Lucy Liu Ungkap Pernah Salah Didiagnosis Kanker Payudara

Lifestyle Anindya Kirana Putri 28 Mei 2026 04:55 WIB 2
Lucy Liu Ungkap Pernah Salah Didiagnosis Kanker Payudara

Aktris Hollywood Lucy Liu mengungkap pengalaman mengejutkan saat ia pernah didiagnosis kanker payudara pada 1990-an, sebelum akhirnya diketahui bahwa hasil tersebut keliru. Pengakuan itu disampaikan dalam wawancara bersama PEOPLE, ketika ia menceritakan keputusan menjalani operasi usai menemukan benjolan di payudaranya.

Pengalaman tersebut terjadi pada masa ketika akses informasi kesehatan masih terbatas dan internet belum semudah sekarang. Kini, melalui kampanye bersama Pfizer, Lucy Liu ingin mengingatkan publik tentang pentingnya skrining kanker, pemeriksaan lanjutan, dan keberanian untuk membela diri sendiri.

Pengalaman Lucy Liu

Lucy Liu mengatakan dirinya mendatangi dokter setelah menemukan benjolan di payudara pada era 1990-an. Saat itu, ia mengaku hanya mengandalkan penjelasan medis yang diterimanya.

Menurut Liu, dokter meraba benjolan tersebut dan menyatakan bahwa itu adalah kanker. Namun, tidak ada pemeriksaan lanjutan seperti ultrasound atau mammogram untuk memastikan diagnosis.

Ia mengaku tidak terlalu memikirkannya pada awalnya, meski situasi tersebut tetap menakutkan. Keterbatasan informasi saat itu membuatnya tidak memiliki banyak pilihan untuk mencari pembanding.

Akhirnya, ia segera menjadwalkan operasi untuk mengangkat benjolan tersebut dari payudaranya. Setelah tindakan dilakukan, barulah diketahui bahwa benjolan itu bukan kanker.

Salah Diagnosis Kanker

Kasus Lucy Liu menunjukkan bahwa salah diagnosis bisa terjadi, termasuk pada pemeriksaan yang menyangkut penyakit serius. Kondisi ini menjadi pengingat bahwa diagnosis awal idealnya perlu didukung pemeriksaan tambahan.

Tanpa tes lanjutan, hasil pemeriksaan dapat menimbulkan keputusan medis yang tidak akurat. Dalam kasus Liu, tindakan operasi dilakukan sebelum kebenaran diagnosis terungkap.

Ia kemudian merenungkan pengalamannya sebagai pelajaran penting tentang kebutuhan untuk mempertanyakan hasil medis. Bagi Liu, pengalaman itu membuka pemahaman bahwa pasien perlu lebih aktif dalam proses kesehatan mereka.

Meski sempat mendapat saran untuk mencari pendapat kedua, ia mengaku kala itu tidak melakukannya. Ia merasa dokter pasti mengetahui apa yang mereka bicarakan, sehingga tidak berpikir untuk menelusuri lebih jauh.

Pentingnya Skrining Dini

Saat ini, Lucy Liu bekerja sama dengan Pfizer dalam kampanye Every Breakthrough Matters. Kampanye ini bertujuan meningkatkan kesadaran publik tentang pentingnya skrining kanker dan deteksi dini.

Menurut Liu, skrining bukan sekadar tindakan medis, melainkan bagian dari upaya memahami kondisi tubuh secara lebih menyeluruh. Ia menekankan bahwa informasi yang tepat dapat membantu orang mengambil keputusan kesehatan yang lebih baik.

Ia juga menyoroti bahwa banyak orang memiliki akses teknologi, tetapi tetap menunda pemeriksaan. Alasannya beragam, mulai dari rasa takut mengetahui hasil hingga kesibukan sehari-hari.

Bagi Liu, kesadaran untuk memeriksakan diri harus dibangun sejak dini. Ia ingin publik memahami bahwa langkah kecil seperti skrining dapat berdampak besar bagi keselamatan kesehatan.

Pelajaran untuk Publik

Pengalaman Lucy Liu memberi pesan kuat bahwa pasien perlu menjadi pendukung utama bagi kesehatannya sendiri. Dalam situasi medis, keberanian untuk bertanya dan mencari klarifikasi dapat membantu mencegah kesalahan diagnosis.

Ia menilai informasi kesehatan kini jauh lebih mudah diakses dibandingkan masa ketika dirinya menghadapi kasus tersebut. Karena itu, masyarakat memiliki peluang lebih besar untuk mencari pendapat lain dan memahami hasil pemeriksaan.

Liu juga menegaskan bahwa advokasi diri bukan berarti menolak pendapat dokter, melainkan memastikan keputusan diambil dengan dasar yang kuat. Sikap tersebut menjadi penting terutama ketika menghadapi penyakit serius seperti kanker.

Melalui kisahnya, ia berharap lebih banyak orang berani menjalani skrining secara rutin dan tidak mengabaikan tanda-tanda tubuh. Pesan itu menjadi pengingat bahwa deteksi dini dapat memberi harapan dan pilihan yang lebih baik.

Komentar

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!