Kolagen Tak Hanya untuk Kulit, Ini Manfaatnya bagi Tubuh

Lifestyle Nadia Safira Putri 01 Juni 2026 03:21 WIB 2
Kolagen Tak Hanya untuk Kulit, Ini Manfaatnya bagi Tubuh

Seiring bertambahnya usia, produksi kolagen dalam tubuh akan menurun, sehingga kebutuhan asupannya kerap menjadi perhatian, terutama bagi wanita usia 25 tahun ke atas. Kolagen tidak hanya dikaitkan dengan kulit yang lebih elastis dan lembap, tetapi juga berperan dalam menjaga kesehatan sendi dan tulang. Karena itu, konsumsi kolagen sering dipilih untuk mendukung gaya hidup aktif dan pemulihan tubuh. Informasi ini disampaikan dalam peluncuran Bear Brand Collagen dan Vitamin C di Jakarta Selatan, pada 26 Mei 2026.

Dokter spesialis kedokteran fisik dan rehabilitasi, Adrian Setiaji, menjelaskan bahwa tulang dan sendi yang sehat membantu seseorang tetap nyaman beraktivitas dan berolahraga rutin. Sementara itu, dokter spesialis dermatologi, venereologi, dan estetika, Danar Wicaksono, menekankan bahwa vitamin C juga berperan penting dalam produksi kolagen. Vitamin C dapat membantu tubuh membentuk kolagen sekaligus mendukung penyerapannya. Keduanya menilai, dukungan nutrisi yang tepat dapat membantu menjaga fungsi tubuh secara menyeluruh.

Manfaat Kolagen bagi Tubuh

Kolagen selama ini lebih dikenal sebagai nutrisi untuk merawat kulit agar tetap kenyal dan terhidrasi. Namun, protein ini juga menjadi komponen penting dalam jaringan ikat yang menopang sendi dan tulang. Ketika jumlahnya menurun, tubuh dapat kehilangan sebagian dukungan alami untuk bergerak dengan nyaman. Kondisi itu membuat kolagen relevan bukan hanya untuk penampilan, tetapi juga untuk fungsi fisik.

Adrian Setiaji menuturkan bahwa tulang dan sendi yang terjaga membantu seseorang menjalani aktivitas harian tanpa banyak hambatan. Hal ini penting bagi mereka yang ingin tetap aktif, termasuk yang rutin berolahraga. Menurut dia, kolagen dapat menjadi salah satu faktor yang mendukung kenyamanan gerak tubuh. Dengan dukungan itu, risiko ketidaknyamanan pada sendi dapat lebih terkendali.

Selain kulit, sendi, dan tulang, kolagen juga berkaitan dengan daya tahan struktur tubuh secara umum. Karena itu, asupan kolagen kerap dipertimbangkan sebagai bagian dari pendekatan perawatan dari dalam. Meski demikian, hasilnya tetap bergantung pada kondisi tubuh dan kebiasaan hidup masing-masing. Konsumsi yang tepat perlu dibarengi dengan pola hidup yang sehat.

Vitamin C untuk Produksi Kolagen

Vitamin C memiliki peran penting sebagai pendukung pembentukan kolagen di dalam tubuh. Danar Wicaksono menjelaskan bahwa vitamin ini dapat menjadi booster untuk produksi kolagen. Selain itu, vitamin C juga membantu proses penyerapannya agar lebih optimal. Kombinasi ini membuat vitamin C kerap dipasangkan dengan suplemen kolagen.

Asupan vitamin C sebenarnya bisa diperoleh dari makanan sehari-hari. Buah dan sayuran menjadi sumber yang umum untuk memenuhi kebutuhan tersebut. Namun, dalam rutinitas yang padat, pemenuhan dari makanan saja tidak selalu mudah. Karena itu, sebagian orang memilih suplemen tambahan dengan kandungan yang terukur.

Danar menilai suplemen vitamin C dapat membantu mereka yang hidup serba cepat di kota besar seperti Jakarta. Dengan kandungan yang lebih jelas, kebutuhan harian menjadi lebih mudah dipantau. Meski demikian, pilihan suplemen tetap perlu disesuaikan dengan kebutuhan pribadi. Konsumsi yang bijak akan memberi manfaat yang lebih terarah.

Cara Konsumsi yang Tepat

Tidak ada waktu khusus yang mutlak untuk mengonsumsi suplemen kolagen maupun vitamin C. Konsumsinya dapat disesuaikan dengan aktivitas dan kebiasaan harian masing-masing orang. Fleksibilitas ini membuat suplemen lebih mudah dimasukkan ke dalam rutinitas. Yang terpenting adalah konsistensi dalam penggunaannya.

Untuk hasil yang lebih optimal, konsumsi suplemen perlu diimbangi dengan pola hidup sehat. Adrian menjelaskan bahwa tidur yang cukup, olahraga rutin, dan manajemen stres yang baik memiliki peran besar. Ketiganya membantu tubuh melakukan regenerasi secara lebih optimal. Dengan begitu, dukungan dari kolagen dan vitamin C dapat bekerja lebih maksimal.

Pola hidup sehat juga membantu tubuh menjaga keseimbangan nutrisi dan pemulihan jaringan. Kebiasaan sederhana seperti beristirahat cukup dapat memberi dampak besar bagi kesehatan jangka panjang. Begitu pula olahraga teratur yang membantu tubuh tetap aktif dan bugar. Karena itu, suplemen sebaiknya dipandang sebagai pelengkap, bukan pengganti gaya hidup sehat.

Tanda Tubuh Kekurangan Kolagen

Kekurangan kolagen sering kali tidak langsung menimbulkan gejala yang jelas. Namun, ketika tubuh mulai lebih mudah nyeri atau rentan cedera, kondisi itu bisa menjadi salah satu tanda. Gejala tersebut perlu diperhatikan, terutama bila muncul berulang. Pemeriksaan lebih lanjut dapat membantu memastikan penyebabnya.

Selain nyeri dan mudah cedera, tanda lain yang dapat muncul adalah stretch mark pada kulit. Kondisi ini sering terlihat pada ibu hamil atau orang yang mengalami kenaikan berat badan. Kulit yang tampak pecah-pecah dapat menjadi sinyal bahwa elastisitas jaringan menurun. Dalam situasi ini, kolagen berperan dalam membantu menjaga ketebalan dan kelenturan kulit.

Jika stretch mark sudah terbentuk, kondisi tersebut tidak dapat diatasi hanya dengan makanan atau suplemen kolagen. Danar menjelaskan bahwa jaringan kulit sudah terlanjur mengalami cedera. Penanganan yang lebih tepat umumnya dilakukan melalui tindakan medis, seperti laser di klinik kecantikan. Oleh karena itu, pencegahan sejak awal menjadi langkah yang lebih disarankan.

Komentar

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!