LPEI Dorong UMKM Tembus Pasar Ekspor Global

Ekonomi Bisnis Gilang Nabaris 27 Mei 2026 15:10 WIB 2
LPEI Dorong UMKM Tembus Pasar Ekspor Global

Lembaga Pembiayaan Ekspor Indonesia (LPEI) atau Indonesia Eximbank terus mendorong pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) untuk menembus pasar global. Dukungan itu diberikan melalui pelatihan ekspor, pendampingan usaha, hingga pembiayaan yang dirancang untuk memperkuat daya saing produk lokal.

Salah satu penerima manfaatnya adalah PT Makbul Abadi Semestar, perusahaan agregator produk UMKM yang berhasil meningkatkan ekspor setelah mengikuti Coaching Program for New Exporter (CPNE) pada 2024. Perusahaan ini kini menyalurkan berbagai produk olahan UMKM ke sejumlah negara, sekaligus memperluas jaringan mitra di dalam negeri.

Dukungan Ekspor UMKM

Marketing Director PT Makbul Abadi Semestar, Sri Wulan, mengatakan perusahaan yang ia pimpin berperan membantu UMKM memasarkan produknya ke pasar yang lebih luas. Produk unggulan yang dikumpulkan dari mitra, antara lain keripik tempe, keripik buah, dan buah kering.

Menurut Wulan, jumlah UMKM yang telah dirangkul perusahaan kini mencapai lebih dari 50 pelaku usaha. Produk dari jaringan mitra tersebut tidak hanya dikirim ke luar negeri, tetapi juga diedarkan di pasar domestik.

Ia menilai keikutsertaan dalam Trade Expo Indonesia (TEI) 2025 memberi dampak ganda bagi usaha yang dijalankan. Perusahaan memperoleh calon pembeli ekspor, sekaligus bertemu calon mitra UMKM baru yang ingin bergabung dalam jaringan distribusi.

Peluang Pasar Ekspor Baru

Hingga kini, produk UMKM binaan PT Makbul Abadi Semestar telah diekspor ke Amerika Serikat, Arab Saudi, dan Chili. Dalam satu pengiriman, volume produk dapat mencapai sekitar 17.000 bungkus dengan kemasan 100 gram.

Wulan menyebut peluang ekspor masih terbuka lebar ke sejumlah negara lain, termasuk Prancis, Jepang, dan India. Sejumlah importir dari tiga negara tersebut diketahui tertarik pada produk buah kering asal UMKM Indonesia.

Ia menegaskan permintaan terhadap produk olahan lokal masih terus berkembang, terutama untuk kategori buah kering. Karena itu, perusahaan melihat kebutuhan menjaga kualitas, konsistensi pasokan, dan standar kemasan sebagai hal yang sangat penting.

Peran LPEI di TEI

LPEI turut ambil bagian dalam Trade Expo Indonesia ke-40 yang berlangsung di ICE BSD, Tangerang, Banten, pada 15-19 Oktober 2025. Dalam ajang tersebut, sebanyak 14 pelaku ekspor binaan LPEI memamerkan produk unggulan mereka kepada pembeli internasional.

Produk yang ditampilkan mencakup rempah-rempah, buah dan sayuran, serta makanan dan minuman olahan. Kehadiran mereka menjadi sarana untuk memperluas eksposur produk Indonesia di hadapan para buyer dari berbagai negara.

Kepala Divisi Sekretariat Lembaga dan Hubungan Kelembagaan LPEI, Dyza Rochadi, mengatakan pelaku usaha berorientasi ekspor dapat memanfaatkan berbagai layanan yang disediakan lembaganya. Layanan itu mencakup solusi pembiayaan ekspor, penjaminan, asuransi ekspor, dan konsultasi pengembangan kapasitas.

Konsultasi dan Pembiayaan Ekspor

Selain memamerkan produk, LPEI juga membuka ruang konsultasi bagi eksportir yang ingin memahami lebih jauh kebutuhan pendanaan dan mitigasi risiko. Fasilitas ini diharapkan membantu pelaku usaha mengambil keputusan bisnis yang lebih tepat saat masuk ke pasar internasional.

Pengunjung pameran juga dapat berkonsultasi langsung mengenai berbagai kendala ekspor dengan petugas Bea Cukai dan Lembaga National Single Window (LNSW). Mereka hadir di booth KemenkeuSatu untuk memberikan penjelasan teknis terkait proses ekspor dan tata kelola administrasi.

Melalui rangkaian layanan tersebut, LPEI menegaskan komitmennya untuk memperkuat ekosistem ekspor nasional. Dukungan berkelanjutan kepada UMKM dinilai menjadi salah satu cara paling efektif untuk memperbesar kontribusi produk Indonesia di pasar global.

Tag Terkait
#LPEI#UMKM#ekspor

Komentar

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!