LPEI Dorong UMKM Ekspor Lewat Pelatihan dan Pembiayaan

Ekonomi Bisnis Kevin S. Pratama 22 Mei 2026 04:15 WIB 8
LPEI Dorong UMKM Ekspor Lewat Pelatihan dan Pembiayaan

Lembaga Pembiayaan Ekspor Indonesia atau Indonesia Eximbank memperkuat dukungan bagi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah untuk menembus pasar global. Dukungan tersebut diberikan melalui pelatihan ekspor, pembiayaan, hingga pendampingan pengembangan kapasitas. Salah satu penerima manfaatnya adalah PT Makbul Abadi Semestar, yang berhasil memperluas pasar produk lokal ke sejumlah negara setelah mengikuti Coaching Program for New Exporter pada 2024.

Marketing Director PT Makbul Abadi Semestar, Sri Wulan, mengatakan perusahaannya berperan sebagai agregator produk UMKM agar lebih mudah dipasarkan. Produk unggulan yang dibawa antara lain keripik tempe, keripik buah, dan buah kering. Ia menyampaikan keterangan itu saat ditemui di ajang Trade Expo Indonesia ke-40 di Tangerang, Minggu, 19 Oktober 2025.

Dorong UMKM Naik Kelas

Wulan menjelaskan, perusahaan yang ia pimpin telah merangkul lebih dari 50 UMKM. Produk dari para mitra itu kini masuk ke jalur ekspor dan distribusi domestik. Menurut dia, jumlah tersebut masih berpotensi bertambah seiring meningkatnya minat pelaku usaha baru.

Ia menuturkan, keikutsertaan dalam Trade Expo Indonesia 2025 memberi manfaat ganda bagi perusahaannya. Selain bertemu calon buyer, pihaknya juga menjajaki mitra UMKM baru yang ingin bergabung dalam jaringan distribusi. Kondisi itu, kata dia, memperluas jangkauan usaha sekaligus memperkuat ekosistem pemasaran produk lokal.

Program pelatihan dari LPEI dinilai membantu pelaku usaha memahami kebutuhan pasar luar negeri. Wulan menyebut pendampingan tersebut membuat pelaku UMKM lebih siap memenuhi standar ekspor. Dengan demikian, produk lokal memiliki peluang lebih besar untuk bersaing di pasar global.

Menurut dia, model agregasi juga membuat UMKM yang belum siap ekspor mandiri tetap bisa masuk pasar internasional. Perusahaan agregator menampung produk dari berbagai mitra lalu mengelolanya agar sesuai permintaan pembeli. Skema ini dinilai efektif untuk mempercepat peningkatan kapasitas usaha kecil.

Pasar Baru Terbuka

Hingga kini, PT Makbul Abadi Semestar telah mengekspor produk ke Amerika Serikat, Arab Saudi, dan Chili. Dalam satu pengiriman, volume yang dikirim dapat mencapai sekitar 17.000 bungkus. Setiap bungkus berukuran 100 gram sesuai permintaan pembeli.

Wulan mengatakan, pesanan ekspor tersebut menunjukkan produk UMKM Indonesia memiliki daya saing. Ia juga menyebut bahwa masuknya permintaan dari Chili menjadi peluang baru bagi perusahaan. Dengan bertambahnya pasar tujuan, ekspansi usaha dinilai bisa berlangsung lebih berkelanjutan.

Selain pasar yang telah terbuka, perusahaan juga membidik negara lain seperti Prancis, Jepang, dan India. Sejumlah importir dari tiga negara itu disebut tertarik pada produk buah kering asal Indonesia. Minat tersebut memperlihatkan bahwa variasi produk lokal masih memiliki peluang luas di luar negeri.

Wulan menambahkan, setiap negara memiliki preferensi produk yang berbeda. Karena itu, perusahaan perlu menyesuaikan jenis buah dan karakter produk sesuai permintaan pasar. Penyesuaian tersebut menjadi bagian penting agar ekspor dapat berjalan konsisten.

Peran Eximbank Menguat

LPEI turut ambil bagian dalam Trade Expo Indonesia ke-40 yang berlangsung di ICE BSD, Tangerang, Banten, pada 15-19 Oktober 2025. Sebanyak 14 pelaku ekspor binaan LPEI ikut memamerkan produk unggulan mereka. Kehadiran mereka menjadi sarana untuk memperluas akses ke buyer internasional.

Produk yang ditampilkan mencakup rempah-rempah, buah dan sayuran, serta makanan dan minuman. Melalui pameran ini, LPEI ingin mempertemukan pelaku usaha Indonesia dengan pembeli potensial dari berbagai negara. Langkah tersebut diharapkan mempercepat realisasi transaksi ekspor.

Kepala Divisi Sekretariat Lembaga dan Hubungan Kelembagaan LPEI, Dyza Rochadi, mengatakan pelaku usaha berorientasi ekspor dapat memanfaatkan layanan yang disediakan lembaganya. Layanan itu mencakup pembiayaan ekspor, penjaminan, asuransi ekspor, dan konsultasi pengembangan kapasitas. Menurut dia, fasilitas tersebut disiapkan untuk memperkuat daya saing eksportir nasional.

Selain booth LPEI, pengunjung juga dapat berkonsultasi langsung dengan petugas Bea Cukai dan Lembaga National Single Window di booth KemenkeuSatu. Kehadiran layanan terpadu itu membantu pelaku usaha memahami kendala teknis ekspor. Dengan begitu, hambatan administrasi dan prosedur dapat diminimalkan sejak awal.

Ruang Konsultasi Terbuka

LPEI menyediakan ruang konsultasi terbuka bagi eksportir yang ingin memahami berbagai solusi pembiayaan dan perlindungan usaha. Fasilitas ini ditujukan agar pelaku usaha tidak hanya memperoleh pembiayaan, tetapi juga pendampingan yang lebih komprehensif. Pendekatan tersebut penting untuk menjaga keberlanjutan ekspor di tengah persaingan global.

Konsultasi yang diberikan juga mencakup strategi pengembangan kapasitas bagi pelaku usaha. Melalui layanan ini, eksportir dapat memetakan kebutuhan, memperbaiki kesiapan produksi, dan menyesuaikan standar pasar tujuan. Proses tersebut diharapkan membuat produk Indonesia lebih mudah diterima pembeli asing.

Dyza menegaskan bahwa LPEI hadir sebagai Export Credit Agency dan Eximbank Indonesia untuk mendukung pelaku usaha yang berorientasi ekspor. Dukungan itu tidak hanya berupa fasilitas keuangan, tetapi juga penguatan ekosistem perdagangan. Dengan dukungan yang tepat, UMKM dinilai memiliki peluang lebih besar untuk naik kelas.

Partisipasi LPEI di TEI 2025 menunjukkan komitmen lembaga itu dalam mendorong ekspor nasional. Sinergi dengan pelaku usaha, buyer, serta instansi terkait diharapkan menghasilkan transaksi yang nyata. Bagi UMKM, kesempatan ini menjadi pintu masuk untuk memperluas pasar dan memperkuat posisi di rantai pasok global.

Komentar

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!