LPEI Dorong Ekspor UMKM Lewat Pelatihan dan Pembiayaan

Ekonomi Bisnis Kevin S. Pratama 28 Mei 2026 07:07 WIB 4
LPEI Dorong Ekspor UMKM Lewat Pelatihan dan Pembiayaan

Lembaga Pembiayaan Ekspor Indonesia atau Indonesia Eximbank terus mendorong pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah untuk menembus pasar global. Dukungan itu diberikan melalui pelatihan ekspor, pembiayaan, penjaminan, dan asuransi ekspor, agar UMKM lebih siap masuk rantai dagang internasional. Salah satu penerima manfaatnya adalah PT Makbul Abadi Semestar, aggregator produk UMKM yang berhasil memperluas pasar setelah mengikuti Coaching Program for New Exporter pada 2024. Perusahaan ini kini membawa produk lokal ke sejumlah negara dan membuka peluang kemitraan baru di ajang Trade Expo Indonesia 2025.

Marketing Director PT Makbul Abadi Semestar, Sri Wulan, mengatakan pihaknya berperan membantu UMKM memasarkan produk agar lebih mudah menembus pasar. Produk yang dikembangkan beragam, mulai dari kripik tempe, kripik buah, hingga buah kering, sesuai kebutuhan pasar domestik dan ekspor. Menurut dia, partisipasi dalam pameran dagang memberi dampak ganda karena perusahaan tidak hanya mencari pembeli, tetapi juga mitra UMKM baru. Saat ini, jaringan mitra mereka telah mencapai lebih dari 50 UMKM dan jumlahnya diperkirakan terus bertambah.

Ekspor UMKM Makin Luas

PT Makbul Abadi Semestar telah menyalurkan produk UMKM ke pasar Amerika Serikat, Arab Saudi, dan kini bersiap masuk ke Chili. Dalam satu kali pengiriman, volume ekspor yang dikirim dapat mencapai sekitar 17.000 bungkus produk ukuran 100 gram. Capaian itu menunjukkan produk olahan lokal memiliki daya saing di pasar luar negeri, terutama jika dikemas dengan standar yang sesuai. Wulan menegaskan, permintaan dari buyer internasional menjadi sinyal positif bagi keberlanjutan ekspor UMKM.

Perusahaan juga mengincar pasar baru di Eropa dan Asia, termasuk Prancis, Jepang, dan India. Sejumlah importir dari negara tersebut disebut menunjukkan ketertarikan pada produk buah kering asal Indonesia. Menurut Wulan, variasi buah yang digunakan menjadi salah satu alasan produk mereka dilirik calon pembeli. Ia menilai peluang ekspor akan semakin terbuka apabila UMKM menjaga kualitas, kontinuitas pasokan, dan konsistensi produksi.

Peningkatan pasar itu tidak lepas dari pendampingan yang diberikan dalam program pelatihan ekspor. Melalui Coaching Program for New Exporter, pelaku usaha mendapat bekal mengenai kesiapan ekspor, standar produk, dan strategi pemasaran internasional. Program tersebut dinilai membantu peserta memahami kebutuhan buyer dan tata cara memenuhi permintaan pasar. Bagi UMKM, pendampingan seperti ini menjadi jembatan penting untuk naik kelas dari pasar lokal ke pasar global.

Dengan basis mitra yang terus bertambah, perusahaan aggregator seperti Makbul Abadi Semestar berpotensi memperluas kontribusi terhadap ekspor nonmigas Indonesia. Model bisnis ini memberi ruang bagi UMKM untuk masuk pasar tanpa harus menanggung sendiri seluruh proses distribusi internasional. Pada saat yang sama, buyer luar negeri mendapatkan akses ke produk lokal yang lebih terkurasi. Skema tersebut memperlihatkan bahwa kolaborasi dapat menjadi kunci percepatan ekspor berbasis UMKM.

Pelatihan Jadi Kunci Ekspor

LPEI menempatkan pelatihan sebagai fondasi utama untuk menyiapkan eksportir baru agar lebih percaya diri menghadapi pasar internasional. Materi yang diberikan tidak hanya mencakup teknik ekspor, tetapi juga penguatan kapasitas usaha dan pemahaman terhadap kebutuhan buyer. Pendekatan ini dianggap penting karena banyak UMKM memiliki produk potensial, tetapi belum memiliki pengalaman ekspor yang memadai. Dengan pendampingan yang tepat, peluang mereka untuk menembus pasar global menjadi lebih besar.

Selain pelatihan, LPEI juga membuka akses pembiayaan ekspor yang dapat digunakan pelaku usaha untuk memperkuat operasional. Fasilitas penjaminan dan asuransi ekspor turut disediakan agar eksportir lebih terlindungi dari risiko transaksi lintas negara. Kehadiran layanan ini membantu pelaku usaha mengelola arus kas dan menjaga keberlanjutan usaha saat menerima pesanan dari luar negeri. Bagi UMKM, dukungan seperti itu menjadi penting untuk menjaga performa produksi dan pengiriman.

