Laba Usaha VKTR Melonjak 823 Persen pada Kuartal I 2026

Forex & Saham Kevin S. Pratama 31 Mei 2026 14:07 WIB 2
Laba Usaha VKTR Melonjak 823 Persen pada Kuartal I 2026

PT VKTR Teknologi Mobilitas Tbk mencatatkan lonjakan laba usaha hingga 823 persen secara tahunan pada kuartal I 2026. Kinerja ini ditopang efisiensi operasional, kenaikan penjualan kendaraan listrik komersial, serta pengelolaan beban usaha yang tetap stabil di tengah tekanan biaya energi global.

Direktur Utama VKTR, A Ardiansyah Bakrie, menyebut capaian tersebut menunjukkan transformasi menuju kendaraan listrik komersial di Indonesia terus berlangsung dan semakin diterima pasar. Perseroan juga menegaskan fokus bisnisnya tidak hanya mengejar pertumbuhan jangka pendek, tetapi membangun fondasi industri yang berkelanjutan.

Kinerja VKTR Menguat

VKTR membukukan pertumbuhan penjualan bersih sebesar 58 persen secara tahunan pada periode Januari hingga Maret 2026. Peningkatan ini terutama didorong oleh naiknya permintaan terhadap armada rendah emisi di segmen kendaraan listrik komersial.

Perseroan juga mencatatkan pertumbuhan laba bersih sebesar 98 persen secara tahunan. Capaian tersebut memperlihatkan kemampuan VKTR menjaga momentum ekspansi di tengah kondisi industri otomotif yang masih menantang.

Ardiansyah mengatakan, perseroan berupaya menjaga pertumbuhan yang sehat melalui penguatan ekosistem Tingkat Komponen Dalam Negeri atau TKDN. Selain itu, VKTR terus menyiapkan kapasitas produksi, memperluas portofolio produk, dan memperkuat layanan purna jual.

Menurut dia, strategi tersebut penting agar bisnis dapat tumbuh secara berkelanjutan. Dengan pendekatan itu, VKTR berharap bisa memperkuat posisinya di industri kendaraan listrik nasional.

Penjualan Kendaraan Listrik Meningkat

Pertumbuhan penjualan VKTR ditopang oleh permintaan yang semakin kuat pada kendaraan listrik komersial. Tren tersebut menunjukkan pasar mulai lebih terbuka terhadap solusi transportasi rendah emisi.

Segmen manufaktur suku cadang perseroan juga mencatat pertumbuhan positif, meski masih terbatas. Perbaikan ini sejalan dengan pemulihan bertahap industri otomotif nasional.

VKTR menilai penguatan penjualan tidak lepas dari kebutuhan operator transportasi untuk menekan biaya operasional jangka panjang. Kendaraan listrik dinilai menjadi alternatif yang semakin kompetitif di pasar domestik.

Di sisi lain, tekanan kenaikan tarif energi akibat dinamika geopolitik global ikut menjadi tantangan bagi industri. Namun, perseroan mampu menjaga beban usaha tetap relatif stabil sehingga dampaknya dapat ditekan.

Neraca VKTR Tetap Stabil

Dari sisi neraca, posisi keuangan VKTR tetap terjaga dengan baik hingga akhir kuartal I 2026. Total aset, liabilitas, dan ekuitas masing-masing tumbuh 2 persen, 5 persen, dan 1 persen secara year to date.

Pergerakan tersebut menunjukkan pengelolaan struktur keuangan yang masih sehat. Kondisi ini menjadi modal penting bagi perseroan dalam menjalankan ekspansi bisnis berikutnya.

VKTR menyebut stabilitas neraca membantu perusahaan menjaga fleksibilitas dalam pengembangan usaha. Dengan fondasi keuangan yang lebih kuat, perseroan memiliki ruang untuk memperluas aktivitas komersial secara bertahap.

Kinerja positif ini juga menegaskan keberhasilan VKTR menjaga keseimbangan antara pertumbuhan dan kehati-hatian finansial. Di tengah fase ekspansi, perusahaan tetap berupaya mempertahankan disiplin operasional.

Ekspansi Bus Listrik VKTR

Sepanjang kuartal I 2026, VKTR telah menyelesaikan pengiriman 30 unit bus listrik 12 meter kepada operator TransJakarta. Pengiriman itu menambah kontribusi VKTR dalam mendukung transportasi publik berbasis listrik di Jakarta.

Secara kumulatif, VKTR telah memasok 152 unit bus listrik untuk armada TransJakarta. Jumlah tersebut setara sekitar 30 persen dari total armada bus listrik TransJakarta yang saat ini mencapai 500 unit.

Bus listrik VKTR juga masih menjadi satu-satunya armada TransJakarta yang dirakit di dalam negeri dan telah memenuhi TKDN di atas 40 persen. Keunggulan ini memperkuat posisi VKTR sebagai pemain penting dalam industri kendaraan listrik nasional.

Perseroan juga menawarkan skema Full Maintenance Contract untuk mendukung efisiensi biaya perawatan armada. Pada saat yang sama, VKTR terus memperkuat roadmap industrialisasi kendaraan listrik nasional melalui lokalisasi komponen dan penguatan rantai pasok domestik.

Komentar

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!