PT VKTR Teknologi Mobilitas Tbk mencatat pertumbuhan laba usaha sebesar 823 persen secara tahunan pada kuartal I 2026. Kinerja itu ditopang efisiensi operasional, kenaikan penjualan kendaraan listrik komersial, serta beban usaha yang tetap terjaga di tengah dinamika harga energi global. Perseroan juga membukukan pertumbuhan penjualan bersih 58 persen dan laba bersih 98 persen. Capaian ini memperlihatkan bahwa transformasi kendaraan listrik komersial di Indonesia kian diterima pasar.
Direktur Utama PT VKTR Teknologi Mobilitas Tbk A. Ardiansyah Bakrie mengatakan perseroan tetap mampu mencatatkan pertumbuhan positif. Menurut dia, fokus VKTR tidak hanya pada pertumbuhan jangka pendek, tetapi juga pada pembangunan pondasi bisnis yang kuat. Upaya tersebut dilakukan melalui penguatan ekosistem TKDN, kesiapan kapasitas produksi, dan perluasan portofolio produk. Perseroan juga menekankan pentingnya layanan purna jual yang komprehensif untuk menjaga pertumbuhan yang sehat dan berkelanjutan.
Kinerja VKTR Melesat
Lonjakan laba usaha menjadi sorotan utama dalam kinerja VKTR pada awal 2026. Perseroan berhasil menjaga beban usaha relatif stabil meski penjualan kendaraan listrik meningkat signifikan. Kondisi ini menunjukkan bahwa efisiensi operasional menjadi faktor penting dalam menopang profitabilitas. Di saat yang sama, tekanan dari kenaikan tarif energi tidak menghambat pertumbuhan bisnis secara keseluruhan.
Peningkatan laba bersih sebesar 98 persen turut menguatkan posisi VKTR di sektor kendaraan listrik komersial. Perusahaan melihat momentum ini sebagai bukti bahwa pasar mulai memberi respons positif terhadap solusi transportasi rendah emisi. Pertumbuhan tersebut juga menandakan adanya pergeseran preferensi operator menuju armada yang lebih efisien. Bagi perseroan, capaian ini menjadi dasar untuk memperluas penetrasi pasar ke depan.
Selain laba, penjualan bersih VKTR juga meningkat 58 persen secara tahunan. Kenaikan itu terutama didorong oleh permintaan yang lebih tinggi pada segmen kendaraan listrik komersial. Segmen ini menjadi motor utama pertumbuhan seiring kebutuhan armada ramah lingkungan yang terus berkembang. Permintaan tersebut memperlihatkan bahwa elektrifikasi transportasi mulai bergerak dari tahap wacana ke implementasi yang lebih nyata.
VKTR menilai pertumbuhan yang dicapai bukan sekadar hasil dari satu periode tertentu. Perseroan mengarahkan strategi pada pembangunan bisnis jangka panjang yang lebih kokoh. Efisiensi, inovasi produk, dan kesiapan produksi menjadi pilar yang dijaga secara bersamaan. Dengan pendekatan tersebut, VKTR berupaya mempertahankan momentum di tengah industri yang masih menghadapi tantangan.
Penjualan Kendaraan Listrik Menguat
Segmen kendaraan listrik komersial menjadi penyumbang utama pertumbuhan VKTR pada kuartal I 2026. Permintaan pasar meningkat seiring kebutuhan operator terhadap armada rendah emisi yang efisien dan andal. Perusahaan melihat tren ini sebagai sinyal positif bagi percepatan adopsi kendaraan listrik di Indonesia. Kondisi tersebut juga membuka ruang pertumbuhan yang lebih luas bagi lini bisnis VKTR.
Di sisi lain, segmen manufaktur suku cadang juga mencatat pertumbuhan positif meski terbatas. Perbaikan itu sejalan dengan mulai pulihnya industri otomotif nasional. Meski kontribusinya belum sebesar segmen kendaraan listrik, lini ini tetap memberi dukungan terhadap kinerja keseluruhan. Keseimbangan dua segmen tersebut membantu perseroan menjaga struktur pendapatan tetap solid.
VKTR menempatkan kualitas layanan sebagai bagian penting dari strategi penjualan. Perseroan berupaya memastikan bahwa operator tidak hanya membeli armada, tetapi juga memperoleh dukungan operasional yang memadai. Pendekatan ini dinilai penting untuk menjaga loyalitas pelanggan dalam jangka panjang. Dengan demikian, penjualan tidak berhenti pada transaksi awal, melainkan berlanjut ke hubungan bisnis yang berkelanjutan.
