Jasa Marga Bagikan Dividen Rp1,1 Triliun dari Laba 2025

Ekonomi Bisnis Gilang Nabaris 28 Mei 2026 08:45 WIB 2
Jasa Marga Bagikan Dividen Rp1,1 Triliun dari Laba 2025

PT Jasa Marga (Persero) Tbk menetapkan pembagian dividen tunai sebesar Rp1,1 triliun kepada pemegang saham dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan Tahun Buku 2025. Nilai itu setara dengan 31 persen dari laba bersih perseroan, dengan dividen per saham Rp156,2 yang akan dibagikan pada 19 Juni 2026.

Keputusan tersebut diambil di tengah upaya Jasa Marga menjaga pertumbuhan usaha, memperkuat struktur keuangan, dan mempertahankan nilai pemegang saham. Perseroan juga memaparkan kinerja operasional yang solid, termasuk pendapatan usaha Rp19,8 triliun, EBITDA Rp13,3 triliun, serta pengelolaan 1.294 kilometer jalan tol pada tahun 2025.

Dividen Jasa Marga

Direktur Utama Jasa Marga Rivan A. Purwantono menyampaikan bahwa pembagian dividen dilakukan secara terukur dengan tetap memperhatikan kondisi keuangan dan ekonomi ke depan. Menurut dia, perseroan berkomitmen menjaga kesinambungan dividen di tengah ekspansi usaha yang terus berjalan. Sisa laba bersih tahun 2025 dialokasikan sebagai laba ditahan untuk cadangan dan penguatan modal. Kebijakan ini diambil agar pertumbuhan perusahaan tetap seimbang dengan perlindungan bagi pemegang saham.

Dividen per lembar saham ditetapkan sebesar Rp156,2, sama seperti periode sebelumnya. Hak atas dividen diberikan kepada pemegang saham yang tercatat dalam recording date pada 4 Juni 2026. Jadwal pembagian dividen dijadwalkan pada 19 Juni 2026. Perseroan menilai keputusan ini mencerminkan konsistensi dalam memberikan imbal hasil kepada investor.

Dalam RUPST tersebut, Dewan Komisaris dan Direksi juga melaporkan bahwa laba bersih 2025 tetap kuat di tengah dinamika bisnis. Jasa Marga menilai kebijakan dividen yang diambil sejalan dengan upaya menjaga stabilitas fundamental perusahaan. Perseroan ingin memastikan ruang investasi tetap tersedia untuk mendukung pertumbuhan jangka panjang. Dengan demikian, pembagian dividen tidak mengganggu agenda pengembangan usaha yang telah disusun.

Rivan menegaskan bahwa perseroan akan terus menjaga keseimbangan antara ekspansi dan kehati-hatian finansial. Dia menyebut pendekatan itu penting agar Jasa Marga tetap mampu menciptakan nilai tambah bagi seluruh pemangku kepentingan. Struktur keuangan yang sehat dinilai menjadi modal utama untuk menghadapi tantangan tahun mendatang. Perseroan juga menilai kebijakan ini memberi sinyal positif bagi pasar dan investor.

Kinerja Jasa Marga

Sepanjang 2025, Jasa Marga mencatat pendapatan usaha sebesar Rp19,8 triliun, tumbuh 5,8 persen secara tahunan. Kontribusi terbesar berasal dari pendapatan tol senilai Rp18,2 triliun, disusul pendapatan usaha lain Rp1,6 triliun. EBITDA perseroan juga meningkat menjadi Rp13,3 triliun dengan margin 67 persen. Capaian tersebut menunjukkan kemampuan perusahaan menjaga efisiensi sekaligus pertumbuhan pendapatan.

Perseroan menyebut core profit tetap stabil di level Rp3,7 triliun selama tahun buku 2025. Stabilitas itu ditopang oleh kenaikan pendapatan usaha dan EBITDA yang konsisten sepanjang tahun. Jasa Marga juga berhasil menurunkan beban keuangan konsolidasi sebesar 10,5 persen secara tahunan. Penurunan beban tersebut merupakan dampak positif dari aksi korporasi equity financing pada akhir 2024.

Dalam lini bisnis konsesi jalan tol, Jasa Marga tetap mempertahankan posisi sebagai market leader di Indonesia. Perseroan mengoperasikan 1.294 kilometer jalan tol dari total konsesi sepanjang 1.736 kilometer. Portofolio itu merepresentasikan sekitar 42 persen pangsa pasar jalan tol nasional. Hingga akhir 2025, transaksi di ruas jalan tol Jasa Marga mencapai 1,31 miliar kendaraan dengan lalu lintas harian rata-rata 3,58 juta kendaraan.

Jasa Marga menilai kinerja operasional yang stabil menjadi dasar penting bagi keberlanjutan bisnis. Pertumbuhan volume lalu lintas dan pendapatan tol memperkuat daya tahan usaha di tengah tantangan ekonomi. Perusahaan juga terus mengoptimalkan pengelolaan aset untuk meningkatkan produktivitas jaringan jalan tol. Dengan fondasi tersebut, perseroan melihat peluang pertumbuhan masih terbuka lebar pada 2026.

