Tim kuasa hukum Sarwendah memberikan klarifikasi atas video viral yang menyeret nama kliennya dalam isu pesugihan di Gunung Kawi. Mereka menegaskan tudingan tersebut tidak berdasar dan berpotensi menjadi fitnah. Menurut pihak kuasa hukum, kunjungan Sarwendah ke lokasi itu terjadi saat keperluan syuting beberapa tahun lalu. Aktivitas tersebut, kata mereka, sama sekali tidak terkait dengan ritual mistis sebagaimana ramai dibicarakan di media sosial.
Abraham Simon, salah satu anggota tim kuasa hukum, menjelaskan bahwa peristiwa itu terjadi sekitar 2021 hingga 2022. Saat itu, Sarwendah diketahui sedang terlibat dalam proses syuting podcast bertema horor bersama tim produksi. Ia hadir bersama Jordi Onsu dan kru yang bertugas mengambil gambar di lokasi. Karena itu, pihak kuasa hukum menilai narasi yang berkembang telah menyesatkan publik.
Sarwendah Bantah Isu Pesugihan
Abraham Simon menegaskan bahwa kehadiran Sarwendah di Gunung Kawi tidak dilakukan secara pribadi. Ia menyebut kegiatan itu merupakan bagian dari produksi konten yang memang mengangkat tema horor. Dalam proses tersebut, tim harus berpindah ke sejumlah lokasi yang dianggap sakral atau bernuansa mistis. Menurutnya, hal itu adalah kebutuhan konsep, bukan bukti adanya praktik pesugihan.
Ia juga menyampaikan bahwa pemberitaan yang beredar telah merugikan nama baik kliennya. Narasi yang muncul di media sosial dinilai dibangun untuk mencari sensasi, bukan menyampaikan fakta yang utuh. Karena nama Sarwendah ikut disebut, pihak kuasa hukum menganggap hal itu sebagai bentuk fitnah. Mereka meminta publik tidak langsung mempercayai potongan informasi yang tidak diverifikasi.
Dalam penjelasannya, Abraham menekankan bahwa dokumentasi di lokasi memang dibuat untuk kebutuhan podcast. Ia menyebut pengambilan gambar dan video dilakukan bersama kru secara terbuka. Dengan demikian, kunjungan tersebut tidak bisa ditafsirkan sebagai aktivitas tersembunyi. Pihaknya berharap konteks ini menjadi dasar agar masyarakat tidak salah memahami peristiwa tersebut.
Framing Negatif Dinilai Merugikan
Kuasa hukum lain, Chris Sam Siwu, juga menyuarakan pembelaan terhadap reputasi Sarwendah. Ia menyoroti adanya framing negatif yang seolah mengaitkan kesuksesan kliennya dengan jalan pintas. Menurut dia, tudingan semacam itu tidak sejalan dengan perjalanan karier Sarwendah. Ia menilai publik perlu melihat rekam kerja kliennya secara utuh.
Chris menyebut Sarwendah bekerja dari pagi hingga malam untuk membangun kariernya. Karena itu, ia menilai tuduhan pesugihan sangat bertolak belakang dengan kenyataan. Dalam pandangannya, pesugihan justru identik dengan uang yang datang tanpa kerja keras. Sementara itu, Sarwendah dinilai menjalani aktivitas profesional dengan disiplin dan konsisten.
Ia menegaskan bahwa penyebaran narasi semacam ini dapat menimbulkan kerugian moral bagi kliennya. Nama baik seseorang, kata dia, tidak boleh dikaitkan dengan tuduhan serius tanpa bukti kuat. Apalagi, isu tersebut telah menyebar luas dan memicu berbagai spekulasi. Oleh sebab itu, pihak kuasa hukum meminta publik lebih berhati-hati dalam menyerap informasi viral.
Peluang Langkah Hukum
Pihak kuasa hukum saat ini masih mempelajari seluruh materi video yang beredar di media sosial. Mereka juga menelaah konten yang diunggah oleh Pesulap Merah, termasuk pernyataan narasumber di lapangan. Proses ini dilakukan untuk memastikan apakah ada unsur kesengajaan dalam pencemaran nama baik. Jika ditemukan indikasi yang kuat, langkah hukum tidak akan dikesampingkan.
Chris Sam Siwu mengatakan pihaknya ingin menilai dulu apakah informasi yang tersebar hanya keliru atau memang sengaja diarahkan. Menurutnya, perbedaan konteks sangat penting dalam menentukan tindakan lanjutan. Bila video tersebut terbukti diframing untuk menjatuhkan reputasi Sarwendah, pihaknya siap bertindak. Mereka menegaskan tidak akan tinggal diam apabila nama kliennya terus diseret tanpa dasar.
Ia menutup pernyataannya dengan menegaskan bahwa seluruh kemungkinan masih terbuka. Tim kuasa hukum akan mengutamakan kajian fakta sebelum mengambil keputusan. Namun, mereka sudah menyiapkan opsi upaya hukum jika diperlukan. Pihaknya berharap polemik ini dapat dilihat secara objektif agar tidak menimbulkan kerugian yang lebih luas.
Kasus Viral dan Reputasi Publik
Kasus ini menunjukkan bagaimana konten viral dapat memengaruhi reputasi figur publik dalam waktu singkat. Satu pernyataan yang tidak utuh bisa berkembang menjadi tudingan serius di ruang digital. Dalam situasi seperti ini, klarifikasi menjadi langkah penting untuk meluruskan persepsi. Publik pun diingatkan agar tidak langsung menarik kesimpulan dari potongan video.
Di sisi lain, penyebaran informasi tanpa konteks berpotensi memicu salah paham yang sulit dikendalikan. Karena itu, verifikasi sumber menjadi aspek penting sebelum konten dibagikan lebih jauh. Kuasa hukum Sarwendah menilai isu yang berkembang telah keluar dari konteks awal. Mereka berharap semua pihak menghormati proses klarifikasi yang sedang berjalan.
Hingga kini, tim hukum masih mengumpulkan bahan untuk memastikan langkah selanjutnya. Mereka ingin menjaga nama baik klien sambil menelusuri asal muasal narasi yang beredar. Kasus ini menjadi pengingat bahwa reputasi publik sangat rentan terhadap framing di media sosial. Dalam situasi seperti ini, ketelitian informasi menjadi kunci utama.
