Lembaga Pembiayaan Ekspor Indonesia atau Indonesia Eximbank terus mendorong pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah agar mampu menembus pasar global. Dukungan itu diberikan melalui pelatihan ekspor, pembiayaan, hingga pendampingan usaha agar produk lokal lebih siap bersaing di pasar internasional.
Salah satu penerima manfaat program tersebut adalah PT Makbul Abadi Semestar, perusahaan aggregator produk UMKM yang berhasil memperluas ekspor setelah mengikuti Coaching Program for New Exporter pada 2024. Perusahaan ini kini merangkul lebih dari 50 UMKM, dengan produk unggulan berupa keripik tempe, keripik buah, dan buah kering yang dipasarkan ke sejumlah negara.
Dukungan Ekspor UMKM
LPEI menempatkan penguatan kapasitas UMKM sebagai bagian penting dari strategi perluasan ekspor nasional. Melalui program pelatihan, pelaku usaha dibekali pengetahuan mengenai standar pasar tujuan, kesiapan dokumen, dan strategi menghadapi pembeli luar negeri.
Pendampingan tersebut juga diarahkan agar UMKM tidak hanya mampu memproduksi, tetapi juga memahami alur perdagangan internasional. Dengan demikian, produk lokal memiliki peluang lebih besar untuk masuk ke rantai pasok global secara berkelanjutan.
Program Coaching Program for New Exporter menjadi salah satu pintu masuk bagi pelaku usaha yang baru memulai ekspor. Skema ini membantu perusahaan memahami tahapan ekspor secara praktis, mulai dari kesiapan produk hingga negosiasi dengan calon pembeli.
Selain pelatihan, LPEI juga menyediakan dukungan pembiayaan yang dapat membantu pelaku usaha menjaga arus kas saat memenuhi pesanan ekspor. Kombinasi pelatihan dan pembiayaan dinilai menjadi faktor penting agar UMKM dapat berkembang lebih cepat.
Makbul Abadi Semestar Naik Kelas
Marketing Director PT Makbul Abadi Semestar, Sri Wulan, mengatakan pihaknya berperan sebagai penghubung bagi produk UMKM agar bisa dipasarkan lebih luas. Perusahaan ini menghimpun berbagai produk lokal yang kemudian disalurkan untuk kebutuhan pasar domestik maupun ekspor.
Menurut Wulan, produk unggulan yang dikelola perusahaan cukup beragam, mulai dari keripik tempe, keripik buah, hingga buah kering. Ragam produk tersebut menjadi daya tarik karena memiliki karakter khas Indonesia dan diminati pembeli luar negeri.
Ia menuturkan, jumlah UMKM yang dirangkul telah melampaui 50 pelaku usaha dan berpotensi terus bertambah. Pertumbuhan itu didorong oleh keterlibatan perusahaan dalam berbagai ajang promosi dan perluasan jaringan buyer.
Dalam pameran Trade Expo Indonesia 2025, perusahaan ini juga memperoleh calon pembeli baru sekaligus calon mitra UMKM baru. Menurut Wulan, kondisi tersebut menciptakan dampak ganda karena memperluas pasar sekaligus memperkuat rantai distribusi produk lokal.
Pasar Baru Produk Lokal
Sejauh ini, produk UMKM yang dihimpun PT Makbul Abadi Semestar telah dikirim ke Amerika Serikat, Arab Saudi, dan segera masuk ke Chile. Perusahaan juga telah menerima pesanan ekspor yang menunjukkan minat pasar terhadap produk olahan buah dan makanan ringan Indonesia.
Dalam satu pengiriman, volume ekspor disebut mencapai sekitar 17.000 bungkus produk. Ukuran kemasan yang digunakan adalah 100 gram, sehingga permintaan tersebut dinilai cukup signifikan bagi kapasitas produksi mitra UMKM.
Selain tiga negara tersebut, perusahaan juga tengah menjajaki pasar Prancis, Jepang, dan India. Sejumlah importir dari negara itu disebut tertarik pada buah kering hasil produksi UMKM Indonesia.
Wulan menilai peluang ekspor masih terbuka lebar selama produk lokal mampu menjaga kualitas dan konsistensi pasokan. Karena itu, penguatan kemasan, standar produksi, dan hubungan dengan buyer menjadi fokus pengembangan berikutnya.
LPEI Di Ajang Dagang
Indonesia Eximbank turut ambil bagian dalam Trade Expo Indonesia ke-40 yang berlangsung di ICE BSD, Tangerang, Banten, pada 15-19 Oktober 2025. Dalam ajang itu, sebanyak 14 pelaku ekspor binaan LPEI ikut memamerkan produk unggulan mereka kepada buyer internasional.
Produk yang ditampilkan mencakup rempah-rempah, buah dan sayuran, serta makanan dan minuman. Kehadiran berbagai komoditas tersebut menunjukkan bahwa produk Indonesia memiliki ragam potensi untuk dipasarkan di banyak negara.
Di sela pameran, LPEI juga membuka ruang konsultasi bagi eksportir yang ingin memahami pembiayaan ekspor, penjaminan, asuransi ekspor, dan layanan pengembangan kapasitas. Fasilitas ini diharapkan membantu pelaku usaha mengatasi hambatan teknis maupun finansial dalam ekspor.
Kepala Divisi Sekretariat Lembaga dan Hubungan Kelembagaan LPEI, Dyza Rochadi, mengatakan pelaku usaha berorientasi ekspor dapat memanfaatkan berbagai produk dan layanan yang tersedia. Pengunjung juga bisa berkonsultasi dengan petugas Bea Cukai dan Lembaga National Single Window di booth KemenkeuSatu untuk menyelesaikan kendala ekspor secara langsung.
