Mantan Ilmuwan NASA Klaim Tiga Kali Alami Mati Suri

Lifestyle Nadia Safira Putri 23 Mei 2026 07:02 WIB 7
Mantan Ilmuwan NASA Klaim Tiga Kali Alami Mati Suri

Mantan ilmuwan NASA asal Kolombia, Ingrid Honkala, mengaku telah tiga kali mengalami mati suri dalam hidupnya. Pengalaman itu disebut mengubah cara pandangnya tentang kematian, kesadaran manusia, dan hubungan keduanya dengan sains.

Perempuan berusia 55 tahun itu mengatakan, setiap kali berada di ambang kematian, ia merasakan sensasi yang sama. Menurut Honkala, ia seolah masuk ke dimensi lain yang tidak dapat dijelaskan oleh pancaindra manusia.

Mati Suri yang Mengubah Pandangan

Honkala menjelaskan bahwa pengalaman tersebut membuatnya memandang kematian dengan cara berbeda. Ia menilai apa yang ia alami bukan sekadar mimpi, melainkan keadaan kesadaran yang terasa sangat nyata.

Menurutnya, sensasi itu seperti memasuki lapisan realitas yang lebih dalam. Dalam kondisi itu, ia merasa kesadarannya menjadi luas, cerdas, dan saling terhubung.

Kisah Honkala pertama kali disorot media setelah ia berbagi pengalamannya yang panjang terkait mati suri. Ia menyampaikan cerita itu dengan keyakinan penuh, meski fenomena tersebut masih menjadi perdebatan ilmiah.

Bagi Honkala, pengalaman itu meninggalkan jejak emosional yang tidak pernah hilang. Ia mengaku setelah peristiwa tersebut, rasa takut terhadap kematian menghilang dari hidupnya.

Pengalaman Pertama Saat Balita

Honkala menyebut pengalaman mati suri pertamanya terjadi saat ia masih berusia dua tahun. Saat itu, ia terjatuh ke dalam tangki air dingin di rumahnya tanpa diketahui pengasuh yang berada di ruangan lain.

Ibunya disebut pulang tepat waktu dan berhasil menyelamatkannya. Namun, sebelum diselamatkan, Honkala kecil mengaku sempat mengalami kepanikan akibat sulit bernapas.

Ia mengatakan rasa takut itu kemudian berganti menjadi ketenangan yang mendalam. Dalam pandangannya, momen itu menjadi pintu masuk menuju pengalaman kesadaran di luar tubuh.

Honkala mengklaim ia melihat tubuh kecilnya mengambang tak bernyawa di dalam air. Ia menyebut dirinya saat itu bukan lagi anak kecil, melainkan kesadaran murni yang tidak merasakan waktu maupun ketakutan.

Keyakinan soal Kesadaran

Salah satu bagian paling aneh dari kisahnya adalah klaim bahwa ia dapat melihat ibunya yang berada beberapa blok jauhnya. Honkala juga menyatakan bisa berkomunikasi dengan ibunya tanpa berbicara.

Ibunya kemudian bergegas pulang dan menemukan putrinya di dalam tangki air. Peristiwa itu, menurut Honkala, menjadi titik balik yang permanen dalam hidupnya.

Sejak saat itu, ia mengaku tidak lagi takut mati. Ia bahkan percaya pengalaman tersebut menunjukkan bahwa kehidupan setelah mati bukanlah sesuatu yang jauh atau asing.

Honkala juga menyimpulkan bahwa kesadaran mungkin tidak semata-mata dihasilkan oleh otak. Baginya, ada sesuatu yang lebih mendasar yang menjadi sumber dari kesadaran manusia.

Antara Sains dan Spiritualitas

Selain pengalaman masa kecil, Honkala mengaku dua kali mengalami mati suri lagi di usia dewasa. Peristiwa pertama terjadi setelah kecelakaan motor saat ia berusia 25 tahun.

Pengalaman kedua dialaminya pada usia 52 tahun ketika tekanan darahnya turun drastis saat menjalani operasi. Ia menyebut ketiga pengalaman itu selalu membawanya ke keadaan damai yang sama.

Menariknya, pengalaman spiritual tersebut justru mendorong Honkala mendalami sains. Ia mengatakan ingin memahami hakikat realitas melalui observasi dan penelitian.

Selama bertahun-tahun, Honkala memilih fokus pada karier ilmiah dan jarang mengungkap pengalaman spiritualnya ke publik. Namun kini, ia menilai sains dan spiritualitas tidak selalu saling bertentangan.

Meski begitu, pengalaman mati suri seperti yang dialami Honkala masih memicu perdebatan di kalangan peneliti. Sebagian menilai fenomena itu dapat dijelaskan oleh halusinasi atau mekanisme psikologis saat seseorang berada di ambang kematian.

Di sisi lain, banyak orang dengan pengalaman serupa melaporkan melihat cahaya terang, anggota keluarga yang telah meninggal, hingga sosok religius. Honkala tetap yakin bahwa apa yang ia alami bukan sekadar mimpi atau imajinasi.

Komentar

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!