LPEI Dorong UMKM Ekspor Lewat Pelatihan dan Pembiayaan

Ekonomi Bisnis Kevin S. Pratama 22 Mei 2026 00:20 WIB 10
LPEI Dorong UMKM Ekspor Lewat Pelatihan dan Pembiayaan

Lembaga Pembiayaan Ekspor Indonesia (LPEI) atau Indonesia Eximbank terus mendorong pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) menembus pasar global. Dukungan itu diberikan melalui pelatihan ekspor, pembiayaan, hingga pendampingan agar produk lokal lebih siap bersaing di pasar internasional.

Salah satu penerima manfaatnya adalah PT Makbul Abadi Semestar, perusahaan agregator produk UMKM yang mengaku berhasil memperluas pasar ekspor setelah mengikuti program Coaching Program for New Exporter (CPNE) pada 2024. Kehadiran LPEI di Trade Expo Indonesia (TEI) ke-40 juga membuka peluang baru bagi pelaku usaha untuk bertemu buyer dan mitra usaha potensial.

Langkah Awal Ekspor

Marketing Director PT Makbul Abadi Semestar, Sri Wulan, mengatakan perusahaannya membantu UMKM memasarkan produk ke pasar yang lebih luas. Produk yang diunggulkan beragam, mulai dari keripik tempe, keripik buah, hingga buah kering.

Menurut Wulan, perusahaannya kini merangkul lebih dari 50 UMKM yang produknya dipasarkan secara domestik dan diekspor. Jumlah itu masih berpotensi bertambah karena pameran TEI 2025 turut mempertemukannya dengan calon buyer dan calon mitra baru.

Ia menilai pelatihan CPNE dari LPEI memberi dampak besar terhadap kemampuan ekspor perusahaannya. Melalui program itu, pelaku usaha mendapat pemahaman yang lebih baik mengenai pasar tujuan, kesiapan produk, dan proses ekspor.

Pasar Tujuan Meluas

Wulan menyebut produk UMKM yang dikelola perusahaannya telah diekspor ke Amerika Serikat, Arab Saudi, dan kini bersiap masuk ke Chili. Setiap pengiriman ekspor dapat mencapai sekitar 17.000 bungkus produk dalam satu kontainer.

Ia juga mengungkapkan adanya minat dari importir di Prancis, Jepang, dan India. Produk buah kering menjadi salah satu yang paling menarik perhatian calon pembeli dari negara-negara tersebut.

Permintaan yang terus datang menunjukkan produk UMKM Indonesia memiliki peluang besar di pasar global. Menurut Wulan, kualitas, kemasan, dan keberagaman produk menjadi faktor penting yang membuat buyer tertarik.

Dukungan Dari LPEI

LPEI turut berpartisipasi dalam Trade Expo Indonesia 2025 yang digelar di ICE BSD, Tangerang, Banten, pada 15-19 Oktober 2025. Dalam ajang itu, sebanyak 14 pelaku ekspor binaan LPEI ikut memamerkan produk unggulan mereka.

Produk yang ditampilkan mencakup rempah-rempah, buah dan sayuran, serta makanan dan minuman. Melalui pameran ini, para pelaku usaha berkesempatan memperkenalkan produk Indonesia kepada buyer internasional.

Kepala Divisi Sekretariat Lembaga dan Hubungan Kelembagaan LPEI, Dyza Rochadi, mengatakan eksportir dapat memanfaatkan produk dan layanan yang disediakan lembaganya. Layanan tersebut meliputi pembiayaan ekspor, penjaminan, asuransi ekspor, serta konsultasi pengembangan kapasitas.

Peluang Bagi Eksportir

Selain menampilkan produk, LPEI juga membuka ruang konsultasi bagi eksportir yang ingin mencari solusi atas berbagai kendala ekspor. Fasilitas ini dihadirkan agar pelaku usaha dapat memperoleh pendampingan yang lebih terarah.

Pengunjung booth KemenkeuSatu juga dapat berkonsultasi langsung dengan petugas Bea Cukai dan Lembaga National Single Window (LNSW). Kehadiran mereka membantu pelaku usaha memahami proses administrasi dan teknis perdagangan lintas negara.

Sinergi antara pembiayaan, pendampingan, dan konsultasi diharapkan mampu mempercepat langkah UMKM menuju pasar ekspor. Dengan dukungan yang tepat, produk lokal dinilai semakin berpeluang menjadi komoditas unggulan Indonesia di mata dunia.

Tag Terkait
#UMKM#ekspor#LPEI

Komentar

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!