Mantan Ilmuwan NASA Klaim Tiga Kali Mengalami Mati Suri

Lifestyle Anindya Kirana Putri 22 Mei 2026 22:35 WIB 6
Mantan Ilmuwan NASA Klaim Tiga Kali Mengalami Mati Suri

Mantan ilmuwan NASA asal Kolombia, Ingrid Honkala, mengaku telah tiga kali mengalami mati suri dalam hidupnya. Perempuan berusia 55 tahun itu menyebut pengalaman tersebut mengubah cara pandangnya tentang kematian dan kesadaran manusia. Honkala mengatakan, setiap momen di ambang kematian selalu menghadirkan sensasi yang sama, seolah ia memasuki dimensi lain. Kisahnya kembali menarik perhatian publik setelah dikutip dari New York Post.

Honkala menuturkan, pengalaman itu terasa seperti memasuki lapisan realitas yang lebih dalam, di luar jangkauan pancaindra. Dalam kondisi tersebut, ia merasa kesadarannya meluas, menjadi cerdas, dan saling terhubung. Ia meyakini apa yang dialaminya bukan sekadar halusinasi biasa. Pengalaman itu pula yang membuatnya memandang kematian dengan cara yang berbeda.

Pengalaman Mati Suri Honkala

Honkala diketahui memiliki gelar doktor di bidang ilmu kelautan dan pernah bekerja untuk NASA serta Angkatan Laut Amerika Serikat. Ia mengklaim pengalaman mati suri pertamanya terjadi saat masih berusia dua tahun. Kala itu, ia terjatuh ke dalam tangki air dingin di rumahnya tanpa diketahui pengasuh yang sedang berada di ruangan lain. Ibunya disebut pulang tepat waktu dan berhasil menyelamatkannya.

Dalam ingatannya, rasa panik karena kesulitan bernapas perlahan berubah menjadi ketenangan yang mendalam. Honkala mengatakan, suasana di momen itu terasa sunyi dan damai. Ia mengaku kesadarannya seolah terpisah dari tubuh fisiknya. Dari kondisi tersebut, ia melihat tubuh kecilnya mengambang tak bernyawa di dalam air.

“Saat itu saya tidak lagi merasa seperti anak kecil di dalam tubuh, tetapi seperti kesadaran murni,” ujarnya. Ia menambahkan bahwa dalam kondisi itu tidak ada rasa takut, tidak ada waktu, dan tidak ada pikiran. Honkala juga mengaku merasakan cahaya dan medan kesadaran yang luas. Menurutnya, pengalaman tersebut menjadi awal dari pandangan spiritual yang terus melekat hingga dewasa.

Komunikasi Aneh Dengan Ibunya

Salah satu bagian paling mengejutkan dari kisah Honkala adalah pengalamannya saat masih tidak sadarkan diri di dalam air. Ia mengklaim dapat melihat ibunya berada beberapa blok dari rumah dan berkomunikasi tanpa berbicara. Menurutnya, pengalaman itu berlangsung sangat nyata dan sulit dijelaskan dengan logika biasa. Tak lama kemudian, ibunya bergegas pulang dan menemukan Honkala di dalam tangki.

Honkala percaya momen itu menjadi titik balik yang permanen dalam hidupnya. Sejak saat itu, ia mengaku tidak pernah takut mati lagi. Baginya, pengalaman tersebut memberi kesan bahwa kehidupan setelah mati bukanlah sesuatu yang jauh. Ia justru merasa kesadaran mungkin tetap ada di luar tubuh fisik.

Pengalaman itu menunjukkan kepada saya bahwa apa yang kita sebut kehidupan setelah mati tidak terasa seperti tempat yang jauh, katanya. Ia menilai kesadaran bisa saja bukan hasil kerja otak semata. Menurutnya, ada sesuatu yang lebih mendasar di balik eksistensi manusia. Pandangan itu kemudian menjadi dasar pemikirannya tentang kehidupan dan kematian.

Sains Dan Spiritualitas

Honkala mengaku mengalami dua kejadian mati suri lainnya dalam hidupnya. Peristiwa kedua terjadi setelah kecelakaan motor saat ia berusia 25 tahun. Sementara itu, pengalaman ketiga dialami saat berusia 52 tahun ketika tekanan darahnya turun drastis dalam sebuah operasi. Ia mengatakan ketiga pengalaman itu selalu membawanya pada keadaan damai yang sama.

Menariknya, pengalaman spiritual tersebut justru mendorongnya semakin tertarik pada ilmu pengetahuan. Honkala menyebut dirinya ingin memahami hakikat realitas melalui observasi dan penelitian. Selama bertahun-tahun, ia memilih fokus pada karier ilmiah dan jarang membicarakan pengalaman spiritualnya di depan publik. Namun seiring waktu, ia mulai melihat sains dan spiritualitas sebagai dua pendekatan yang dapat saling melengkapi.

Baginya, keduanya mungkin hanya berupaya menjelaskan misteri yang sama dari sudut pandang berbeda. Pandangan itu membuatnya lebih terbuka terhadap perdebatan antara ilmu pengetahuan dan pengalaman batin. Ia menilai pencarian makna hidup tidak selalu harus dipisahkan secara kaku. Karena itu, Honkala memaknai pengalamannya sebagai jembatan antara logika dan kesadaran.

Perdebatan Ilmiah Tentang Mati Suri

Meski kisah Honkala menarik perhatian, pengalaman mati suri masih menjadi perdebatan di kalangan peneliti. Sebagian ilmuwan menilai fenomena tersebut dapat dipicu halusinasi, kekurangan oksigen, atau mekanisme psikologis saat seseorang berada di ambang kematian. Dengan kata lain, pengalaman itu belum dianggap bukti ilmiah tentang kehidupan setelah mati. Karena itu, diskusi mengenai mati suri masih terus berlangsung.

Sejumlah orang yang mengalami peristiwa serupa juga melaporkan melihat cahaya terang, anggota keluarga yang telah meninggal, hingga sosok religius. Pola tersebut kerap memunculkan pertanyaan tentang batas kesadaran manusia. Namun, hingga kini belum ada kesimpulan tunggal yang diterima semua pihak. Para peneliti masih memerlukan kajian lebih lanjut untuk memahami fenomena tersebut.

Honkala tetap yakin bahwa yang dialaminya bukan sekadar mimpi atau imajinasi. Ia menilai pengalamannya terlalu nyata untuk disederhanakan sebagai ilusi. Bagi dirinya, mati suri justru membuka cara pandang baru tentang hidup, kematian, dan kesadaran. Kisahnya pun menambah daftar pengalaman manusia yang terus memicu rasa penasaran publik.

Komentar

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!