Tren piercing palsu di karpet merah kembali mencuri perhatian setelah Lizzo tampil mencolok di amfAR Gala Cannes 2026, Kamis (21/5/2026). Penyanyi asal Amerika Serikat itu mengenakan gaun beludru dengan ilusi tindik di dada, dipadukan perhiasan berlian spektakuler yang totalnya mencapai ribuan karat. Penampilannya menjadi sorotan karena memadukan kemewahan, seni visual, dan gaya teatrikal dalam satu tampilan.
Di ajang amal yang digelar di Hôtel du Cap-Eden-Roc tersebut, Lizzo tidak hanya hadir sebagai tamu, tetapi juga tampil di atas panggung membawakan beberapa lagu. Malam itu, ia juga membagikan kabar mengenai album barunya yang dijadwalkan rilis pada 5 Juni mendatang. Kehadirannya mempertegas posisi Lizzo sebagai sosok yang aktif di panggung hiburan dan fashion sekaligus.
Piercing Palsu di Karpet Merah
Ilusi piercing pada gaun Lizzo menjadi elemen paling mencolok dalam penampilannya di Cannes. Dua cincin tampak seolah menusuk bagian bodice, lalu dihubungkan dengan kalung berlian yang menggantung di bagian tengah. Namun, seluruh detail itu hanyalah trik visual atau trompe l'oeil, bukan tindikan sungguhan.
Konsep serupa memang semakin sering muncul di karpet merah internasional. Gaya ini menawarkan kesan berani tanpa harus menghadirkan tindikan asli yang berisiko dan permanen. Karena itu, banyak desainer memanfaatkannya sebagai cara untuk memberi kejutan visual yang elegan.
Lizzo tampil percaya diri dengan pendekatan mode yang menonjolkan keberanian dan permainan ilusi. Pilihan ini membuat busananya terasa lebih hidup dan tidak sekadar glamor. Di sisi lain, penampilan tersebut juga menunjukkan bahwa tren fashion kini semakin dekat dengan seni pertunjukan.
Popularitas piercing palsu sebelumnya juga terlihat pada penampilan Chappell Roan di Grammy Awards 2026. Gaun yang dikenakan Roan disebut terinspirasi dari arsip couture Thierry Mugler, yang versi aslinya menggunakan tindikan sungguhan. Fenomena ini memperlihatkan bagaimana referensi mode lama dapat dihidupkan kembali dengan pendekatan baru.
Gaun Beludru dan Berlian
Gaun berbahan beludru yang dikenakan Lizzo menjadi fondasi utama penampilannya di malam itu. Tekstur kain yang lembut memberi kontras kuat dengan kilau berlian yang dipasang di berbagai bagian busana. Perpaduan tersebut menghasilkan kesan mewah namun tetap dramatis.
Perhiasan yang digunakan merupakan hasil kolaborasi dengan desainer berbasis London, Anabela Chan. Total sekitar 2.000 berlian putih hasil laboratorium dipakai dalam rancangan itu, dengan berat mencapai 3.161 karat. Berlian tersebut tersebar pada kalung, anting, manset, hingga rantai yang menjuntai dari dada.
Setiap detail perhiasan dirancang untuk memperkuat tampilan visual yang teatrikal. Cahaya yang memantul dari batu-batu tersebut membuat penampilan Lizzo semakin menonjol di tengah keramaian karpet merah. Meski berlebihan, keseluruhannya tetap tampak terkurasi dengan rapi.
Aksesori tambahan berupa manset sarung tangan berbentuk pahatan juga ikut menarik perhatian. Desain itu menyerupai sepasang tangan tambahan yang seolah bertumpu di atas tangan Lizzo sendiri. Elemen ini mempertegas nuansa artistik yang menjadi benang merah penampilannya malam itu.
Sentuhan Artistik Lizzo
Gaya Lizzo di Cannes tidak hanya bertumpu pada busana utama, tetapi juga pada detail kecil yang menyatukan keseluruhan tampilan. Nail artist Angel My Linh menghadirkan kuku stiletto berwarna biru krom matte yang senada dengan gaun. Sentuhan tersebut membuat visual penampilannya terasa lebih serasi.
Pemilihan warna biru memberi keseimbangan di tengah dominasi kilau berlian dan tekstur beludru. Warna itu juga membuat tampilan Lizzo tidak kehilangan identitas modernnya. Hasilnya adalah gaya yang tetap glamor, tetapi memiliki karakter yang kuat.
Stylist Patti Wilson menjadi sosok di balik konsep penampilan Lizzo pada malam tersebut. Ia merangkai busana, perhiasan, dan detail rias menjadi sebuah narasi mode yang utuh. Kolaborasi itu menunjukkan bahwa penampilan karpet merah kini semakin dipandang sebagai karya kuratorial.
Dengan pendekatan tersebut, Lizzo berhasil menjadikan kehadirannya lebih dari sekadar tampil di acara sosial. Ia membangun citra yang berani, ekspresif, dan mudah diingat. Tidak mengherankan bila penampilannya langsung menjadi bahan pembicaraan di media hiburan dan mode.
Album Baru dan Panggung
Selain mencuri perhatian di karpet merah, Lizzo juga tampil di atas panggung amfAR Gala Cannes. Sambil memegang koktail, ia membawakan Don't Make Me Love U dan About Damn Time. Aksinya menambah energi pada malam amal yang sarat dengan selebritas dan nuansa glamor.
Acara tersebut disebut berhasil mengumpulkan dana hingga 20 juta dolar AS untuk riset AIDS. Geena Davis bertindak sebagai pembawa acara dalam gala yang dikenal sebagai salah satu agenda amal paling bergengsi di Cannes. Dukungan dari para tamu dan penampil membuat acara itu memiliki dampak sosial yang besar.
Di sela kegiatan, Lizzo juga mengungkap keinginannya menghadirkan musik yang lebih menyenangkan lewat album terbarunya. Ia menyebut ingin semua orang kembali menikmati momen menari dan tertawa bersama. Pernyataan itu memberi gambaran arah musikal yang lebih cerah untuk proyek berikutnya.
Album barunya yang bertajuk B-tch dijadwalkan rilis pada 5 Juni mendatang. Pengumuman tersebut menambah antusiasme penggemar yang telah menantikan karya baru darinya. Dengan panggung, fashion, dan musik yang berjalan beriringan, Lizzo kembali menunjukkan daya tariknya sebagai entertainer serba bisa.
