Mantan Ilmuwan NASA Klaim Mati Suri Tiga Kali Ubah Pandangan Kesadaran

BRH 13 Mei 2026 21:51 WIB 7
Mantan Ilmuwan NASA Klaim Mati Suri Tiga Kali Ubah Pandangan Kesadaran

Mantan ilmuwan NASA asal Kolombia, Ingrid Honkala, mengaku telah mengalami mati suri sebanyak tiga kali sepanjang hidupnya. Pengalaman itu meninggalkan kesan mendalam, mengubah pandangannya tentang kematian dan kesadaran manusia. Ia menegaskan setiap kejadian berada di ambang kematian selalu memicu sensasi serupa, seolah menuntunnya ke dimensi lain yang tidak bisa dijelaskan oleh pancaindra manusia.

Honkala pernah bekerja untuk NASA dan Angkatan Laut Amerika Serikat, serta meraih gelar doktor di bidang Ilmu Kelautan. Kejadian mati suri pertamanya katanya terjadi saat ia baru berusia dua tahun. Kisahnya kemudian mendorongnya mempertanyakan batas antara sains dan spiritualitas.

Kisah Mati Suri

Kejadian pertama terjadi ketika ia berusia dua tahun, saat ia jatuh ke dalam tangki air dingin di rumah tanpa pengawasan. Ibunya pulang tepat waktu dan berhasil menyelamatkannya, meski Honkala sempat panik. Dalam momen itu, ia mengaku kesadarannya terpisah dari tubuh fisiknya dan melihat dirinya sendiri mengapung di air.

Rasa panik berubah menjadi ketenangan mendalam yang tidak biasa. Ia menggambarkan kesadaran sebagai medan cahaya yang luas, cerdas, dan saling terhubung. Momen itu juga membuatnya merasa waktu tak lagi berjalan dan tidak ada ketakutan maupun pikiran kasatmata.

Ia mengklaim sempat melihat ibunya beberapa blok jauhnya dan berkomunikasi tanpa kata. Ibunya kemudian kembali ke rumah dan menemukan putrinya dalam tangki air. Pengalaman tersebut membuatnya percaya bahwa kematian bukan akhir, melainkan pintu menuju realitas yang lebih luas.

Kejadian kedua terjadi saat Honkala berusia 25 tahun, setelah kecelakaan motor. Ia menyatakan sensasi damai yang sama muncul sepanjang pengalaman itu, meski kondisi sangat berbahaya. Pengalaman tersebut memperkuat gagasannya bahwa kesadaran mungkin tidak sepenuhnya berasal dari otak.

Kejadian ketiga terjadi pada usia 52 tahun ketika tekanan darahnya turun drastis selama operasi. Setiap kejadian mati suri memberikan damai yang konsisten, tanpa rasa takut atau kekacauan mental. Pengalaman-pengalaman itu mendorongnya untuk mengejar riset ilmiah demi memahami hakikat realitas.

Honkala sempat jarang membahas pengalaman spiritualnya ke publik selama bertahun-tahun. Namun seiring waktu ia percaya sains dan spiritualitas tidak selalu bertentangan, melainkan bisa menjelaskan misteri yang sama dari sudut pandang berbeda. Meski banyak peneliti menyebut fenomena ini bisa berupa halusinasi, ia tetap yakin bahwa pengalaman tersebut nyata dan menuntunnya pada kajian lebih lanjut.

Komentar

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!