Musim haji 2025 menyisakan pekerjaan berat bagi pengelola hotel di Makkah dan Madinah, terutama soal konektivitas internet. Analisa Ookla menunjukkan adanya pergeseran kebutuhan tamu yang mengandalkan koneksi stabil untuk komunikasi, navigasi, dan layanan digital. Data yang dirilis menyoroti kesenjangan kecepatan antara hotel teratas dan properti lain, dengan kecepatan puncak mencapai ratusan Mbps namun banyak tamu menghadapi kendala di jam sibuk.
Jemaah dari berbagai negara memadati dua kota suci tersebut dan akses internet kini menjadi fasilitas esensial bukan sekadar kenyamanan. Keterbatasan jaringan di beberapa hotel mewah berpotensi mempengaruhi pengalaman tamu, mulai dari layanan pesan hingga transaksi digital. Artikel ini merangkum temuan utama dan menampilkan rekomendasi bagi hotel serta operator jaringan untuk meningkatkan kualitas layanan.
Kinerja jaringan hotel
Swissôtel Makkah mencatat median unduh mencapai 152,17 Mbps, menjadikannya yang tercepat di antara hotel tempat menginap jemaah. Fairmont Hotel Makkah mengikuti dengan 148,87 Mbps, lalu Swissôtel Al Maqam menyusul sebesar 124 Mbps. Ketiganya menunjukkan bahwa beberapa properti mampu menyediakan kapasitas bandwidth signifikan saat tamu membutuhkan.
Hotel lain seperti Pullman ZamZam Makkah mampu mencapai 96,80 Mbps. Anwar Al Madinah Mövenpick mencatat 78,42 Mbps. Sedangkan hotel lain, termasuk Al Ghufran Safwah, Pullman Zamzam Madina, Hyatt Regency Makkah - Jabal Omar, dan Millennium Al Aqeeq, berada pada kisaran 18 hingga 38 Mbps.
Namun, persoalan utama bukan hanya kecepatan puncak, melainkan konsistensi layanan saat jam sibuk. Ookla mencatat bahwa 10% pengguna terbawah bisa melihat penurunan kecepatan di bawah 15 Mbps. Hal ini berpotensi menimbulkan frustrasi besar bagi tamu yang mengandalkan koneksi stabil untuk komunikasi dan layanan digital.
| Hotel | Kecepatan unduh median (Mbps) |
|---|---|
| Swissôtel Makkah | 152,17 |
| Fairmont Makkah | 148,87 |
| Swissôtel Al Maqam | 124 |
| Pullman ZamZam Makkah | 96,80 |
| Anwar Al Madinah Mövenpick | 78,42 |
Kondisi teknis jaringan
Hotel dengan jaringan Wi-Fi 6, frekuensi 5 GHz, dan dukungan fiber optik cenderung lebih stabil. Sebaliknya, hotel yang masih mengandalkan Wi-Fi 4 atau pita 2,4 GHz cenderung menghadapi gangguan lebih sering. Perbedaan teknis ini menjadi faktor utama perbedaan kecepatan dan konsistensi layanan di dua kota suci.
Musim Haji 2025 menunjukkan lonjakan penggunaan data yang signifikan. Rata-rata data per jemaah mencapai 1,26 GB per hari, tiga kali lipat rata-rata global. Angka ini naik dibanding Haji 2024 yang berada di 876 MB per pengguna per hari.
Ookla menekankan perlunya peningkatan kapasitas ISP dan ekspansi jaringan fiber. Prioritaskan jaringan 5 GHz serta penambahan titik akses untuk mengurangi area tanpa sinyal. Langkah tersebut dinilai krusial untuk menjaga kualitas layanan selama periode kunjungan puncak.
Implikasi bagi industri hotel
Ketergantungan jemaah pada konektivitas digital meningkat, mempengaruhi cara mereka berkomunikasi dan merencanakan perjalanan. Layanan daring, pembayaran digital, dan navigasi menjadi bagian penting dari pengalaman menginap. Kesenjangan performa seperti ini menempatkan operator hotel pada tekanan untuk meningkatkan infrastruktur.
Data Ookla berasal dari evaluasi terhadap 16 hotel mewah di Makkah dan Madinah selama musim Haji 2025. Hasilnya menunjukkan bahwa standar layanan internet kini menjadi bagian inti reputasi hotel. Dampaknya melibatkan pengelola hotel, operator ISP, dan otoritas setempat dalam upaya meningkatkan kualitas layanan.
Langkah proaktif seperti investasi infrastruktur dan kolaborasi lintas pihak diharapkan memperbaiki reputasi sektor perhotelan. Koordinasi antara penyedia layanan internet, operator hotel, dan pemerintah daerah menjadi kunci untuk menghadapi kunjungan jemaah yang terus meningkat. Dengan demikian, konektivitas yang andal dapat mendorong kunjungan berkelanjutan dan kepuasan tamu di dua kota suci.
