
Ia menjelaskan bahwa publik melihat pasar modal sebagai bagian dari pertumbuhan ekonomi yang lebih luas. Karena itu, pergerakan bursa sering dianggap sebagai indikator yang mencerminkan sentimen masyarakat terhadap masa depan ekonomi.
Menurutnya, hubungan tersebut membuat pasar modal memiliki peran penting dalam menjaga optimisme investor. Kepercayaan yang terus tumbuh juga membantu memperkuat likuiditas dan partisipasi di dalam bursa.
BEI menilai pemahaman masyarakat yang makin baik menjadi faktor pendorong utama kenaikan jumlah investor. Edukasi yang berkelanjutan, kata Jeffrey, akan membantu publik berinvestasi secara lebih bijak dan terukur.
Rekor Investor Baru
Hingga 20 Mei 2026, BEI mencatat sudah ada 7,4 juta investor baru yang masuk ke pasar modal. Jeffrey menilai capaian itu sebagai bukti bahwa minat masyarakat masih sangat besar.
Dengan tambahan tersebut, total investor pasar modal Indonesia kini mencapai 27,4 juta. Angka itu menunjukkan pertumbuhan yang signifikan dibandingkan kondisi beberapa tahun lalu.
Jeffrey mengingatkan bahwa pada 2020 jumlah investor pasar modal masih berada di kisaran 10 juta. Dalam lima tahun, jumlah itu melonjak lebih dari 17 juta investor.
Menurut dia, lonjakan tersebut menggambarkan peningkatan partisipasi publik yang sangat cepat. Pertumbuhan ini juga memperlihatkan bahwa pasar modal semakin dekat dengan masyarakat luas.
Implikasi Bagi Ekonomi
BEI menilai bertambahnya investor dapat memberi dampak positif bagi pendalaman pasar keuangan nasional. Semakin banyak investor, semakin besar pula dukungan terhadap aktivitas penghimpunan dana di pasar modal.
Kondisi itu berpotensi memperluas akses pendanaan bagi perusahaan yang membutuhkan modal. Pada saat yang sama, masyarakat juga memperoleh lebih banyak pilihan untuk mengelola keuangan dan membangun portofolio investasi.
Jeffrey mengatakan, pertumbuhan investor perlu diimbangi dengan edukasi agar partisipasi publik tetap sehat. Pemahaman risiko, disiplin investasi, dan tujuan keuangan menjadi kunci dalam menjaga kualitas investor ritel.
Ia menegaskan, tren positif ini menjadi modal penting bagi perkembangan pasar modal Indonesia ke depan. Selama kepercayaan publik terjaga, pasar modal diyakini dapat terus berkembang sejalan dengan ekonomi nasional.
