Mantan Ilmuwan NASA Klaim Alami Mati Suri Tiga Kali

Lifestyle Nadia Safira Putri 21 Mei 2026 15:21 WIB 5
Mantan Ilmuwan NASA Klaim Alami Mati Suri Tiga Kali

Mantan ilmuwan NASA asal Kolombia, Ingrid Honkala, mengaku telah tiga kali mengalami mati suri sepanjang hidupnya. Pengalaman itu disebut meninggalkan kesan mendalam dan mengubah cara pandangnya tentang kematian, kesadaran, serta hubungan manusia dengan realitas. Perempuan berusia 55 tahun itu menuturkan setiap kejadian selalu menghadirkan sensasi yang sama, seolah dirinya memasuki dimensi lain yang tak bisa dijelaskan pancaindra.

Honkala mengatakan pengalaman tersebut terasa seperti berada di lapisan realitas yang lebih dalam, di luar batas indera fisik. Ia menyebut kesadaran pada momen itu terasa luas, cerdas, dan saling terhubung, seperti dikutip dari New York Post. Klaimnya menjadi sorotan karena ia memiliki latar belakang akademik kuat sebagai doktor ilmu kelautan dan pernah bekerja untuk NASA serta Angkatan Laut Amerika Serikat.

Awal Pengalaman

Honkala mengklaim mati suri pertamanya terjadi saat berusia dua tahun, ketika ia terjatuh ke dalam tangki air dingin di rumahnya. Saat itu, pengasuhnya sedang berada di ruangan lain dan tidak menyadari kejadian tersebut. Ibunya disebut pulang tepat waktu dan berhasil menyelamatkannya.

Dalam kondisi hampir tenggelam, Honkala kecil mengaku sempat panik karena kesulitan bernapas. Namun, rasa takut itu perlahan berubah menjadi ketenangan yang sangat dalam. Ia menggambarkannya sebagai keheningan luar biasa yang datang setelah kepanikan mereda.

Ia juga mengatakan merasa kesadarannya terpisah dari tubuh fisiknya. Dalam keadaan tersebut, Honkala mengaku bisa melihat tubuh kecilnya mengambang tak bernyawa di dalam air. Menurutnya, saat itu ia tidak lagi merasa seperti anak kecil, melainkan seperti kesadaran murni yang bebas dari waktu dan rasa takut.

Kisah yang Berulang

Bagian yang paling mengejutkan dari ceritanya berkaitan dengan sang ibu. Honkala mengklaim bahwa ketika dirinya tidak sadarkan diri di dalam air, ia dapat melihat ibunya beberapa blok dari rumah dan berkomunikasi tanpa berbicara. Ia menilai momen itu sebagai pengalaman yang sulit dijelaskan secara logis.

Ibunya kemudian bergegas pulang dan menemukan Honkala di dalam tangki air. Peristiwa itu, menurut pengakuannya, menjadi titik balik yang membuatnya tidak pernah takut terhadap kematian. Ia bahkan menyebut pengalaman tersebut menunjukkan bahwa kehidupan setelah mati tidak terasa seperti tempat yang jauh.

Honkala menyatakan dua pengalaman mati suri lainnya terjadi saat dewasa. Yang pertama dialaminya setelah kecelakaan motor pada usia 25 tahun, sedangkan yang kedua terjadi ketika berusia 52 tahun saat tekanan darahnya turun drastis saat operasi. Dalam ketiga kejadian itu, ia mengaku selalu merasakan keadaan damai yang sama.

Jejak Ilmiah

Menariknya, pengalaman spiritual itu justru mendorong Honkala semakin tertarik pada sains. Ia mengatakan ingin memahami hakikat realitas melalui observasi dan penelitian. Bagi dirinya, pencarian ilmiah dan pengalaman batin tidak selalu saling menolak.

Selama bertahun-tahun, Honkala memilih fokus pada karier ilmiah dan jarang membicarakan pengalaman spiritualnya di ruang publik. Ia kemudian mulai meyakini bahwa sains dan spiritualitas bisa saja menjelaskan misteri yang sama dari sudut pandang berbeda. Pandangan itu membuat kisahnya kerap dibaca sebagai jembatan antara logika dan pengalaman personal.

Meski demikian, ia mengakui bahwa pengalamannya tidak mudah diterima secara umum. Honkala tetap berpegang pada keyakinan bahwa apa yang dialaminya bukan sekadar mimpi atau imajinasi. Ia menilai pengalaman tersebut justru memperluas cara pandangnya tentang manusia dan alam semesta.

Perdebatan Ilmiah

Fenomena mati suri seperti yang dialami Honkala masih menjadi perdebatan di kalangan peneliti. Sebagian ilmuwan menilai pengalaman itu dapat dipicu halusinasi atau respons psikologis saat tubuh berada di ambang kematian. Karena itu, kesimpulan ilmiah atas fenomena ini belum dianggap final.

Sejumlah orang yang pernah melaporkan pengalaman serupa mengaku melihat cahaya terang, anggota keluarga yang telah meninggal, atau sosok religius. Pola itu membuat kisah mati suri terus menjadi perhatian publik, terutama karena sering menghadirkan detail yang mirip di berbagai negara. Namun, kesamaan cerita belum otomatis membuktikan penyebab pastinya.

Bagi Honkala, pengalaman-pengalaman tersebut tetap nyata dan membentuk seluruh hidupnya. Ia meyakini kesadaran mungkin tidak hanya dihasilkan oleh otak, melainkan sesuatu yang lebih mendasar. Keyakinan itu membuat kisahnya terus memicu diskusi tentang batas antara sains, kesadaran, dan kehidupan setelah mati.

Komentar

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!