Bawang Bombay Diduga Bantu Turunkan Gula Darah

Lifestyle Anindya Kirana Putri 28 Mei 2026 09:20 WIB 2
Bawang Bombay Diduga Bantu Turunkan Gula Darah

Diabetes tipe 2 menjadi salah satu kondisi kesehatan yang perlu diwaspadai karena ditandai fluktuasi kadar gula darah yang dapat memicu kerusakan pada tubuh. Sejumlah penelitian terus mencari bahan alami yang berpotensi membantu pengelolaan gula darah, dan salah satunya adalah bawang bombay.

Temuan yang dipresentasikan di San Diego menunjukkan ekstrak umbi bawang bombay atau Allium cepa mampu menurunkan kadar gula darah tinggi secara signifikan pada tikus diabetes. Efek tersebut terlihat ketika ekstrak bawang bombay diberikan bersama obat antidiabetes metformin.

Bawang Bombai dan Gula Darah

Peneliti utama Anthony Ojieh, MBBS, MSc, dari Delta State University di Abraka, Nigeria, menyebut bawang bombay murah dan mudah ditemukan. Menurutnya, bahan ini sudah lama dimanfaatkan sebagai suplemen nutrisi di berbagai wilayah.

Ia menilai bawang bombay berpotensi digunakan untuk membantu mengobati pasien diabetes. Namun, hasil tersebut masih berasal dari penelitian awal pada hewan, sehingga belum bisa langsung disamakan dengan efek pada manusia.

Tim peneliti menggunakan ekstrak bawang bombay dalam beberapa dosis, yakni 200 mg, 400 mg, dan 600 mg per kilogram berat badan tikus per hari. Seluruh tikus diabetes pada studi itu diinduksi secara medis untuk melihat apakah bawang bombay dapat meningkatkan efek metformin.

Hasil Penelitian pada Tikus

Penelitian juga melibatkan tikus non-diabetes sebagai pembanding, masing-masing diberi metformin dan ekstrak bawang bombay. Selain itu, ada kelompok kontrol yang tidak menerima metformin maupun ekstrak bawang bombay, baik pada kelompok diabetes maupun non-diabetes.

Setiap kelompok terdiri dari lima tikus, sehingga peneliti dapat membandingkan dampak perlakuan secara lebih terukur. Dari hasil pengamatan, dosis 400 mg dan 600 mg menunjukkan penurunan kadar gula darah puasa yang signifikan pada tikus diabetes.

Penurunan tersebut masing-masing tercatat sebesar 50 persen dan 35 persen dibandingkan dengan kadar awal penelitian. Meski begitu, peneliti menegaskan masih diperlukan studi lanjutan untuk memahami mekanisme kerja bawang bombay terhadap glukosa darah.

Catatan untuk Konsumsi

Ekstrak bawang bombay pada studi itu dibuat dari umbi bawang yang dibeli di supermarket lokal. Jika nantinya digunakan pada manusia, bahan tersebut umumnya harus melalui proses pemurnian lebih dulu agar kandungan aktifnya dapat dihitung secara tepat.

Ojieh menjelaskan bawang bombay tidak tinggi kalori. Akan tetapi, bahan ini diduga dapat meningkatkan laju metabolisme dan memicu nafsu makan, sehingga konsumsi makanan ikut bertambah pada tikus non-diabetes.

Dengan kata lain, temuan ini masih perlu diuji lebih jauh sebelum disimpulkan sebagai terapi yang aman dan efektif untuk manusia. Karena itu, penderita diabetes tetap disarankan berkonsultasi dengan tenaga medis sebelum mencoba bahan tertentu sebagai pendamping pengobatan.

Langkah Kendalikan Gula Darah

Kementerian Kesehatan RI menyarankan masyarakat membatasi konsumsi gula, garam, dan lemak hingga 50 gram per hari atau setara empat sendok makan. Selain pola makan, aktivitas fisik juga menjadi kunci penting untuk menjaga kadar gula darah tetap stabil.

Olahraga disarankan dilakukan tiga sampai lima kali seminggu dengan durasi 30 menit hingga 45 menit. Jika memungkinkan, total aktivitas fisik dapat mencapai 150 menit per minggu tanpa jeda dua hari berturut-turut.

Spesialis penyakit dalam dr Erpryta Nurdia Tetrasiwi, SpPD, menekankan perlunya evaluasi rutin agar perubahan gaya hidup tidak berhenti di tengah jalan. Ia juga mengingatkan pentingnya skrining kesehatan untuk mengetahui kadar gula darah, termasuk pemeriksaan gula darah puasa dan HbA1c sebagai indikator rata-rata gula darah dua hingga tiga bulan terakhir.

Komentar

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!