LPEI Dorong UMKM Tembus Pasar Ekspor Global

Ekonomi Bisnis Gilang Nabaris 24 Mei 2026 08:08 WIB 6
LPEI Dorong UMKM Tembus Pasar Ekspor Global

Lembaga Pembiayaan Ekspor Indonesia atau Indonesia Eximbank terus mendorong pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah, agar mampu menembus pasar global. Dukungan itu diberikan melalui pelatihan ekspor, pendampingan usaha, hingga pembiayaan yang disesuaikan dengan kebutuhan pelaku usaha. Salah satu mitra yang merasakan manfaat program tersebut adalah PT Makbul Abadi Semestar, yang berhasil memperluas ekspor produk lokal ke sejumlah negara.

Marketing Director PT Makbul Abadi Semestar, Sri Wulan, mengatakan perusahaan yang dipimpinnya berperan sebagai aggregator produk UMKM. Produk yang dikumpulkan antara lain keripik tempe, keripik buah, dan buah kering, yang kini dipasarkan ke luar negeri maupun didistribusikan secara domestik. Ia menyampaikan hal itu saat ditemui di ajang Trade Expo Indonesia ke-40 di Tangerang, Minggu, 19 Oktober 2025.

Dukungan LPEI untuk ekspor

PT Makbul Abadi Semestar menjadi salah satu contoh keberhasilan program Coaching Program for New Exporter atau CPNE yang dijalankan LPEI pada 2024. Setelah mengikuti program tersebut, perusahaan itu mengaku lebih siap mengelola permintaan pasar luar negeri. Pendampingan yang diberikan dinilai membantu mereka memahami proses ekspor secara lebih terstruktur.

Wulan mengatakan, perusahaannya kini telah merangkul lebih dari 50 UMKM untuk kebutuhan ekspor dan distribusi domestik. Jumlah tersebut diperkirakan terus bertambah seiring meningkatnya minat buyer dan calon mitra baru selama pameran TEI 2025. Menurut dia, ajang tersebut membuka peluang ganda bagi perusahaan untuk memperluas pasar dan memperkuat jejaring produksi.

Ia menilai program LPEI memberi double impact bagi pengembangan usaha. Selain bertemu calon pembeli, perusahaan juga bertemu calon mitra UMKM yang ingin ikut didistribusikan produknya. Pola ini membuat rantai bisnis yang dibangun menjadi lebih luas dan saling menguntungkan.

Pasar ekspor terus meluas

Produk UMKM yang dikelola PT Makbul Abadi Semestar telah diekspor ke Amerika Serikat dan Arab Saudi. Saat ini, perusahaan tersebut juga tengah memproses pesanan ekspor ke Chili. Dalam satu pengiriman, volume produk bisa mencapai sekitar 17.000 bungkus berukuran 100 gram.

Wulan menyebut minat pasar terhadap produk buah kering asal UMKM Indonesia masih cukup tinggi. Selain Chili, perusahaan juga menerima ketertarikan dari importir di Jepang dan Prancis. Sementara itu, dari India, minat yang masuk mengarah pada jenis buah yang berbeda.

Ia menegaskan bahwa diversifikasi produk menjadi kunci agar UMKM tetap kompetitif di pasar ekspor. Setiap negara tujuan memiliki karakter permintaan yang berbeda, sehingga pelaku usaha perlu menyesuaikan kualitas dan jenis produk. Dengan strategi itu, peluang ekspor dinilai bisa terus diperluas.

Peran TEI bagi UMKM

Indonesia Eximbank ikut ambil bagian dalam Trade Expo Indonesia ke-40 yang digelar di ICE BSD, Tangerang, Banten, pada 15-19 Oktober 2025. Dalam ajang tersebut, LPEI menampilkan 14 pelaku ekspor binaannya. Mereka memamerkan produk unggulan seperti rempah-rempah, buah dan sayuran, serta makanan dan minuman.

Selain memamerkan produk, LPEI menyediakan ruang konsultasi bagi eksportir yang membutuhkan informasi pembiayaan ekspor, penjaminan, asuransi ekspor, dan pengembangan kapasitas. Layanan ini dibuka agar pelaku usaha dapat memperoleh solusi yang lebih praktis untuk menghadapi kendala ekspor. Kehadiran ruang konsultasi juga menjadi sarana edukasi bagi pelaku usaha yang baru masuk ke pasar internasional.

Kepala Divisi Sekretariat Lembaga dan Hubungan Kelembagaan LPEI, Dyza Rochadi, mengatakan pelaku usaha berorientasi ekspor dapat memanfaatkan berbagai produk dan layanan yang tersedia di TEI 2025. Pengunjung juga dapat berkonsultasi langsung dengan petugas Bea Cukai dan Lembaga National Single Window yang hadir di booth KemenkeuSatu. Menurut dia, sinergi layanan ini diharapkan memperlancar proses ekspor pelaku usaha Indonesia.

Prospek ekspor UMKM

Langkah LPEI dinilai penting untuk memperkuat kesiapan UMKM dalam menghadapi persaingan global. Pelatihan dan pendampingan membantu pelaku usaha memahami standar mutu, administrasi, dan kebutuhan pasar negara tujuan. Dengan bekal itu, produk lokal memiliki peluang lebih besar untuk diterima pembeli internasional.

Dukungan pembiayaan juga menjadi faktor penting bagi UMKM yang ingin naik kelas di pasar ekspor. Akses pendanaan yang tepat dapat membantu pelaku usaha memperbesar kapasitas produksi dan menjaga kontinuitas pasokan. Pada saat yang sama, penjaminan dan asuransi ekspor memberi perlindungan terhadap risiko transaksi lintas negara.

Pengalaman PT Makbul Abadi Semestar menunjukkan bahwa kolaborasi antara lembaga pembiayaan, aggregator, dan UMKM dapat menghasilkan pertumbuhan yang nyata. Dari pasar domestik hingga ekspor, produk lokal berpeluang menjangkau konsumen yang lebih luas. Jika pendampingan konsisten, UMKM Indonesia dinilai mampu menjadi pemain yang lebih kuat di rantai perdagangan global.

Komentar

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!