Kualitas Internet Hotel Makkah dan Madinah Disorot Ookla

Teknologi Moh. Royhan Nahado 24 Mei 2026 01:53 WIB 5
Kualitas Internet Hotel Makkah dan Madinah Disorot Ookla

Kualitas internet di hotel-hotel sekitar Makkah dan Madinah menjadi sorotan setelah laporan terbaru Ookla menunjukkan kesenjangan besar antarpenginapan mewah. Temuan ini penting karena jutaan jemaah yang memadati dua kota suci tersebut membutuhkan koneksi stabil untuk komunikasi, navigasi, dan layanan digital harian.

Dalam analisis itu, hanya sebagian kecil hotel yang mampu menembus kecepatan unduh median di atas 100 Mbps, sementara sejumlah hotel lain masih tertinggal jauh. Perbedaan ini menegaskan bahwa konektivitas kini sudah menjadi kebutuhan utama, bukan lagi fasilitas pelengkap.

Internet hotel di Makkah

Ookla mencatat Swissotel Makkah sebagai hotel dengan performa internet terbaik dalam daftar tersebut. Kecepatan unduh median hotel itu mencapai 152,17 Mbps, disusul Fairmont Hotel dengan 148,87 Mbps. Swissotel Al Maqam menempati posisi berikutnya dengan 124 Mbps.

Di bawah tiga besar itu, Pullman ZamZam Makkah masih mencatat kecepatan 96,80 Mbps. Anwar Al Madinah Movenpick berada di angka 78,42 Mbps. Sejumlah hotel lain masih berada dalam rentang 18 Mbps hingga 38 Mbps.

Meski beberapa hotel mencatat angka cukup tinggi, kualitas layanan tetap belum merata. Kondisi ini menunjukkan bahwa kecepatan puncak belum tentu mencerminkan pengalaman internet yang dirasakan seluruh tamu. Pada periode padat, konsistensi jaringan menjadi faktor yang jauh lebih menentukan.

Konsistensi jaringan tetap jadi masalah

Persoalan utama yang ditemukan Ookla bukan hanya soal kecepatan rata-rata, tetapi juga kestabilan saat jam sibuk. Di hotel-hotel terbaik sekalipun, 10 persen pengguna terbawah masih berpotensi mengalami kecepatan di bawah 15 Mbps. Situasi ini dapat memicu frustrasi, terutama bagi jemaah yang bergantung pada jaringan untuk aktivitas harian.

Hotel dengan performa rendah menghadapi tantangan yang lebih berat. Hilton Makkah Convention Hotel hanya mencatat 4,95 Mbps, sedangkan Anjum Hotel Makkah berada di level 10,51 Mbps. Angka tersebut dinilai berisiko menurunkan kualitas pengalaman tamu secara signifikan.

Perbedaan performa juga memperlihatkan bahwa pengelolaan jaringan belum sepenuhnya seragam. Di satu sisi, ada hotel dengan layanan sangat baik, namun di sisi lain masih terdapat properti premium yang tertinggal jauh. Kesenjangan ini menjadi perhatian serius bagi pengelola hotel di kawasan dua kota suci.

Teknologi jaringan penentu utama

Menurut Ookla, teknologi yang digunakan hotel menjadi faktor utama yang membedakan kualitas layanan internet. Hotel dengan dukungan Wi-Fi 6, frekuensi 5 GHz, dan koneksi fiber optik cenderung lebih stabil. Sebaliknya, jaringan yang masih mengandalkan Wi-Fi 4 dan pita 2,4 GHz lebih rentan lambat.

Perbedaan teknologi itu berdampak langsung pada pengalaman pengguna saat hotel dipadati tamu. Saat banyak perangkat terhubung bersamaan, jaringan modern mampu menjaga performa lebih baik. Hal ini sangat penting di lokasi dengan mobilitas tinggi seperti Makkah dan Madinah.

Ookla menilai peningkatan infrastruktur menjadi kebutuhan mendesak bagi pengelola hotel. Kapasitas ISP perlu diperbesar, jaringan fiber harus diperluas, dan titik akses tambahan perlu dipasang di area yang rawan blank spot. Tanpa pembaruan tersebut, kualitas layanan sulit bersaing secara konsisten.

Lonjakan data jemaah haji

Data musim Haji 2025 menunjukkan bahwa kebutuhan konektivitas digital semakin besar. Rata-rata penggunaan data jemaah mencapai 1,26 GB per hari, atau sekitar tiga kali lipat rata-rata global. Lonjakan ini menandakan bahwa internet telah menjadi bagian penting dari aktivitas ibadah dan komunikasi.

Angka tersebut juga meningkat tajam dibanding musim Haji 2024 yang tercatat sebesar 876 MB per pengguna per hari. Kenaikan ini menunjukkan bahwa perilaku digital jemaah terus berkembang. Mereka semakin mengandalkan layanan daring untuk berbagi informasi, menghubungi keluarga, dan mengakses berbagai aplikasi pendukung perjalanan.

Dengan beban penggunaan yang terus meningkat, hotel di Makkah dan Madinah dituntut lebih siap menghadapi lonjakan trafik. Kualitas jaringan yang stabil akan membantu jemaah menjalani ibadah dengan lebih nyaman. Sebaliknya, internet yang lambat dapat menjadi sumber gangguan di tengah padatnya aktivitas selama musim haji.

Komentar

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!