Manfaat Suplemen Kolagen untuk Kulit, Apa Kata Dokter?

Lifestyle Anindya Kirana Putri 24 Mei 2026 06:37 WIB 8
Manfaat Suplemen Kolagen untuk Kulit, Apa Kata Dokter?

Suplemen kolagen kembali menjadi sorotan di industri kecantikan karena diklaim dapat membuat kulit tampak lebih muda, segar, halus, dan glowing. Popularitasnya terus naik seiring meningkatnya minat konsumen, sementara pasar globalnya diperkirakan mencapai 2,6 miliar dolar AS pada 2025.

Meski demikian, para ahli menilai manfaat suplemen kolagen belum bisa digeneralisasi untuk semua orang. Sejumlah dokter kulit menyebut bukti ilmiah yang ada menunjukkan potensi positif, tetapi masih diperlukan penelitian yang lebih kuat dan konsisten.

Manfaat Kolagen bagi Kulit

Sejumlah tinjauan terbaru menyebut suplemen kolagen berpotensi membantu kesehatan kulit bila dikonsumsi secara rutin. Efek yang paling sering dilaporkan adalah peningkatan hidrasi dan elastisitas kulit.

Mona Gohara, dokter kulit sekaligus profesor klinis dermatologi di Yale School of Medicine, menilai tinjauan terbaru tersebut sebagai salah satu yang paling komprehensif. Ia mengatakan kolagen tampak memberi peningkatan kecil, namun konsisten, pada kelembapan dan elastisitas kulit.

Hadley King, dokter kulit bersertifikasi asal New York City, juga melihat adanya potensi manfaat dari suplemen kolagen. Namun, ia menegaskan bahwa produk tersebut tidak dapat dikategorikan sebagai obat dan belum memiliki dasar rekomendasi yang sepenuhnya kuat untuk semua pasien.

Batasan Bukti Ilmiah

Di balik popularitasnya, bukti ilmiah suplemen kolagen masih dinilai belum sepenuhnya seragam. Sejumlah studi sebelumnya bahkan menunjukkan hasil yang beragam, sehingga efektivitasnya belum bisa dipastikan secara menyeluruh.

Penelitian dari Johns Hopkins University pada 2013 sempat menyoroti pemborosan pengeluaran untuk suplemen vitamin dan mineral. Pandangan itu kembali relevan karena suplemen kolagen juga kerap dibanderol dengan harga cukup mahal dibandingkan manfaat yang dijanjikan.

Para dokter menilai kualitas penelitian yang ada belum merata dan berpotensi bias. Selain itu, studi mengenai suplemen juga lebih kompleks karena dipengaruhi banyak faktor, mulai dari dosis, durasi konsumsi, hingga kondisi tubuh pengguna.

Pendapat Para Dokter

Daniel Belkin, dokter kulit dari New York City, mengaku lebih percaya diri merekomendasikan suplemen kolagen setelah membaca tinjauan terbaru. Meski begitu, ia tetap menekankan bahwa data yang tersedia belum cukup untuk menjadikannya anjuran umum.

Dr Gohara bahkan menyebut dirinya belum tertarik mengonsumsi suplemen kolagen sebelum ada persetujuan dari Food and Drug Administration di Amerika Serikat. Menurutnya, penelitian yang ada belum menunjukkan penurunan signifikan pada tanda penuaan seperti garis halus.

Dr King memiliki pandangan yang sedikit berbeda karena ia mengonsumsi Biosil Collagen Generator dan Body Health Perfect Amino. Namun, ia tetap menegaskan bahwa kebutuhan data tambahan masih sangat besar sebelum suplemen kolagen direkomendasikan secara luas.

Cara Aman Memilih Suplemen

Jika seseorang tetap ingin mengonsumsi suplemen kolagen, konsultasi dengan dokter kulit tepercaya menjadi langkah yang disarankan. Pilihan produk yang memiliki bukti ilmiah memadai juga dinilai lebih aman dibanding sekadar mengikuti tren.

Konsistensi konsumsi dan kepatuhan pada anjuran dosis juga perlu diperhatikan. Tanpa penggunaan yang teratur, manfaat yang mungkin muncul akan sulit dirasakan secara optimal.

Para ahli juga mengingatkan bahwa suplemen bukan satu-satunya cara merawat kulit. Sunscreen, retinoid, serta pola hidup sehat tetap menjadi kunci utama untuk mengatasi penuaan dini akibat paparan sinar UV, perubahan hormon, dan gaya hidup yang kurang sehat.

Komentar

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!