Kopi Ternyata Dapat Bantu Jaga Mood Tetap Stabil

Lifestyle Nadia Safira Putri 28 Mei 2026 08:03 WIB 4
Kopi Ternyata Dapat Bantu Jaga Mood Tetap Stabil

Bagi banyak orang, kopi menjadi minuman andalan untuk memulai hari dengan lebih segar dan fokus. Kini, penelitian terbaru menunjukkan bahwa kebiasaan minum kopi juga berpotensi membantu menjaga stres dan kecemasan tetap terkendali, asalkan tidak berlebihan.

Temuan ini berasal dari studi yang dipublikasikan dalam Journal of Affective Disorders dengan menggunakan data UK Biobank, yang memuat informasi kesehatan hampir 500 ribu orang. Hasilnya, konsumsi kopi dalam jumlah sedang dikaitkan dengan risiko stres dan gangguan suasana hati yang lebih rendah dibandingkan tidak minum kopi sama sekali.

Kopi dan kesehatan mental

Studi tersebut menyoroti adanya kaitan antara konsumsi kopi dan kondisi psikologis seseorang. Para peneliti menemukan bahwa peminum kopi cenderung memiliki tingkat stres yang lebih terkendali.

Data yang dianalisis berasal dari basis informasi kesehatan berskala besar, sehingga temuan ini dinilai cukup kuat sebagai gambaran awal. Meski demikian, studi ini tetap melihat hubungan, bukan sebab-akibat secara mutlak.

Hasil analisis menunjukkan bahwa konsumsi kopi dalam jumlah sedang berkaitan dengan suasana hati yang lebih stabil. Mereka yang tidak mengonsumsi kopi sama sekali justru tercatat memiliki risiko gangguan mood lebih tinggi.

Temuan tersebut memberi sinyal bahwa kopi bukan hanya minuman penyegar, tetapi juga berpotensi mendukung kesehatan mental. Namun, manfaat itu hanya muncul jika konsumsi dilakukan dengan pola yang terukur.

Takaran kopi yang disarankan

Penelitian menyebut manfaat optimal dapat diperoleh dari sekitar dua cangkir kopi per hari. Batas maksimal yang disarankan adalah tiga cangkir per hari.

Satu cangkir kopi dalam studi ini setara dengan sekitar 8 ons atau kurang lebih 240 mililiter. Dengan ukuran itu, satu gelas besar kopi di kedai bisa saja sudah mendekati kebutuhan harian.

Takaran ini penting karena terlalu banyak kafein justru dapat memicu reaksi yang tidak diinginkan. Tubuh bisa menjadi lebih gelisah, mudah marah, dan sulit beristirahat dengan tenang.

Dalam konteks kesehatan mental, keseimbangan menjadi kunci utama. Minum kopi secukupnya dapat memberi manfaat, tetapi konsumsi berlebih berisiko mengganggu kondisi tubuh dan pikiran.

Dampak jika berlebihan

Kafein dalam jumlah tinggi dapat meningkatkan detak jantung dan membuat tubuh terasa lebih tegang. Pada sebagian orang, kondisi ini juga memicu rasa cemas yang lebih kuat.

Gangguan tidur menjadi salah satu dampak yang paling sering dirasakan saat kopi diminum terlalu banyak. Jika tidur terganggu, mood dan daya tahan tubuh pun dapat ikut menurun.

Rasa gelisah yang muncul setelah konsumsi berlebihan juga bisa memperburuk stres harian. Alih-alih terasa lebih baik, tubuh justru dapat masuk ke kondisi kewalahan.

Peneliti mengingatkan bahwa manfaat kopi tidak dapat dipisahkan dari pola konsumsi yang sehat. Karena itu, jumlah yang tepat jauh lebih penting daripada sekadar frekuensi minum kopi.

Kopi decaf tetap bermanfaat

Menariknya, manfaat yang ditemukan tidak hanya berlaku untuk kopi berkafein. Kopi tanpa kafein atau decaf juga menunjukkan efek yang mirip terhadap kesehatan mental.

Hal ini membuat penikmat kopi decaf tidak perlu khawatir kehilangan potensi manfaatnya. Temuan tersebut menegaskan bahwa faktor di balik efek kopi kemungkinan tidak hanya berasal dari kafein.

Penelitian lain yang diterbitkan dalam Nature Communications pada April lalu menyebut kemungkinan hubungan kopi dengan kesehatan usus. Peminum kopi, baik berkafein maupun decaf, memiliki komposisi mikrobioma usus yang berbeda dibandingkan mereka yang tidak minum kopi.

Temuan itu memperkuat dugaan bahwa hubungan antara usus dan otak ikut berperan dalam pengaruh kopi terhadap suasana hati. Meski masih memerlukan kajian lanjutan, hasil ini membuka perspektif baru tentang manfaat kopi bagi kesehatan.

Ringkasnya, kopi dapat memberi manfaat bagi mood dan stres bila dikonsumsi dalam jumlah wajar. Dua hingga tiga cangkir per hari dianggap cukup, selama tidak memicu keluhan seperti asam lambung atau gangguan tidur.

Komentar

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!