Laba Blibli Tumbuh 67 Persen pada Kuartal I 2026

Ekonomi Bisnis Kevin S. Pratama 30 Mei 2026 23:04 WIB 3
Laba Blibli Tumbuh 67 Persen pada Kuartal I 2026

PT Global Digital Niaga Tbk atau Blibli mencatat pendapatan neto konsolidasian tumbuh 67 persen secara tahunan pada kuartal I-2026. Kinerja ini didorong oleh penguatan seluruh segmen usaha, terutama institusi dan toko fisik, serta lonjakan penjualan smartphone.

Pendapatan neto perseroan naik dari Rp 4,694 triliun pada periode yang sama tahun lalu menjadi Rp 7,835 triliun hingga Maret 2026. Manajemen menilai capaian tersebut menegaskan momentum pertumbuhan yang solid sejak awal tahun.

Kinerja Blibli Menguat

CEO & Co-Founder Blibli Kusumo Martanto mengatakan perseroan memulai 2026 dengan momentum yang solid. Ia menyebut hasil kuartal pertama mencerminkan kelanjutan eksekusi strategi yang disiplin dan berkelanjutan.

Menurut Kusumo, strategi tersebut mendorong pertumbuhan pendapatan dua digit yang kuat. Perusahaan juga mencatat peningkatan pada take rate dan marjin secara keseluruhan.

Blibli turut membukukan peningkatan profitabilitas yang signifikan pada periode yang sama. Perseroan menilai hasil itu menunjukkan fokus manajemen pada kualitas eksekusi bisnis.

Take Rate Dan Marjin Naik

Rasio take rate konsolidasian naik dari 9,0 persen pada kuartal I-2025 menjadi 9,9 persen pada kuartal I-2026. Kenaikan ini mencerminkan membaiknya efisiensi monetisasi atas nilai transaksi yang dibukukan.

Peningkatan take rate terutama ditopang segmen Ritel 1P dan Institusi. Pendorong utamanya adalah pertumbuhan Laba Bruto Sebelum Diskon atau Gross Profit Before Discount sebesar 21 persen secara tahunan.

Perbaikan tersebut menunjukkan kualitas pendapatan perseroan ikut menguat. Dengan demikian, Blibli tidak hanya tumbuh dari sisi omzet, tetapi juga dari sisi profitabilitas operasional.

Efisiensi Biaya Membaik

Dari sisi pengeluaran, Blibli berhasil menekan beban operasional konsolidasian terhadap Total Nilai Transaksi atau TPV. Rasio itu turun dari 7,3 persen menjadi 6,4 persen secara tahunan.

Perbaikan struktur biaya tersebut memberi dampak langsung pada kinerja laba sebelum bunga, pajak, depresiasi, dan amortisasi. Persentase EBITDA konsolidasian terhadap TPV naik 200 basis poin secara tahunan.

Manajemen menilai efisiensi menjadi salah satu kunci untuk menjaga pertumbuhan yang sehat. Langkah ini juga memperkuat ruang perseroan dalam menjaga daya saing di bisnis digital.

Ekspansi Ekosistem Berlanjut

Blibli juga memperdalam integrasi ekosistem digital melalui perluasan fitur Blibli Affiliate ke platform tiket.com. Langkah ini diharapkan memperbesar basis pengguna sekaligus memperkuat sinergi antarplatform.

Di sisi bisnis fisik, perseroan menambah 35 toko baru selama kuartal I-2026. Hingga akhir Maret 2026, Blibli mengoperasikan 295 toko elektronik konsumen, 9 toko elektronik rumah tangga, dan 1 toko fesyen serta olahraga.

Selain itu, perseroan mengelola 58 gerai supermarket premium dan 37 home and living experience centers. Dengan kombinasi kanal daring dan luring, Blibli berupaya menjaga pertumbuhan yang lebih merata di berbagai lini usaha.

Komentar

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!