Komdigi Dorong Pemerataan Data Center hingga Indonesia Timur

Teknologi BRH 26 Mei 2026 18:20 WIB 2
Komdigi Dorong Pemerataan Data Center hingga Indonesia Timur

Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) akan mendorong pemerataan pembangunan pusat data nasional, termasuk memperluas pengembangannya ke wilayah Indonesia timur. Kebijakan ini disiapkan untuk mengurangi ketimpangan infrastruktur digital yang selama ini masih terkonsentrasi di kawasan barat.

Direktur Jenderal Infrastruktur Digital Komdigi, Wayan Toni Supriyanto, menyampaikan bahwa pemerintah tengah menyusun master plan dan roadmap data center. Langkah tersebut diharapkan mampu memperkuat ekosistem digital nasional, seiring meningkatnya kebutuhan komputasi akibat perkembangan teknologi seperti kecerdasan buatan.

Pemerataan Data Center Nasional

Wayan menilai, data center kini tidak lagi sekadar tempat penyimpanan data. Fasilitas itu telah menjadi tulang punggung ekonomi digital dan fondasi utama bagi layanan berbasis data.

Menurut dia, kebutuhan komputasi besar, penyimpanan data masif, serta integrasi cloud dan edge computing akan terus meningkat. Karena itu, pembangunan pusat data perlu diarahkan agar tidak hanya berfokus di wilayah barat Indonesia.

Komdigi melihat pemerataan ini sebagai bagian dari strategi jangka panjang untuk memperkuat daya saing digital nasional. Dengan distribusi yang lebih seimbang, layanan digital diharapkan berjalan lebih efisien dan andal.

Ia menegaskan bahwa pengembangan pusat data harus mengikuti kebutuhan ekonomi digital yang terus tumbuh. Dalam konteks ini, data center diposisikan sebagai aset strategis digital yang penting bagi masa depan Indonesia.

Infrastruktur Penunjang Timur

Dalam implementasinya, Komdigi akan menilai kesiapan infrastruktur pendukung di wilayah timur. Sejumlah faktor, seperti jaringan fiber optik dan akses ke sistem kabel laut, menjadi pertimbangan utama.

Menurut Wayan, lokasi data center harus memiliki konektivitas yang memadai ke jaringan global. Hal itu dibutuhkan agar layanan penyimpanan dan pengolahan data dapat berjalan stabil.

Komdigi juga memperhatikan keberadaan cable landing station sebagai simpul koneksi penting. Infrastruktur tersebut dinilai krusial untuk mendukung distribusi data lintas wilayah.

Dengan kesiapan infrastruktur yang baik, pembangunan data center di timur diharapkan lebih efisien. Pemerintah ingin memastikan investasi yang masuk benar-benar sesuai dengan kebutuhan teknis dan operasional.

Koordinasi Lintas Lembaga

Pemerintah turut memperkuat koordinasi lintas kementerian dan lembaga dalam pembangunan data center. Proyek ini melibatkan banyak aspek, mulai dari listrik, lingkungan, hingga perizinan bangunan.

Wayan menyebut, penyediaan listrik dari PLN menjadi salah satu unsur penting yang harus dipastikan sejak awal. Selain itu, kebutuhan air dan izin lingkungan juga harus disiapkan secara terpadu.

Menurut dia, proses perizinan yang rapi akan mempercepat realisasi pembangunan pusat data. Karena itu, pemerintah tengah menyelaraskan berbagai aturan agar tidak saling tumpang tindih.

Koordinasi yang baik dinilai penting agar investasi dapat berjalan lebih lancar. Dengan demikian, pengembangan data center tidak terhambat oleh persoalan administratif.

Peluang Investasi Berkelanjutan

Komdigi membuka peluang investasi seluas-luasnya dalam pengembangan data center nasional. Pemerintah tetap menekankan pentingnya efisiensi, keberlanjutan, dan kesiapan infrastruktur pendukung.

Salah satu pendekatan yang didorong adalah pengembangan green data center. Konsep ini dipandang sejalan dengan kebutuhan industri yang semakin menuntut operasional hemat energi dan ramah lingkungan.

Melalui pemerataan pembangunan hingga Indonesia timur, pemerintah berharap pertumbuhan ekonomi digital dapat menyebar lebih adil. Langkah ini juga diharapkan mampu mengurangi kesenjangan infrastruktur antarwilayah.

Dengan strategi tersebut, Komdigi menargetkan pusat data menjadi motor penggerak transformasi digital nasional. Pemerataan investasi di sektor ini diyakini akan memberi dampak jangka panjang bagi perekonomian Indonesia.

Komentar

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!