Olahraga Pagi atau Malam, Mana yang Paling Tepat?

Lifestyle Clara Monica 28 Mei 2026 09:17 WIB 2
Olahraga Pagi atau Malam, Mana yang Paling Tepat?

Waktu terbaik untuk berolahraga sering memunculkan perdebatan antara pagi dan malam, padahal pilihan yang tepat tidak selalu sama untuk setiap orang. Menurut para ahli, waktu latihan perlu disesuaikan dengan jenis olahraga, kondisi fisik, serta tujuan kebugaran yang ingin dicapai.

Sowon Jang, fisioterapis dan spesialis pilates di The Hundred Wellness Centre Dubai, menegaskan bahwa tidak ada satu waktu ideal yang berlaku umum. Ia menjelaskan bahwa olahraga pagi, siang, maupun malam memiliki manfaat berbeda, selama dilakukan dengan porsi dan intensitas yang sesuai.

Manfaat olahraga pagi

Olahraga pagi kerap dipilih untuk membangun rutinitas yang lebih teratur sebelum memulai aktivitas harian. Tubuh juga cenderung terasa lebih tenang, dengan pernapasan yang lebih terkontrol dan kesadaran gerak yang meningkat.

Menurut para ahli, memulai hari dengan olahraga dapat membantu pikiran terasa lebih jernih dan segar. Kebiasaan ini juga mendukung tubuh untuk menyesuaikan jam biologis atau ritme sirkadian secara lebih stabil.

Paparan sinar matahari di pagi hari turut memberi dorongan tambahan bagi tubuh untuk mengenali siklus bangun dan tidur. Karena itu, olahraga pagi dinilai cocok bagi mereka yang ingin memperbaiki pola tidur dan menjaga konsistensi aktivitas fisik.

Olahraga siang hingga sore

Untuk siang atau sore hari, tubuh umumnya sudah lebih siap menerima latihan yang lebih intens. Pada waktu ini, olahraga dengan beban lebih tinggi dapat dilakukan dengan lebih nyaman karena tubuh telah melalui proses pemanasan alami sepanjang hari.

Aktivitas seperti latihan kekuatan, kardio intens, atau sesi olahraga yang menuntut energi besar biasanya lebih sesuai dilakukan pada jam ini. Kondisi tubuh yang lebih aktif dapat membantu performa tetap terjaga tanpa terasa terlalu berat.

Namun, intensitas latihan tetap perlu disesuaikan dengan kemampuan masing-masing orang. Jika tubuh sedang lelah atau kurang bugar, memaksakan latihan berat justru bisa meningkatkan risiko cedera dan kelelahan.

Olahraga malam yang aman

Olahraga malam sebaiknya dipilih dalam intensitas rendah agar tidak mengganggu waktu istirahat. Jenis latihan yang terlalu berat dapat meningkatkan hormon stres atau kortisol, sehingga tubuh menjadi lebih sulit rileks.

Aktivitas seperti berjalan santai atau berenang ringan dinilai lebih aman dilakukan menjelang malam. Pilihan ini membantu tubuh tetap bergerak tanpa memberi rangsangan berlebihan sebelum tidur.

Bagi banyak orang, olahraga malam juga menjadi cara untuk melepas stres setelah seharian beraktivitas. Selama dilakukan tidak terlalu dekat dengan jam tidur, latihan malam tetap dapat memberi manfaat bagi kebugaran dan kesehatan mental.

Kondisi tubuh jadi penentu

Selain waktu latihan, kondisi tubuh memegang peran penting dalam menentukan jenis olahraga yang tepat. Dr. Jinelle D'souza menekankan bahwa latihan kekuatan dan olahraga intensitas tinggi membutuhkan dukungan fisik yang memadai.

Dukungan tersebut mencakup tidur yang cukup, asupan nutrisi yang seimbang, serta pemulihan tubuh yang baik. Jika dasar kesehatan tidak terpenuhi, tubuh bisa kewalahan saat menerima beban latihan yang lebih berat.

Dr. Louise Rix menambahkan bahwa faktor terpenting bukan hanya kapan olahraga dilakukan, melainkan apakah aktivitas itu sesuai dengan gaya hidup. Dengan begitu, rutinitas olahraga akan lebih mudah dijalankan secara konsisten dan memberi hasil jangka panjang.

Komentar

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!