LPEI Dorong UMKM Tembus Pasar Ekspor Global

Ekonomi Bisnis Kevin S. Pratama 31 Mei 2026 04:40 WIB 2
LPEI Dorong UMKM Tembus Pasar Ekspor Global

Lembaga Pembiayaan Ekspor Indonesia atau Indonesia Eximbank terus memperluas dukungan bagi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah untuk menembus pasar global. Dukungan itu diwujudkan melalui pelatihan ekspor, pembiayaan, penjaminan, serta pendampingan kapasitas usaha di ajang Trade Expo Indonesia ke-40 di Tangerang, Banten.

Salah satu penerima manfaatnya adalah PT Makbul Abadi Semestar, perusahaan aggregator produk UMKM yang berhasil memperluas ekspor produk lokal ke sejumlah negara setelah mengikuti Coaching Program for New Exporter pada 2024. Perusahaan ini kini merangkul lebih dari 50 UMKM dan terus mencari mitra baru serta calon buyer dari pameran dagang internasional tersebut.

LPEI Dukung Ekspor UMKM

Marketing Director PT Makbul Abadi Semestar, Sri Wulan, mengatakan pihaknya membantu UMKM memasarkan produk ke pasar yang lebih luas. Produk yang dibawa beragam, mulai dari keripik tempe, keripik buah, hingga buah kering.

Menurut Wulan, pendampingan dari Indonesia Eximbank memberi ruang bagi pelaku usaha untuk memahami proses ekspor secara lebih terstruktur. Program itu juga membantu perusahaan agregator memperkuat jaringan bisnis dengan pembeli dan mitra baru.

Ia menilai keikutsertaan dalam Trade Expo Indonesia 2025 menghasilkan dampak ganda bagi usahanya. Selain memperoleh calon buyer, pihaknya juga mendapatkan peluang kerja sama dengan UMKM lain yang ingin memperluas distribusi produk.

Wulan menyebut dukungan seperti ini penting agar pelaku usaha kecil dapat naik kelas dan masuk ke rantai pasok ekspor. Dengan pendampingan yang tepat, produk lokal dinilai memiliki daya saing di pasar internasional.

Pasar Baru Terbuka

Hingga kini, PT Makbul Abadi Semestar telah mengekspor produk UMKM ke Amerika Serikat, Arab Saudi, dan tengah memproses pengiriman ke Chili. Dalam satu kontainer, volume pengiriman mencapai sekitar 17.000 bungkus produk ukuran 100 gram.

Perusahaan itu juga membidik pasar lain yang dinilai potensial, termasuk Prancis, Jepang, dan India. Sejumlah importir dari negara tersebut disebut menunjukkan ketertarikan terhadap buah kering hasil UMKM Indonesia.

Wulan menjelaskan, permintaan dari berbagai negara membuktikan bahwa produk olahan lokal memiliki peluang ekspansi yang besar. Menurut dia, kunci utamanya adalah menjaga kualitas, konsistensi pasokan, dan kemasan yang sesuai standar ekspor.

Ia menambahkan, perusahaan terus menyesuaikan jenis buah kering yang ditawarkan sesuai preferensi pasar tujuan. Strategi itu diharapkan menjaga keberlanjutan kontrak sekaligus membuka kesempatan ekspor berikutnya.

Peran LPEI Di TEI

Indonesia Eximbank berpartisipasi dalam Trade Expo Indonesia ke-40 yang berlangsung di ICE BSD, Tangerang, pada 15-19 Oktober 2025. Dalam ajang itu, sebanyak 14 pelaku usaha binaan LPEI memamerkan produk unggulan mereka kepada buyer internasional.

Produk yang ditampilkan meliputi rempah-rempah, buah dan sayuran, serta makanan dan minuman. Kehadiran mereka menjadi sarana promosi untuk memperkenalkan komoditas ekspor Indonesia kepada pasar global.

Selain menampilkan produk, LPEI membuka ruang konsultasi bagi eksportir yang membutuhkan informasi mengenai pembiayaan ekspor, penjaminan, asuransi ekspor, dan pengembangan kapasitas usaha. Layanan ini ditujukan agar pelaku usaha bisa mengatasi hambatan ekspor secara lebih cepat.

Kepala Divisi Sekretariat Lembaga dan Hubungan Kelembagaan LPEI, Dyza Rochadi, mengatakan pelaku usaha berorientasi ekspor dapat memanfaatkan berbagai produk dan layanan yang tersedia. Menurut dia, kehadiran LPEI di pameran dagang merupakan bagian dari mandat sebagai Export Credit Agency dan Eximbank Indonesia.

Konsultasi Ekspor Terbuka

LPEI juga menyediakan konsultasi langsung bagi pengunjung yang ingin memahami proses ekspor secara lebih detail. Layanan itu meliputi pembiayaan, penjaminan, asuransi ekspor, hingga konsultasi peningkatan kapasitas usaha.

Pengunjung yang menemui kendala ekspor dapat berkonsultasi dengan petugas Bea Cukai dan Lembaga National Single Window di booth KemenkeuSatu. Kehadiran layanan terpadu ini memudahkan pelaku usaha mencari solusi atas hambatan administratif maupun teknis.

Skema pendampingan seperti ini dinilai penting untuk mempercepat kesiapan UMKM masuk pasar internasional. Dengan akses informasi yang lebih mudah, pelaku usaha diharapkan mampu memenuhi standar ekspor secara konsisten.

Partisipasi LPEI di TEI 2025 menegaskan peran lembaga tersebut dalam mempertemukan UMKM dengan buyer, mitra, dan layanan pendukung ekspor. Langkah ini sekaligus memperkuat ekosistem ekspor nasional yang berbasis produk unggulan Indonesia.

Komentar

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!