Transformasi Jasa Marga

Jasa Marga mempercepat pengembangan Jasamarga Tollroad Command Center berbasis Intelligent Transport System. Sistem ini mampu menghasilkan prediksi lalu lintas dengan tingkat akurasi mendekati 98 persen. Informasi lalu lintas kemudian disampaikan kepada pengguna jalan melalui aplikasi Travoy. Pada 2025, aplikasi tersebut diunduh oleh 1,1 juta pengguna atau naik 48 persen dibandingkan tahun sebelumnya.

Transformasi digital itu berdampak pada kenaikan Customer Satisfaction Index menjadi 5,13 dari skala 6. Nilai tersebut masuk kategori puas dan mencerminkan peningkatan kualitas layanan. Perseroan menyebut pelayanan yang aman, nyaman, dan berkeselamatan menjadi fokus utama. Pengembangan teknologi juga diarahkan untuk memperkuat pengalaman pelanggan di jalan tol.

Di sisi fasilitas pendukung, hingga akhir 2025 terdapat 59 rest area yang beroperasi di sepanjang ruas jalan tol Jasa Marga Group. Sebanyak 26 rest area, atau 44 persen dari total, merupakan Travoy Rest yang dikelola langsung oleh perseroan. Tahun ini, program rejuvenasi Travoy Rest dilakukan melalui perbaikan fasilitas umum, standardisasi pelayanan petugas, penataan tenant, dan optimalisasi area parkir. Langkah tersebut ditujukan untuk meningkatkan kenyamanan pengguna jalan saat beristirahat.

Perseroan juga menegaskan komitmen terhadap ESG melalui program Green Toll Road dan inisiatif green initiative lainnya. Upaya itu meliputi pemanfaatan energi terbarukan, penyediaan fasilitas kendaraan listrik, penguatan budaya K3, serta pengelolaan lingkungan di rest area. Selain itu, Jasa Marga mengembangkan inovasi Hybrid Wind Tree dan water treatment untuk mendukung pengurangan dampak lingkungan. Program-program tersebut menjadi bagian dari strategi keberlanjutan perusahaan.

Manajemen Jasa Marga

Dalam RUPST Tahun Buku 2025, pemegang saham menyetujui susunan baru Dewan Komisaris dan Direksi Jasa Marga. Dewan Komisaris terdiri atas Juri Ardiantoro sebagai Komisaris Utama, serta Syamsul Bachri Yusuf, M. Asrorun Ni'am Sholeh, Tedi Kurniawan, Nachrowi Ramli, Rudi Antariksawan, dan Nurul Ghufron. Susunan ini diharapkan memperkuat pengawasan dan tata kelola perusahaan. Keputusan tersebut menjadi bagian dari agenda penyegaran organisasi perseroan.

Adapun jajaran Direksi terdiri atas Rivan A. Purwantono sebagai Direktur Utama, Andry Tanudjaja sebagai Wakil Direktur Utama, Reza Febriano sebagai Direktur Bisnis, dan Yoga Tri Anggoro sebagai Direktur Human Capital dan Transformasi. Selain itu, Pramitha Wulanjani menjabat Direktur Keuangan dan Manajemen Risiko, Yaya Ruhiya sebagai Direktur Layanan, Fitri Wiyanti sebagai Direktur Operasi, serta Ari Respati sebagai Direktur Pengembangan Usaha. Susunan ini diharapkan mendukung akselerasi strategi perusahaan. Jasa Marga menilai kombinasi pengalaman dan kompetensi menjadi penting untuk menjaga kinerja ke depan.

Perseroan juga mendorong penguatan sumber daya manusia melalui beasiswa pendidikan lanjutan, program Magenta, dan inisiatif Roadster Sportivo. Program ini diarahkan untuk membangun lingkungan kerja yang inklusif, sehat, dan mendukung kesetaraan. Jasa Marga menekankan bahwa budaya kerja modern perlu berjalan seiring dengan pengembangan talenta. Dengan pendekatan itu, perusahaan berharap mampu mencetak SDM unggul yang adaptif terhadap perubahan.

Ke depan, Jasa Marga optimistis kinerja 2026 akan lebih kuat melalui optimalisasi anggaran, pemenuhan Standar Pelayanan Minimal, dan penyesuaian tarif tol secara terukur. Perseroan menilai struktur keuangan yang lebih sehat dan beban keuangan yang terkendali akan menjadi penopang pertumbuhan. Rivan menegaskan bahwa perusahaan akan terus mengedepankan pelayanan sepenuh hati serta nilai tambah jangka panjang. Target tersebut diarahkan untuk menjaga posisi Jasa Marga sebagai pemimpin industri jalan tol nasional.

Komentar

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!