Kepala Divisi Sekretariat Lembaga dan Hubungan Kelembagaan LPEI, Dyza Rochadi, mengatakan para pelaku usaha berorientasi ekspor dapat memanfaatkan berbagai produk dan layanan yang disediakan. Ia menegaskan LPEI hadir sebagai Export Credit Agency dan Eximbank Indonesia untuk memperkuat ekosistem ekspor nasional. Dalam praktiknya, dukungan itu diarahkan agar eksportir memiliki solusi yang lebih lengkap saat menghadapi tantangan pasar. Mulai dari pembiayaan, mitigasi risiko, hingga konsultasi pengembangan kapasitas, semuanya tersedia dalam satu ekosistem.

Model pendampingan semacam ini dinilai relevan bagi UMKM yang ingin memperluas jangkauan tanpa mengorbankan kualitas. Dengan pengetahuan yang memadai, pelaku usaha dapat memahami syarat ekspor secara lebih rinci dan menghindari kesalahan administratif. Di sisi lain, buyer internasional juga mendapatkan kepastian bahwa produk yang ditawarkan memenuhi standar yang diharapkan. Keseimbangan antara kapasitas usaha dan kebutuhan pasar menjadi kunci keberhasilan ekspor berkelanjutan.

Peluang Pasar Baru Terbuka

Minat dari importir Jepang, Prancis, dan India menunjukkan produk buah kering Indonesia memiliki peluang besar di pasar internasional. Permintaan tersebut memperlihatkan bahwa komoditas olahan UMKM tidak hanya diminati di kawasan Asia Tenggara, tetapi juga memiliki daya tarik di pasar yang lebih luas. Setiap negara memiliki preferensi berbeda, sehingga pelaku usaha perlu menyesuaikan spesifikasi produk secara cermat. Fleksibilitas itu penting agar produk tetap kompetitif di tengah persaingan global.

Wulan menjelaskan, calon pembeli dari Jepang dan Prancis sudah memberikan quotation untuk produk tertentu. Sementara itu, dari India, ketertarikan muncul pada variasi buah yang berbeda sesuai selera pasar setempat. Hal ini menandakan bahwa keberagaman produk dapat menjadi keunggulan tersendiri bagi UMKM Indonesia. Semakin beragam pilihan produk yang ditawarkan, semakin besar pula peluang untuk menjangkau pasar baru.

Ekspor produk UMKM juga membawa dampak ekonomi yang lebih luas bagi jaringan pemasok di dalam negeri. Saat permintaan meningkat, pelaku usaha mitra dapat meningkatkan produksi dan menyerap lebih banyak tenaga kerja. Rantai pasok yang bergerak dari UMKM ke eksportir lalu ke buyer internasional menciptakan nilai tambah berlapis. Dalam jangka panjang, pola ini dapat memperkuat daya saing ekonomi daerah dan nasional.

Karena itu, kesiapan kualitas, pengemasan, dan kontinuitas pasokan menjadi syarat utama dalam mempertahankan pasar ekspor. Buyer internasional umumnya menuntut kepastian jumlah, standar mutu, dan ketepatan waktu pengiriman. Jika tiga aspek itu terjaga, peluang untuk memperoleh pesanan berulang akan semakin besar. Kondisi tersebut menjadi modal penting bagi UMKM untuk bertahan dan tumbuh di pasar global.

LPEI Hadir di TEI

Indonesia Eximbank ikut berpartisipasi dalam Trade Expo Indonesia ke-40 yang digelar di ICE BSD, Tangerang, Banten, pada 15-19 Oktober 2025. Dalam pameran dagang internasional itu, LPEI menghadirkan 14 pelaku ekspor binaan untuk memamerkan produk unggulan mereka. Produk yang ditampilkan meliputi rempah-rempah, buah dan sayuran, serta makanan dan minuman olahan. Kehadiran mereka menjadi ajang promosi langsung di hadapan buyer dari berbagai negara.

Selain memamerkan produk, LPEI menyediakan ruang konsultasi terbuka bagi eksportir yang ingin memahami solusi pembiayaan ekspor. Pengunjung juga dapat mempelajari layanan penjaminan, asuransi ekspor, dan konsultasi pengembangan kapasitas. Fasilitas ini dirancang agar pelaku usaha bisa memperoleh informasi praktis secara langsung dari petugas yang kompeten. Dengan begitu, proses persiapan ekspor dapat dilakukan lebih cepat dan terarah.

LPEI juga membuka kesempatan bagi pelaku usaha untuk berkonsultasi mengenai berbagai kendala ekspor di booth KemenkeuSatu. Di lokasi tersebut, petugas Bea Cukai dan Lembaga National Single Window atau LNSW turut hadir memberikan pendampingan. Kehadiran lintas lembaga ini memudahkan pelaku usaha mencari solusi atas persoalan administratif maupun teknis. Kolaborasi tersebut menunjukkan bahwa penguatan ekspor membutuhkan kerja bersama dari banyak pihak.

Partisipasi dalam TEI 2025 menjadi ruang penting untuk mempertemukan pelaku UMKM, institusi pendukung, dan buyer internasional dalam satu forum. Melalui interaksi langsung, pelaku usaha dapat memahami kebutuhan pasar sekaligus memperluas jejaring bisnis. Momentum ini juga memberi sinyal bahwa produk lokal Indonesia semakin siap bersaing di panggung global. Dengan dukungan yang konsisten, UMKM berpeluang menjadi motor penting ekspor nasional.

Komentar

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!