Telkom Gelar Forum Kedaulatan Teknologi Indonesia 2026

Teknologi Moh. Royhan Nahado 28 Mei 2026 07:24 WIB 2
Telkom Gelar Forum Kedaulatan Teknologi Indonesia 2026

PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk menggelar Indonesia Tech Sovereignty Forum 2026 bertajuk The Rise of Indonesia Tech Sovereignty di Telkom Landmark Tower, Jakarta, pada Rabu (20/5/2026). Forum ini mempertemukan pemangku kepentingan lintas sektor untuk memperkuat arah kedaulatan teknologi nasional melalui cloud, kecerdasan buatan, dan keamanan siber.

Melalui forum tersebut, Telkom mendorong ekosistem digital Indonesia yang lebih mandiri, aman, dan berdaya saing. Kegiatan ini juga menjadi momentum untuk menegaskan bahwa transformasi digital tidak hanya soal adopsi teknologi, tetapi juga soal kendali atas infrastruktur, data, dan nilai ekonomi digital.

Kedaulatan Teknologi Jadi Fokus

Direktur Strategic Business Development and Portfolio Telkom Seno Soemadji menegaskan, kolaborasi lintas sektor menjadi kunci dalam memperkuat kedaulatan teknologi Indonesia. Menurut dia, percepatan transformasi digital global menuntut ekosistem nasional yang adaptif dan berkelanjutan.

Seno menyampaikan bahwa isu sovereignty kini menjadi perhatian banyak negara karena menyangkut ketahanan ekonomi dan keamanan data. Ketergantungan pada infrastruktur serta platform global tidak lagi hanya dipandang sebagai persoalan teknis, melainkan juga persoalan strategis nasional.

Ia menilai penguatan sovereign digital ecosystem penting agar data, infrastruktur, kapabilitas AI, dan keamanan digital tetap berada dalam kendali negara. Dengan begitu, Indonesia dapat menjaga kepentingan nasional sekaligus memperkuat posisi dalam peta digital regional.

Forum ini dihadiri sejumlah pemangku kepentingan, antara lain Direktur Jenderal Ekosistem Digital Kementerian Komunikasi dan Digital RI Edwin Hidayat Abdullah, Managing Director Strategic Technology Initiatives Danantara Indonesia Ricardo Irwan Rei, dan Deputi IV Bidang Keamanan Siber dan Sandi Perekonomian BSSN Slamet Aji Pamungkas. Hadir pula Managing Director Gen AI Lead, Sovereign AI Lead for Accenture APAC Kunal Shah.

Fokus Cloud Dan AI

Indonesia Tech Sovereignty Forum 2026 mengangkat sejumlah isu strategis yang menjadi fondasi kemandirian teknologi nasional. Topik yang dibahas meliputi sovereign cloud infrastructure, pengembangan AI berbasis konteks Indonesia, ketahanan siber nasional, dan penguatan talenta digital.

Telkom menilai pengembangan cloud, AI, dan cybersecurity harus berjalan beriringan agar Indonesia tidak hanya menjadi pasar digital. Dengan penguatan tiga pilar tersebut, Indonesia diharapkan mampu mengembangkan, mengelola, dan memonetisasi aset digitalnya sendiri.

Seno mengatakan momentum transformasi digital harus menjadi titik balik bagi Indonesia untuk mengambil peran lebih besar dalam ekosistem teknologi global. Ia menekankan bahwa penguatan kapabilitas digital akan menentukan seberapa besar nilai ekonomi yang dapat dinikmati Indonesia.

Dalam forum tersebut, Telkom juga memperkenalkan inisiatif AdyaCakra sebagai bagian dari pengembangan sovereign cloud, sovereign AI, dan sovereign cybersecurity. Inisiatif ini diposisikan sebagai kontribusi Telkom untuk memperkuat fondasi digital sovereignty dan mendorong pertumbuhan ekonomi nasional.

Charter Digital Diluncurkan

Forum ini juga menandai peluncuran Charter of Digital Sovereignty sebagai bentuk keseriusan para pihak dalam memperkuat ekosistem teknologi nasional. Dokumen tersebut menjadi simbol komitmen bersama untuk membangun arah pengembangan digital yang lebih terukur dan berdaulat.

Peluncuran charter itu mempertegas agenda besar untuk menempatkan Indonesia sebagai pengembang, bukan sekadar pengguna, teknologi digital. Melalui langkah ini, Telkom berharap kolaborasi lintas sektor dapat menghasilkan inovasi yang relevan bagi kebutuhan nasional.

Seno menjelaskan AdyaCakra dirancang untuk mendukung akselerasi pertumbuhan ekonomi nasional melalui ekosistem digital yang lebih kuat. Menurut dia, pengembangan teknologi yang berdaulat akan memberi ruang lebih luas bagi penciptaan nilai ekonomi dan inovasi.

Telkom menargetkan inisiatif tersebut dapat memperkuat daya saing Indonesia di level regional maupun global. Perusahaan juga ingin memastikan bahwa fondasi digital nasional tumbuh secara adaptif, aman, dan berkelanjutan.

Strategi Telkom Berlanjut

Di sisi korporasi, Telkom menyatakan penguatan kedaulatan teknologi sejalan dengan arah strategi transformasi TLKM 30. Perusahaan terus berperan sebagai orkestrator ekosistem digital nasional melalui pengembangan infrastruktur, platform, dan kapabilitas teknologi.

Telkom juga mengembangkan AI Center of Excellence melalui lima pilar utama. Kelima pilar itu meliputi AI Campus, AI Playground, AI Connect, AI Hub, dan AI Native.

Melalui pendekatan tersebut, Telkom berupaya membangun ekosistem AI nasional yang melibatkan kampus, komunitas, industri, dan internal perusahaan. Tujuannya adalah mempercepat riset, pengembangan talenta, serta penerapan solusi yang relevan bagi masyarakat dan dunia usaha.

Di sisi lain, Edwin Hidayat Abdullah menilai transformasi digital harus dibarengi kapasitas dan kendali atas infrastruktur. Sementara itu, Slamet Aji Pamungkas menekankan pentingnya pengelolaan data strategis nasional di bawah yurisdiksi Indonesia, termasuk penguasaan sistem enkripsi untuk menjaga keamanan data.

Komentar

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!