Prospek penjualan juga ditopang oleh semakin kuatnya perhatian terhadap efisiensi biaya operasional transportasi publik. Kendaraan listrik dinilai mampu memberi manfaat jangka panjang bagi operator dan pemerintah daerah. Selain itu, dukungan kebijakan terhadap transportasi berkelanjutan ikut memperbesar peluang pertumbuhan pasar. VKTR memanfaatkan momentum tersebut untuk memperkuat posisi di industri kendaraan listrik komersial.
Neraca Keuangan Tetap Stabil
Dari sisi neraca, VKTR mencatat posisi keuangan yang tetap terjaga dengan baik. Hingga akhir kuartal I 2026, total aset perseroan tumbuh 2 persen secara year to date. Liabilitas meningkat 5 persen secara year to date, sementara ekuitas naik 1 persen. Pergerakan itu menunjukkan struktur keuangan yang relatif stabil di tengah fase ekspansi bisnis.
Stabilitas neraca menjadi penting ketika perusahaan tengah memperbesar skala usaha. VKTR perlu menjaga keseimbangan antara pertumbuhan dan pengendalian risiko keuangan. Pengelolaan yang disiplin membantu perseroan mempertahankan kapasitas untuk melanjutkan ekspansi. Dalam konteks ini, kenaikan aset dan ekuitas tetap dipantau agar sejalan dengan strategi jangka panjang.
Penguatan keuangan juga mencerminkan kemampuan perseroan menghadapi tantangan industri yang dinamis. Tekanan eksternal, termasuk kondisi geopolitik global, tidak mengganggu arah pertumbuhan secara signifikan. Hal ini memperlihatkan bahwa VKTR memiliki fondasi bisnis yang makin matang. Keberhasilan menjaga kestabilan neraca menjadi salah satu indikator penting bagi investor dan pemangku kepentingan.
Perusahaan menilai kinerja positif tersebut sebagai hasil dari pengelolaan yang hati-hati dan terukur. Dengan struktur keuangan yang sehat, VKTR memiliki ruang lebih besar untuk mendukung ekspansi berikutnya. Perseroan juga dapat menjaga fleksibilitas dalam mengatur investasi produksi dan layanan. Situasi ini memberi modal penting bagi keberlanjutan bisnis di tengah persaingan yang semakin ketat.
Ekosistem TKDN Makin Kuat
Sepanjang kuartal I 2026, VKTR menyelesaikan pengiriman 30 unit bus listrik 12 meter kepada operator TransJakarta. Pengiriman itu memperkuat peran VKTR dalam mendukung transportasi publik berbasis listrik di Jakarta. Secara kumulatif, perseroan telah memasok 152 unit bus listrik untuk TransJakarta. Jumlah tersebut setara sekitar 30 persen dari total armada bus listrik TransJakarta yang mencapai 500 unit.
VKTR juga menegaskan posisinya sebagai satu-satunya pemasok bus listrik TransJakarta yang dirakit di dalam negeri. Produk tersebut telah memenuhi ketentuan Tingkat Komponen Dalam Negeri di atas 40 persen. Keunggulan itu menempatkan VKTR sebagai pemain penting dalam pengembangan industri kendaraan listrik nasional. Selain itu, kemampuan produksi dalam negeri memberi nilai tambah pada rantai pasok dan efisiensi layanan.
Perseroan terus memperkuat roadmap industrialisasi kendaraan listrik nasional melalui pengembangan ekosistem produksi berbasis TKDN. Setelah mencapai TKDN di atas 40 persen untuk lini bus 12 meter dan 8 meter, VKTR mendorong peningkatan lokalisasi komponen. Langkah ini ditujukan untuk memperkuat rantai pasok domestik dan menekan biaya produksi. Dalam jangka panjang, strategi tersebut diharapkan meningkatkan daya saing produk VKTR di pasar nasional.
Penguatan ekosistem juga mendapat dorongan dari peresmian fasilitas perakitan VKTR Sakti Industries di Magelang pada 9 April 2026. Fasilitas itu diresmikan oleh Presiden Republik Indonesia dan menjadi simbol penguatan industri kendaraan listrik nasional. Momentum tersebut dinilai dapat membuka peluang kolaborasi strategis yang lebih luas. VKTR melihat perkembangan ini sebagai bagian dari percepatan transisi menuju transportasi yang lebih berkelanjutan di Indonesia.
