Indosat Ooredoo Hutchison resmi menunjuk Honesti Basyir sebagai anggota direksi dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan. Keputusan ini menandai langkah baru perseroan di tengah percepatan transformasi bisnis berbasis kecerdasan artifisial.
Selain Honesti, pemegang saham juga menyetujui sejumlah perubahan susunan pengurus, termasuk pengangkatan Reski Damayanti dan Apoorva Mehrotra sebagai direksi. Perseroan menilai formasi baru ini akan memperkuat eksekusi strategi menuju perusahaan telekomunikasi berbasis AI.
Indosat dan Direksi Baru
Masuknya Honesti Basyir menjadi sorotan karena ia lama dikenal sebagai bagian dari ekosistem Telkom Indonesia. Pengalamannya di industri telekomunikasi dan sektor strategis lain dipandang relevan untuk mendukung agenda transformasi Indosat.
Perubahan jajaran direksi diputuskan melalui RUPST yang menjadi momen penting bagi arah bisnis perseroan. Dalam forum itu, pemegang saham juga menyetujui penunjukan Seppalga Ahmad sebagai komisaris.
Di sisi lain, perusahaan memberhentikan dengan hormat Ahmad Zulfikar dari jabatan direktur dan Achmad Syah Reza dari kursi komisaris. Langkah ini merupakan bagian dari penyegaran struktur kepemimpinan perseroan.
Susunan baru tersebut diharapkan memberi dorongan tambahan bagi eksekusi strategi jangka panjang. Indosat ingin memastikan setiap perubahan organisasi selaras dengan target pertumbuhan yang berkelanjutan.
Strategi AI Indosat
President Director dan CEO Indosat Ooredoo Hutchison, Vikram Sinha, menegaskan perubahan ini sejalan dengan strategi besar perseroan. Ia menyebut fokus utama perusahaan adalah mempercepat eksekusi strategi AI secara disiplin.
Menurut dia, pendekatan tersebut diperlukan agar perusahaan mampu mendorong pertumbuhan yang berkelanjutan. Selain itu, strategi itu juga ditujukan untuk menghadirkan nilai nyata bagi para pemegang saham.
Indosat kini mengakselerasi ambisi menjadi AI-native telco. Artinya, teknologi kecerdasan buatan tidak hanya menjadi pendukung, tetapi terintegrasi dalam seluruh lini operasional.
Transformasi itu turut menggeser posisi bisnis perseroan dari penyedia konektivitas menjadi perusahaan teknologi berbasis AI. Arah baru ini menjadi salah satu fondasi utama pengembangan layanan Indosat ke depan.
Kemitraan Indosat dan NVIDIA
Salah satu langkah penting dalam strategi tersebut adalah kemitraan dengan NVIDIA yang diumumkan dalam ajang NVIDIA GTC 2026. Kolaborasi ini memperlihatkan keseriusan Indosat dalam memperluas ekosistem AI di Indonesia.
Dari kerja sama itu lahir inisiatif Sahabat-AI, sebuah platform yang dirancang untuk memperluas akses kecerdasan buatan. Platform ini ditujukan bagi individu, pengembang, hingga pelaku usaha.
Inisiatif tersebut diharapkan mampu membuka peluang pemanfaatan AI yang lebih luas dan inklusif. Dengan begitu, adopsi teknologi tidak hanya dinikmati korporasi besar, tetapi juga masyarakat dan pelaku usaha kecil.
Langkah strategis ini juga memperkuat posisi Indosat dalam kompetisi industri telekomunikasi yang semakin berbasis data. Di tengah persaingan yang ketat, inovasi menjadi kunci untuk mempertahankan pertumbuhan bisnis.
Dampak bagi Perseroan
Penambahan sosok berpengalaman seperti Honesti Basyir dinilai dapat memperkuat eksekusi transformasi perusahaan. Kehadirannya diharapkan memberi kontribusi pada tata kelola dan percepatan strategi bisnis.
Dengan formasi direksi baru, Indosat berupaya menjaga momentum pertumbuhan di tengah perubahan industri yang cepat. Perusahaan ingin memastikan ekspansi bisnis tetap sejalan dengan efisiensi operasional.
Fokus pada AI juga menunjukkan bahwa perseroan tengah menyiapkan diri menghadapi kebutuhan layanan digital yang makin kompleks. Pendekatan ini penting agar Indosat tetap relevan di pasar yang terus berubah.
Keputusan RUPST ini menjadi sinyal bahwa Indosat tidak hanya melakukan penyegaran manajemen. Perseroan juga sedang menegaskan arah baru sebagai pemain utama dalam transformasi telekomunikasi berbasis AI di Indonesia.
