Lima Makanan Ini Dapat Meningkatkan Risiko Kanker

Lifestyle Clara Monica 01 Juni 2026 04:36 WIB 4
Lima Makanan Ini Dapat Meningkatkan Risiko Kanker

Kanker merupakan penyakit yang kompleks, dan faktor pemicunya tidak hanya berasal dari genetik, tetapi juga dari pola makan dan gaya hidup sehari-hari. Sejumlah penelitian menunjukkan bahwa beberapa jenis makanan dapat meningkatkan risiko kanker tertentu, terutama bila dikonsumsi berlebihan dalam jangka panjang.

Ketua Umum Yayasan Kanker Indonesia, Prof Dr dr Aru W Sudoyo, SpPD-KHOM, menegaskan bahwa sebagian besar faktor risiko kanker pada orang dewasa berkaitan dengan lingkungan, kebiasaan, dan apa yang masuk ke dalam tubuh. Karena itu, mengenali makanan yang berpotensi memicu kanker menjadi langkah penting untuk pencegahan sejak dini.

Makanan dan Risiko Kanker

Faktor risiko kanker tidak selalu terlihat langsung, tetapi dapat muncul dari pola makan yang membentuk kondisi tubuh tertentu. Obesitas, diabetes tipe 2, dan peradangan kronis sering dikaitkan dengan meningkatnya risiko sejumlah kanker.

Bahan tertentu dalam makanan juga bisa berbahaya, terutama jika mengandung senyawa karsinogenik. Senyawa ini dapat merusak DNA dan memengaruhi pertumbuhan sel secara abnormal.

Karena itu, pemilihan makanan sehari-hari perlu diperhatikan, bukan hanya dari sisi rasa, tetapi juga dari cara pengolahan dan kandungannya. Kebiasaan kecil yang berlangsung lama dapat memberi dampak besar terhadap kesehatan.

Daging Olahan

Daging olahan mencakup sosis, kornet, ham, dan hot dog yang diawetkan melalui proses pengasapan, pengasinan, atau pengalengan. Proses tersebut dapat membentuk senyawa nitroso dan PAH yang bersifat karsinogenik.

Menurut sejumlah kajian, konsumsi daging merah atau olahan berpotensi meningkatkan risiko kanker lambung. Meski demikian, para peneliti masih memerlukan studi lanjutan untuk memperkuat hubungan tersebut.

Risiko ini menjadi lebih tinggi bila konsumsi dilakukan berulang dan dikombinasikan dengan pola makan yang kurang seimbang. Oleh sebab itu, pembatasan daging olahan disarankan sebagai bagian dari gaya hidup sehat.

Makanan Gorengan

Makanan yang digoreng pada suhu tinggi, terutama yang berbahan tepung, dapat menghasilkan akrilamida. Senyawa ini ditemukan pada produk seperti kentang goreng dan keripik kentang.

Penelitian pada hewan menunjukkan bahwa akrilamida bersifat karsinogenik dan dapat merusak DNA. Konsumsi makanan gorengan yang berlebihan juga dapat memicu obesitas dan diabetes tipe 2.

Kedua kondisi tersebut berkaitan dengan stres oksidatif dan peradangan yang dapat meningkatkan risiko kanker. Karena itu, frekuensi konsumsi gorengan sebaiknya dibatasi.

Alkohol dan Gula

Alkohol dipecah hati menjadi asetaldehida, senyawa yang bersifat karsinogenik dan dapat memicu kerusakan DNA. Zat ini juga mengganggu sistem kekebalan tubuh sehingga menyulitkan tubuh mengenali sel prakanker.

Sementara itu, makanan manis dan karbohidrat olahan seperti roti putih, nasi putih, dan sereal manis dapat meningkatkan risiko obesitas dan diabetes tipe 2. Dalam jangka panjang, kondisi tersebut ikut mendorong peradangan yang berhubungan dengan kanker tertentu.

Penggantian bahan makanan menjadi pilihan yang lebih sehat dapat membantu menurunkan risiko. Roti gandum utuh, pasta gandum utuh, dan beras merah bisa menjadi alternatif yang lebih baik untuk konsumsi harian.

Komentar

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!