IHSG Melemah 1,94 Persen ke 6.196,80 di Awal Perdagangan

Forex & Saham Gilang Nabaris 28 Mei 2026 06:08 WIB 2
IHSG Melemah 1,94 Persen ke 6.196,80 di Awal Perdagangan

Indeks Harga Saham Gabungan atau IHSG melemah hampir 2 persen pada awal perdagangan Kamis, 21 Mei 2026. Berdasarkan data RTI Business, IHSG turun 1,94 persen ke level 6.196,80, setelah sempat dibuka menguat ke 6.378,81. Pelemahan ini terjadi ketika mayoritas bursa Asia bergerak naik. Sentimen pasar global menguat setelah Presiden Amerika Serikat Donald Trump menyebut negosiasi dengan Iran telah memasuki tahap akhir.

Pergerakan IHSG yang berlawanan dengan kawasan Asia menunjukkan investor domestik masih berhati-hati. Di sisi lain, optimisme terhadap potensi penurunan tensi geopolitik ikut mendorong pasar saham regional. Harapan itu juga berkaitan dengan ekspektasi turunnya harga minyak dunia. Kondisi tersebut menjadi faktor penting yang memengaruhi arah perdagangan hari ini.

IHSG Dibuka Melemah

IHSG langsung tertekan pada sesi awal perdagangan Kamis. Indeks sempat dibuka di zona hijau, tetapi kemudian berbalik arah dengan cepat. Data RTI Business mencatat koreksi sebesar 1,94 persen. Pada saat itu, indeks bergerak ke posisi 6.196,80.

Pergerakan tersebut kontras dengan pembukaan yang sempat positif. Pada awal perdagangan, IHSG sempat mencapai level 6.378,81. Namun, tekanan jual membuat indeks kehilangan penguatan tersebut. Kondisi ini menunjukkan volatilitas pasar masih cukup tinggi.

Pelemahan IHSG menjadi perhatian pelaku pasar karena terjadi di tengah sentimen eksternal yang relatif membaik. Biasanya, meredanya ketegangan geopolitik memberi ruang bagi aset berisiko untuk menguat. Akan tetapi, respons pasar domestik kali ini belum sejalan dengan bursa regional. Faktor internal diduga masih membatasi laju indeks.

Bursa Asia Menguat

Mayoritas bursa Asia dibuka menghijau pada perdagangan Kamis pagi. Mengutip CNBC, penguatan terjadi seiring naiknya Wall Street pada perdagangan sebelumnya. Sentimen itu dipicu pernyataan Trump mengenai negosiasi dengan Iran. Pasar menilai kabar tersebut sebagai sinyal positif bagi stabilitas global.

Indeks Nikkei 225 Jepang melonjak 3,54 persen pada pembukaan perdagangan. Kenaikan itu mengikuti rilis data perdagangan terbaru dari Jepang. Di Korea Selatan, Kospi juga melanjutkan penguatan hingga 7 persen. Sementara itu, Kosdaq ikut naik 4,88 persen.

Penguatan juga terlihat di pasar Australia dan China. Indeks S&P/ASX 200 Australia bertambah 1,62 persen. CSI 300 China naik 1,67 persen, sedangkan Hang Seng Hong Kong menguat 0,24 persen. Data ini memperlihatkan sentimen positif menyebar luas di kawasan Asia-Pasifik.

Dorongan dari Iran

Pernyataan Donald Trump menjadi katalis utama pergerakan pasar hari ini. Ia menyebut negosiasi dengan Iran telah memasuki tahap akhir. Pernyataan itu meningkatkan harapan bahwa konflik dapat mereda. Investor pun merespons dengan pembelian pada aset berisiko.

Pasar menilai perkembangan tersebut berpotensi menekan harga minyak dunia. Jika ketegangan geopolitik menurun, pasokan energi global dinilai lebih stabil. Hal ini biasanya menjadi kabar positif bagi pasar saham. Biaya produksi dan tekanan inflasi juga berpotensi lebih terkendali.

Namun, dampaknya ke masing-masing pasar tidak selalu sama. IHSG justru masih berada di bawah tekanan pada sesi awal. Ini menandakan investor domestik masih mempertimbangkan berbagai faktor lain. Mulai dari arus dana asing, sektor yang bergerak, hingga kondisi teknikal indeks.

Prospek IHSG Hari Ini

Arah IHSG ke depan akan bergantung pada respons pasar terhadap sentimen global. Jika optimisme perdamaian AS-Iran berlanjut, bursa regional berpeluang tetap menguat. Kondisi itu dapat memberi dukungan tambahan bagi indeks domestik. Meski demikian, volatilitas masih perlu diwaspadai.

Pelaku pasar juga akan mencermati pergerakan harga minyak dunia. Penurunan harga energi dapat menjadi katalis bagi saham-saham tertentu. Di sisi lain, investor dapat memilih sikap selektif sambil menunggu sinyal lebih jelas. Sentimen dari Wall Street dan bursa Asia masih akan menjadi penentu utama.

Dengan pelemahan pagi ini, IHSG membutuhkan dorongan baru untuk kembali ke jalur positif. Pergerakan pada sesi berikutnya akan menunjukkan apakah tekanan jual mulai mereda. Jika minat beli meningkat, indeks masih berpeluang menutup sebagian koreksi. Namun, jika sentimen negatif bertahan, tekanan bisa berlanjut hingga akhir perdagangan.

Komentar

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!