Kunci UMKM Fesyen Bertahan di Pasar Kompetitif

Ekonomi Bisnis Kevin S. Pratama 23 Mei 2026 17:37 WIB 5
Kunci UMKM Fesyen Bertahan di Pasar Kompetitif

Di tengah persaingan bisnis yang semakin ketat, pelaku UMKM tidak cukup hanya mengandalkan promosi untuk menjaga penjualan. Pemilik brand modest fesyen Kienka, Helda Amalia, menegaskan bahwa kunci bertahan di pasar adalah memiliki ciri khas produk yang kuat dan konsisten. Pesan itu ia sampaikan dalam acara Borderless Commerce in Action di sela pameran BNI di ICE BSD, Tangerang, Sabtu (16/8/2025). Menurut dia, identitas brand yang jelas membuat produk lebih mudah dikenali konsumen.

Helda mencontohkan brand miliknya yang memiliki motif bunga dengan warna pastel sebagai DNA utama produk. Ciri tersebut dijaga sejak awal agar pembeli langsung mengenali karakter Kienka saat melihat koleksi yang ditawarkan. Selain itu, ia membidik konsumen berusia 30 hingga 50 tahun yang ingin tetap tampil muda. Strategi itu membuat arah pengembangan produk lebih terfokus dan tidak mudah tergerus tren sesaat.

Strategi UMKM Fesyen

Helda menilai UMKM fesyen harus punya arah yang jelas sebelum masuk ke pasar yang kompetitif. Identitas produk, menurut dia, tidak boleh berubah-ubah karena konsistensi menjadi salah satu kekuatan utama sebuah brand. Dalam kasus Kienka, motif bunga dan palet pastel dipertahankan agar mudah diingat konsumen. Langkah ini juga membantu brand membangun citra yang stabil di mata pasar.

Ia menjelaskan bahwa konsistensi bukan berarti produk berhenti berinovasi. Perubahan tetap dilakukan, tetapi tetap berada dalam koridor karakter utama yang sudah dikenal pembeli. Dengan cara itu, brand dapat mengikuti perkembangan mode tanpa kehilangan jati diri. Pendekatan ini dinilai lebih efektif untuk menjaga loyalitas pelanggan dalam jangka panjang.

Menurut Helda, pelaku usaha perlu memahami siapa target pasar yang ingin disasar sejak awal. Penentuan segmen usia, gaya hidup, dan preferensi warna akan memengaruhi arah desain produk. Karena itu, setiap koleksi harus dibuat dengan pertimbangan yang matang agar sesuai kebutuhan konsumen. Strategi yang terukur membantu UMKM lebih siap menghadapi kompetisi.

DNA Produk UMKM Fesyen

Helda menyebut DNA produk sebagai fondasi penting yang membedakan satu brand dengan brand lain. Dalam bisnis fesyen, DNA itu dapat hadir melalui motif, warna, potongan, hingga kesan yang dibangun pada setiap koleksi. Kienka, misalnya, mempertahankan motif bunga dengan nuansa pastel sebagai penanda utama. Karakter tersebut membuat brand lebih mudah melekat di benak konsumen.

Ia menambahkan bahwa pemilihan warna juga memiliki peran besar dalam memperkuat identitas produk. Warna pastel dipilih karena sesuai dengan karakter modest fesyen yang ingin tampil lembut, segar, dan tetap elegan. Arah visual yang konsisten memudahkan konsumen mengenali produk dari kejauhan. Bagi Helda, hal ini menjadi nilai tambah yang tidak bisa digantikan promosi semata.

Selain memperkuat desain, brand juga perlu menjaga kualitas agar kepercayaan pelanggan tetap terjaga. Produk yang memiliki ciri khas tetapi tidak konsisten dalam mutu akan sulit berkembang. Karena itu, identitas visual harus berjalan seiring dengan kualitas bahan dan pengerjaan. Kombinasi keduanya menjadi modal penting untuk bertahan di pasar yang padat pesaing.

Aktif di Panggung Fesyen

Untuk menjaga eksistensi, Kienka juga aktif mengikuti berbagai kegiatan fashion week di tingkat nasional. Helda menilai kehadiran di panggung fesyen memberi ruang lebih luas untuk memperkenalkan koleksi kepada publik. Kegiatan semacam itu juga membuka peluang jejaring dengan pelaku industri lainnya. Dalam bisnis fesyen, visibilitas menjadi bagian penting dari strategi pertumbuhan.

Selain ikut dalam ajang yang diselenggarakan pihak lain, Kienka juga menggelar kegiatan sendiri. Menurut Helda, langkah ini membantu brand membangun momentum dan memperkuat kedekatan dengan konsumen. Pameran dan peragaan busana memberi kesempatan untuk menampilkan karakter produk secara langsung. Dengan begitu, pembeli dapat melihat kualitas dan konsep yang diusung brand.

Helda menyebut kolaborasi juga menjadi bagian dari strategi untuk memperluas jangkauan pasar. Brand miliknya aktif bekerja sama dengan influencer dan produk kecantikan untuk mendukung promosi. Kolaborasi tersebut dinilai efektif karena mampu menjangkau audiens yang lebih beragam. Di era digital, kerja sama lintas sektor menjadi cara penting untuk menjaga relevansi brand.

Tips Live Shopping UMKM Fesyen

Helda juga membagikan kiat agar sesi live shopping tetap menarik dan menghasilkan penjualan. Menurut dia, host harus tampil atraktif agar suasana siaran terasa hidup dan mampu membangun urgensi bagi penonton. Keberhasilan siaran langsung tidak hanya bergantung pada produk, tetapi juga pada cara penyampaian. Interaksi yang hangat membuat calon pembeli lebih betah mengikuti siaran.

Ia menjelaskan bahwa strategi penjualan langsung perlu diatur dengan cermat agar konsumen tertarik menunggu jadwal pembelian. Kienka, misalnya, menggunakan sistem open pre-order dengan menampilkan produk contoh lebih dulu selama tiga hingga lima hari. Setelah konten dipublikasikan dan diharapkan viral, pembeli dapat melakukan pemesanan pada waktu yang sudah ditentukan. Pola ini dinilai efektif untuk membangun antusiasme pasar.

Menurut Helda, kombinasi antara konten, waktu rilis, dan karakter host dapat menentukan keberhasilan penjualan daring. Karena itu, pelaku UMKM perlu memahami bahwa live shopping bukan sekadar siaran singkat, melainkan bagian dari strategi pemasaran yang lebih luas. Jika dijalankan konsisten, kanal ini dapat membantu brand bertahan di tengah persaingan. Bagi UMKM fesyen, ketepatan strategi menjadi penentu daya saing di pasar yang semakin dinamis.

Komentar

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!