Telkomsat Gandeng Nara Space untuk Mitigasi Bencana

Teknologi Moh. Royhan Nahado 28 Mei 2026 06:04 WIB 2
Telkomsat Gandeng Nara Space untuk Mitigasi Bencana

Pemanfaatan data satelit untuk mitigasi bencana di Indonesia kian mendesak di tengah tingginya risiko gempa bumi, banjir, tanah longsor, dan kebakaran hutan. Menjawab kebutuhan itu, Telkomsat menggandeng perusahaan teknologi antariksa asal Korea Selatan, Nara Space, untuk mengembangkan teknologi Earth Observation dan layanan analitik citra satelit. Kolaborasi ini diharapkan memperkuat sistem pemantauan dan analisis kebencanaan nasional.

Penandatanganan Partnership Agreement berlangsung di Jakarta pada 12 Mei 2026, dan dihadiri Direktur Pengembangan Telkomsat Anggoro Kurnianto Widiawan bersama VP Business Development Nara Space, Minsik Kim. Kerja sama tersebut menjadi langkah awal bagi Indonesia dalam memanfaatkan penginderaan bumi untuk mitigasi bencana dan kebutuhan strategis lainnya. Selain itu, pengembangan ini juga ditujukan untuk mendorong ekosistem data satelit yang lebih terintegrasi.

Earth Observation Mitigasi Bencana

Kerja sama Telkomsat dan Nara Space mencakup riset serta pengembangan teknologi penginderaan bumi berbasis satelit. Keduanya juga akan mengeksplorasi peluang pasar dan use case bersama untuk sektor strategis. Langkah ini diarahkan agar layanan data satelit dapat dimanfaatkan lebih luas di Indonesia.

Anggoro Kurnianto Widiawan mengatakan kolaborasi tersebut meliputi riset dan pengembangan teknologi penginderaan bumi berbasis satelit. Menurut dia, ruang lingkup kerja sama juga mencakup eksplorasi peluang pasar dan pengembangan use case bersama. Pernyataan itu disampaikan dalam keterangan yang dikutip media pada Kamis, 14 Mei 2026.

Teknologi Earth Observation memungkinkan pemantauan wilayah secara real-time melalui citra satelit. Data tersebut dapat digunakan untuk mendeteksi titik panas kebakaran hutan, memetakan banjir, dan memantau wilayah terdampak bencana. Selain itu, teknologi ini juga berguna untuk pengawasan sumber daya alam.

Dengan pendekatan berbasis data, pengambilan keputusan dalam situasi darurat dapat dilakukan lebih cepat dan terukur. Informasi dari satelit membantu otoritas memahami kondisi lapangan tanpa harus bergantung sepenuhnya pada inspeksi langsung. Karena itu, teknologi ini dipandang relevan untuk memperkuat sistem mitigasi bencana nasional.

Peran Nara Space Dalam Kolaborasi

Nara Space dikenal sebagai perusahaan teknologi antariksa yang berfokus pada pengembangan satelit Earth Observation dan layanan data analytics. Perusahaan ini memiliki kapabilitas end-to-end, mulai dari pengembangan satelit hingga penyediaan layanan analitik berbasis data satelit. Keunggulan tersebut menjadi salah satu alasan Telkomsat menjalin kerja sama strategis.

Melalui kolaborasi ini, Nara Space diharapkan dapat membawa pengalaman dan teknologi yang telah dikembangkan ke pasar Indonesia. Transfer pengetahuan menjadi bagian penting agar pemanfaatan data satelit dapat berkembang secara berkelanjutan. Selain itu, kerja sama ini membuka peluang terbentuknya model bisnis baru di sektor antariksa.

Telkomsat menilai pendekatan tersebut penting untuk mempercepat adopsi teknologi satelit di dalam negeri. Dengan dukungan mitra global, perusahaan dapat mengembangkan layanan yang lebih relevan bagi kebutuhan nasional. Hal ini juga sejalan dengan upaya memperkuat digitalisasi di sektor publik dan industri.

Kolaborasi lintas negara ini menunjukkan bahwa kebutuhan akan teknologi observasi bumi semakin meningkat. Di tengah kompleksitas ancaman bencana, Indonesia membutuhkan sistem berbasis data yang andal dan mudah diakses. Kerja sama tersebut menjadi salah satu pintu masuk menuju pemanfaatan teknologi antariksa yang lebih matang.

Manfaat Untuk Sektor Strategis

Telkomsat dan Nara Space menargetkan pengembangan layanan yang tidak hanya berguna untuk mitigasi bencana. Teknologi ini juga diarahkan untuk mendukung kebutuhan pemerintahan, industri, dan pemantauan wilayah strategis. Dengan begitu, nilai guna data satelit dapat diperluas ke berbagai lini.

Dalam konteks pemerintahan, data satelit dapat membantu perencanaan wilayah dan respons kebencanaan. Sementara bagi industri, informasi spasial bisa mendukung efisiensi operasional dan pengelolaan aset. Pemanfaatan ini dinilai mampu menciptakan keputusan yang lebih akurat berbasis data.

Di sisi lain, pemantauan wilayah melalui citra satelit juga dapat membantu menjaga keberlanjutan sumber daya alam. Informasi yang diperoleh dapat digunakan untuk mendukung pengawasan kawasan hutan, lahan, dan wilayah pesisir. Dengan demikian, manfaat teknologi ini melampaui sekadar respons terhadap bencana.

Pengembangan layanan data satelit juga sejalan dengan percepatan transformasi digital nasional. Infrastruktur digital yang kuat akan memudahkan integrasi data dari berbagai sumber. Dalam jangka panjang, hal ini berpotensi meningkatkan ketahanan nasional terhadap berbagai risiko.

Langkah Telkomsat Ke Depan

Telkomsat menegaskan akan terus memperluas kolaborasi global untuk menghadirkan inovasi berbasis satelit. Perusahaan itu ingin memastikan bahwa teknologi yang dikembangkan dapat memberikan nilai tambah bagi industri dan masyarakat luas. Strategi ini menjadi bagian dari penguatan posisi Telkomsat sebagai perusahaan satelit digital nasional.

Ekspansi kerja sama internasional dipandang penting agar Indonesia tidak tertinggal dalam pemanfaatan teknologi antariksa. Dengan jaringan mitra yang lebih luas, pengembangan produk dan layanan dapat dilakukan lebih cepat. Hal ini juga membantu memperkaya kapasitas nasional dalam bidang penginderaan bumi.

Pemanfaatan data satelit ke depan diperkirakan akan semakin krusial, terutama ketika ancaman bencana terus meningkat. Integrasi teknologi, riset, dan analitik menjadi kunci untuk menghasilkan informasi yang presisi. Dalam konteks itu, kerja sama Telkomsat dan Nara Space menjadi momentum penting bagi ekosistem satelit nasional.

Kolaborasi ini menandai arah baru pemanfaatan teknologi antariksa di Indonesia. Tidak hanya untuk respons darurat, tetapi juga untuk pembangunan ekonomi dan tata kelola sumber daya yang lebih baik. Dengan fondasi tersebut, Indonesia memiliki peluang lebih besar untuk membangun sistem observasi bumi yang kuat dan berkelanjutan.

Komentar

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!