Antriin.id, Aplikasi Jasa Titip Antrean yang Makin Diminati

Teknologi BRH 28 Mei 2026 08:23 WIB 3
Antriin.id, Aplikasi Jasa Titip Antrean yang Makin Diminati

Profesi jasa titip atau jastip kini berkembang melampaui pembelian makanan dan barang, karena muncul tren baru berupa jasa titip antrean atau joki antrean. Lewat layanan ini, pelanggan dapat membayar orang lain untuk mewakili antre di lokasi tertentu tanpa harus hadir sendiri.

Salah satu pelaku yang melihat peluang tersebut adalah Elan Setiawan, pendiri Antriin.id. Ia menilai layanan serupa sudah berjalan di berbagai kanal, namun belum ada wadah yang membuat pengguna lebih mudah mengakses jasa titip antre secara terpusat.

Antriin.id Tangkap Peluang

Elan melihat kebiasaan jastip di WhatsApp dan Instagram bisa dikembangkan menjadi platform yang lebih rapi. Dari situ, ia memutuskan membangun aplikasi agar pelanggan tidak perlu mencari mitra secara manual.

Menurut Elan, ide tersebut lahir dari kebutuhan pasar yang sudah terbentuk lebih dulu. Ia menilai aplikasi dapat menjadi penghubung antara orang yang butuh antre dan mitra yang siap membantu.

Pengembangan Antriin.id dimulai sejak awal 2025, mencakup desain konsep dan proses coding. Aplikasi itu kemudian dirilis secara terbatas pada pertengahan Juli 2025.

Pada fase awal, fokus utama adalah mencari mitra sebelum membuka layanan untuk publik. Setelah proses itu berjalan, permintaan antre dari pengguna mulai dibuka pada Oktober 2025.

Cara Kerja Layanan Antre

Konsep kerja Antriin.id menyerupai layanan ojek online yang menghubungkan pelanggan dengan mitra. Pengguna cukup mengunduh aplikasi, lalu memesan layanan antre untuk lokasi yang dibutuhkan.

Sistem akan menampilkan estimasi harga sesuai titik antre dan ketersediaan mitra di sekitar lokasi. Setelah itu, mitra akan ditugaskan untuk datang dan mewakili pelanggan di antrean.

Elan menjelaskan, mitra ditempatkan di sejumlah titik agar sistem antrean dapat berjalan lebih efektif. Permintaan baru hanya bisa dibuat jika ada mitra dalam radius minimal 1 kilometer hingga maksimal 10 kilometer dari lokasi.

Model tersebut membuat layanan lebih terukur, karena pemesanan hanya diproses ketika ada sumber daya yang benar-benar tersedia. Hingga kini, Antriin.id telah mengumpulkan lebih dari 230 mitra di wilayah Jabodetabek.

Tarif dan Potensi Pendapatan

Tarif jasa antre dipatok Rp30.000 hingga Rp40.000 per jam. Skema ini disusun agar pelanggan mendapat kepastian biaya, sementara mitra memperoleh imbalan yang sebanding dengan durasi antre.

Dari sistem tersebut, mitra berpotensi memperoleh penghasilan sekitar Rp200.000 hingga Rp300.000 per hari. Besaran pendapatan itu sangat bergantung pada jumlah pesanan dan lama antre yang mereka ambil.

Elan menyebut, penghasilan harian tersebut biasanya diraih oleh mitra yang aktif mengambil banyak order. Ia menilai peluang itu cukup menarik, terutama bagi mereka yang memiliki waktu luang dan bersedia bergerak di lapangan.

Skema berbasis waktu ini membuat jasa titip antre berbeda dari jastip barang pada umumnya. Pelanggan membayar keahlian dan waktu, sementara mitra mendapatkan penghasilan dari layanan yang dijalankan secara langsung.

Tak Hanya Untuk Makanan

Antriin.id tidak membatasi layanan hanya untuk antrean makanan viral. Platform ini juga membuka jasa titip antre untuk kebutuhan lain yang membutuhkan waktu tunggu panjang.

Salah satu layanan yang disiapkan adalah antre rumah sakit, yang dinilai relevan dengan kebutuhan masyarakat perkotaan. Dengan opsi ini, pengguna dapat mencari bantuan untuk menghemat waktu dan tenaga.

Elan menegaskan bahwa sistem satu mitra satu order diterapkan agar pelayanan lebih fokus. Dengan begitu, satu mitra tidak memegang banyak antrean sekaligus dan kualitas layanan tetap terjaga.

Model tersebut sekaligus menjawab anggapan bahwa satu joki antre bisa melayani banyak pesanan dalam waktu bersamaan. Bagi Antriin.id, kedisiplinan operasional menjadi kunci agar layanan ini bisa tumbuh lebih sehat dan dipercaya publik.

Komentar

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!