LPEI Dorong UMKM Tembus Pasar Ekspor Global

Ekonomi Bisnis Dimas Rayyanza 22 Mei 2026 01:38 WIB 7
LPEI Dorong UMKM Tembus Pasar Ekspor Global

Lembaga Pembiayaan Ekspor Indonesia, atau Indonesia Eximbank, memperkuat dukungan bagi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah untuk menembus pasar global melalui pelatihan ekspor dan pembiayaan. Salah satu penerima manfaatnya adalah PT Makbul Abadi Semestar, aggregator produk UMKM, yang mencatat peningkatan ekspor setelah mengikuti Coaching Program for New Exporter pada 2024.

Program pendampingan itu membuka peluang baru bagi perusahaan tersebut, baik dalam memperluas pasar luar negeri maupun menambah mitra UMKM di dalam negeri. Di ajang Trade Expo Indonesia ke-40 di Tangerang, perusahaan itu menyebut permintaan terhadap produk lokal terus bertambah, terutama untuk kategori makanan ringan dan buah kering.

Dorongan Untuk UMKM

Marketing Director PT Makbul Abadi Semestar, Sri Wulan, mengatakan pihaknya berperan membantu UMKM memasarkan produk ke pasar yang lebih luas. Perusahaan ini menghimpun berbagai produk lokal, mulai dari keripik tempe, keripik buah, hingga buah kering. Produk tersebut kemudian dipasarkan untuk kebutuhan ekspor maupun distribusi domestik.

Menurut Wulan, pelatihan dari Eximbank memberi dampak langsung bagi pengembangan usaha mereka. Ia menilai materi ekspor, penguatan jejaring, dan pendampingan bisnis menjadi bekal penting untuk menghadapi buyer internasional. Dari proses itu, perusahaan menjadi lebih siap mengelola permintaan dari luar negeri.

Ia menjelaskan bahwa dukungan tersebut tidak berhenti pada pelatihan semata. Ada pula akses jejaring yang mempertemukan perusahaan dengan calon pembeli dan mitra baru. Kondisi ini membuat peluang usaha berkembang lebih cepat dibandingkan sebelumnya.

Wulan menyebut hasilnya terasa nyata karena perusahaan memperoleh double impact. Di satu sisi, mereka mendapatkan buyer untuk pasar produk. Di sisi lain, mereka juga menjaring mitra UMKM yang ingin membantu distribusi barang.

Pasar Ekspor Meluas

Hingga kini, PT Makbul Abadi Semestar telah merangkul lebih dari 50 UMKM. Produk dari para mitra itu ikut diekspor ke luar negeri dan didistribusikan secara domestik. Jumlah mitra diperkirakan terus bertambah seiring tingginya minat yang muncul selama pameran dagang berlangsung.

Negara tujuan ekspor perusahaan itu meliputi Amerika Serikat dan Arab Saudi. Terbaru, perusahaan juga mendapat pesanan untuk masuk ke pasar Chili. Dalam satu pengiriman, volume yang dikirim dapat mencapai sekitar 17.000 bungkus produk.

Wulan menyampaikan bahwa skala pengiriman tersebut menunjukkan permintaan terhadap produk UMKM Indonesia cukup menjanjikan. Produk yang banyak diminati adalah varian buah kering, meski jenisnya bisa berbeda tergantung permintaan pasar. Setiap pesanan disesuaikan dengan kebutuhan importir di negara tujuan.

Ke depan, perusahaan menargetkan ekspansi ke pasar Perancis, Jepang, dan India. Dari ketiga negara itu, sudah ada minat awal terhadap produk buah kering asal UMKM Indonesia. Menurut Wulan, peluang tersebut memperlihatkan bahwa produk lokal memiliki daya saing di pasar internasional.

Pameran Dagang Strategis

Indonesia Eximbank turut berpartisipasi dalam Trade Expo Indonesia ke-40 yang digelar di ICE BSD, Tangerang, Banten, pada 15-19 Oktober 2025. Dalam ajang tersebut, sebanyak 14 pelaku ekspor binaan LPEI memamerkan produk unggulan mereka. Kehadiran mereka menjadi bagian dari upaya memperluas akses pasar global.

Produk yang ditampilkan mencakup rempah-rempah, buah dan sayuran, serta makanan dan minuman. Beragam komoditas itu dipresentasikan kepada para buyer internasional yang hadir dalam pameran. LPEI menempatkan ajang ini sebagai sarana promosi sekaligus penjajakan pasar baru.

Selain menampilkan produk, LPEI juga membuka ruang konsultasi bagi eksportir. Layanan yang tersedia meliputi pembiayaan ekspor, penjaminan, asuransi ekspor, dan konsultasi pengembangan kapasitas. Fasilitas ini ditujukan untuk membantu pelaku usaha mengatasi hambatan saat menembus pasar luar negeri.

Kepala Divisi Sekretariat Lembaga dan Hubungan Kelembagaan LPEI, Dyza Rochadi, mengatakan pelaku usaha berorientasi ekspor dapat memanfaatkan produk dan layanan yang disediakan lembaganya. Ia menegaskan bahwa LPEI hadir sebagai Export Credit Agency dan Eximbank Indonesia untuk memperkuat kapasitas eksportir nasional. Melalui pendekatan itu, perusahaan diharapkan lebih siap bersaing di pasar internasional.

Konsultasi Ekspor Terbuka

LPEI juga menyediakan layanan konsultasi terbuka bagi pengunjung yang ingin memahami berbagai aspek ekspor. Pengunjung dapat bertanya langsung mengenai pembiayaan, asuransi, dan penjaminan yang sesuai kebutuhan usaha. Kehadiran layanan ini memberi ruang belajar yang lebih praktis bagi calon eksportir.

Selain itu, tersedia pendampingan untuk pelaku usaha yang ingin meningkatkan kapasitas produksi dan kesiapan pasar. Konsultasi tersebut dirancang agar eksportir dapat menyesuaikan strategi bisnis dengan standar internasional. Dengan begitu, hambatan dalam proses ekspor dapat dikurangi sejak awal.

Pengunjung pameran juga dapat berkonsultasi dengan petugas Bea Cukai dan Lembaga National Single Window yang hadir di booth KemenkeuSatu. Kehadiran lembaga terkait memberi kemudahan bagi pelaku usaha dalam mengurus berbagai kendala administrasi ekspor. Koordinasi lintas instansi diharapkan membuat proses ekspor menjadi lebih efisien.

Partisipasi LPEI di TEI 2025 memperlihatkan peran negara dalam mendukung perluasan ekspor UMKM. Dukungan tersebut tidak hanya membuka pasar baru, tetapi juga memperkuat rantai usaha di dalam negeri. Dengan akses pembiayaan dan pendampingan yang tepat, UMKM berpeluang naik kelas secara berkelanjutan.

Tag Terkait
#LPEI#UMKM#ekspor

Komentar

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!